28 November 2018

Kenali Polisitemia Vera, Jenis Kanker Darah yang Mengancam Nyawa

Kenali Polisitemia Vera, Jenis Kanker Darah yang Mengancam Nyawa

Halodoc, Jakarta – Polisitemia vera merupakan salah satu jenis kanker darah yang bersifat langka. Dengan kata lain, penyakit yang biasanya menyerang orang yang berusia di atas 60 tahun ini jarang sekali terjadi. Meski begitu, seperti penyakit kanker lainnya, polisitemia vera sama sekali tidak boleh dianggap remeh, sebab bisa menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan atau kelainan pada sumsum tulang belakang. Dalam keadaan normal, tubuh mengatur dan menentukan jumlah sel-sel darah yang akan diproduksi sesuai dengan yang dibutuhkan. Nah, pada pengidap polisitemia vera, fungsi ini mungkin akan terganggu karena adanya mutasi dan menyebabkan sel-sel sumsum tulang memproduksi sel darah merah secara berlebihan.

Kendati demikian, masih belum diketahui penyebab di balik mutasi tersebut bisa terjadi. Namun, faktor usia diduga menjadi salah satu penyebab yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini. Polisitemia vera lebih rentan menyerang orang yang sudah berusia di atas 60 tahun.

Kabar buruknya, kondisi ini jarang menyebabkan gejala yang signifikan, meskipun pengidapnya sudah mengalami penyakit ini selama bertahun-tahun. Namun, ada beberapa gejala umum yang mungkin dirasakan pengidap polisitemia vera, mulai dari mudah merasa lelah dan lemas, sakit kepala, gangguan penglihatan, mimisan, lebam, dan keringat berlebihan.

Orang yang mengalami polisitemia vera juga rentan merasakan nyeri dan bengkak pada sendi akibat penyakit asam urat atau peradangan pada sendi. Kondisi ini pun bisa menyebabkan gejala, seperti sensasi kebas pada kaki dan tangan, sulit bernapas saat berbaring, kulit wajah berubah merah, perut bagian atas terasa kembung, hingga gatal-gatal pada kulit terutama sehabis mandi air hangat.

Jika mengalami gejala-gejala dari gangguan tersebut, terutama jika gejala terasa semakin buruk seiring berjalannya waktu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pasalnya, penyakit polisitemia vera yang tidak segera di ditangani secara medis bisa memicu terjadinya komplikasi, seperti serangan jantung, stroke, emboli paru, serta trombosis vena dalam.

Cara Mengenali dan Pengobatan Polisitemia Vera

Selain memerhatikan gejala yang muncul, mengenali penyakit ini juga harus dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan. Sebab, polisitemia vera umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan jarang menyebabkan indikasi yang signifikan. Hal itu yang menyebabkan penyakit ini cenderung sulit terdeteksi atau baru terdeteksi saat menjalani proses pemeriksaan untuk penyakit lain.

Penyakit ini biasanya terdeteksi melalui tes darah yang biasanya menunjukkan beberapa hasil. Mulai dari peningkatan jumlah sel darah merah dan disertai kenaikan jumlah platelet dan sel darah putih, peningkatan kadar hemoglobin, dan menurunnya kadar hormon eritropoietin yang merangsang sel sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah.

Polisitemia vera termasuk jenis penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan, tetapi tetap perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan. Tujuannya untuk mengurangi jumlah sel darah merah, mencegah komplikasi, dan meringankan serangan gejala penyakit. Ada beberapa metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk mengatasi kondisi ini.

Pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan cara mengeluarkan darah, menurunkan produksi sel darah merah dengan obat-obatan, dan mencegah penggumpalan darah melalui pemberian obat. Pemberian obat tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan produksi sel darah merah, tapi juga bisa mengurangi gejala yang muncul, seperti gatal-gatal dan nyeri karena peradangan sendi.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Baca juga: