Kenali Prosedur Diagnosis Hiponatremia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenali Prosedur Diagnosis Hiponatremia

Halodoc, Jakarta - Di dalam tubuh, natrium memiliki sejumlah fungsi penting, yaitu mengendalikan kadar air dalam tubuh, menjaga tekanan darah, serta mengatur sistem saraf dan kinerja otot. Ketika kadar natrium dalam tubuh rendah, akan ada berbagai gejala yang muncul. Kondisi ini disebut hiponatremia, yaitu gangguan elektrolit yang terjadi ketika kadar natrium dalam darah lebih rendah dari batas normal.

Gejala hiponatremia dapat bervariasi pada setiap pengidap. Jika kadar natrium dalam tubuh menurun secara bertahap, pengidap mungkin tidak akan merasakan gejala apapun. Namun, jika kadar natrium turun drastis dengan cepat, gejala yang muncul bisa berbahaya.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Faktor Risiko Munculnya Hiponatremia

Beberapa gejala yang umumnya dialami pengidap hiponatremia adalah:

  • Sakit kepala.
  • Linglung.
  • Mual dan muntah.
  • Lemas dan lelah.
  • Kram atau lemah otot.
  • Gelisah.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran yang dapat berujung pada koma dan bahkan kematian.

Ada Cukup Banyak Hal yang Dapat Sebabkan Hiponatremia

Kadar natrium pada kondisi normal adalah 135 hingga 145 mEq/liter (milliequivalent per liter). Seseorang dengan kadar natrium kurang dari 135 mEq/liter, bisa dianggap mengalami hiponatremia. Beberapa kondisi yang diketahui dapat menyebabkan hiponatremia adalah:

  • Perubahan hormon. Kekurangan hormon adrenal dapat memengaruhi kinerja kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon yang menjaga keseimbangan kadar air, natrium, dan kalium dalam tubuh. Kadar hormon tiroid yang rendah juga dapat menyebabkan hiponatremia.
  • Diare atau muntah parah dan kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan natrium.
  • Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone (SIADH). Penyakit ini menghasilkan ADH dalam jumlah besar, sehingga membuat tubuh tidak membuang air secara normal melalui urine. Air yang berlebih dalam tubuh akan melarutkan natrium, dan membuat kadarnya menurun.
  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti obat diuretik, antidepresan, serta obat pereda nyeri, dapat memengaruhi hormon atau ginjal dalam menjaga kadar natrium.
  • Kondisi kesehatan tertentu. Gagal jantung, penyakit ginjal, dan sirosis, dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh dan melarutkan natrium, sehingga kadar natrium dalam darah menjadi rendah.
  • Penggunaan obat terlarang seperti ekstasi. Obat golongan amfetamin ini dapat membuat seseorang mengalami hiponatremia parah.

Baca juga: Ini Komplikasi yang Disebabkan oleh Hiponatremia

Selain itu, beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko hiponatremia adalah:

  • Aktivitas fisik. Konsumsi terlalu banyak air saat melakukan olahraga, misalnya maraton, bisa menyebabkan kadar natrium dalam darah menurun.
  • Usia. Lansia dan bayi memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami hiponatremia. Kedua kelompok usia ini kurang bisa mengekspresikan rasa haus dan kurang bisa mengendalikan asupan cairan tubuh.

Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?

Diagnosis hiponatremia diawali oleh wawancara medis, diikuti dengan pemeriksaan fisik pengidap. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa tes darah yang mengukur kadar elektrolit di dalam tubuh, termasuk kadar natrium.

Pada pengidap dengan kadar natrium dalam darah tidak normal, dokter akan memeriksa kadar natrium dalam urine. Hasil tes urine tersebut akan membantu dokter untuk menentukan penyebab hiponatremia. Jika kadar natrium dalam darah rendah tapi tinggi dalam urine, artinya tubuh kekurangan natrium. Sementara jika kadar natrium dalam darah dan urine sama-sama rendah, hal tersebut selain menunjukkan tubuh kekurangan natrium, juga bisa berarti tubuh kelebihan cairan.

Baca juga: Ketahui Metode Terbaik Pengobatan Hiponatremia

Itulah sedikit penjelasan tentang hiponatremia. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!