Kenali Tanda-Tanda Mengidap Bruxism

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali Tanda-Tanda Mengidap Bruxism

Halodoc, Jakarta - Tidur bersama pasangan atau mengadakan sleepover bersama teman terdengar menarik. Namun, hal ini bisa berubah menjadi menyebalkan jika ternyata pasangan atau teman memiliki kebiasaan yang mengganggu selama tidur. Salah satu gangguan tersebut adalah kebiasaan menggemertakan gigi, atau menekan dan menggesekan ke kanan dan ke kiri. Kondisi ini disebut bruxism. Tidak hanya membuat gaduh, kondisi ini jika sudah menjadi kebiasaan juga bisa berbahaya mulai dari kerusakan gigi hingga gangguan rahang.

Di banyak kasus, bruxism kerap terjadi secara spontan saat tidur dan masuk dalam kategori gangguan tidur. Umumnya, orang yang memiliki kebiasaan ini juga memiliki kebiasaan lain yang berkaitan dengan gangguan tidur, seperti mendengkur atau sleep apnea. 

Baca Juga: 6 Kebiasaan Buruk yang Memicu Gigi Sensitif 

Apa yang Menjadi Penyebab Bruxism?

Kebiasaan menggemertakan gigi ini hanya terjadi saat pengidapnya mengalami tekanan besar. Namun, sayangnya belum ditemukan alasan bruxism ini muncul. Para ahli menduga bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan kondisi psikologis, di antaranya adalah:

  • Cemas, stres, marah, frustrasi, atau tegang;

  • Memiliki kepribadian yang agresif, kompetitif, atau hiperaktif.

Sementara itu, kondisi fisik yang menyebabkan bruxism antara lain:

  • Mengalami gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea;

  • Susunan gigi yang kurang rata antara bagian atas dan bagian bawah;

  • Respon terhadap nyeri akibat tumbuh gigi atau sakit telinga pada anak-anak;

  • Efek samping obat-obatan phenothiazine dan beberapa obat antidepresan;

  • Asam lambung naik ke kerongkongan (Gastroesophageal reflux disease/GERD).

  • Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, atau menggunakan narkoba.

Baca Juga: Tidur Anak Tidak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebanya

Kapan Seharusnya Membawa Anak yang Mengalami Bruxism ke Dokter?

Karena kerap dialami oleh anak-anak, kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena bisa mengganggu gigi mereka. Orangtua wajib membawa anak ke dokter jika gejala bruxism menyebabkan kondisi seperti: 

  • Anak mengalami nyeri pada rahang,telinga, dan kepala;

  • Gangguan makan;

  • Insomnia (susah tidur);

  • Gigi terasa lebih sensitif;

  • Enamel gigi mengaus;

  • Muncul retakan pada gigi dan terasa longgar;

  • Muncul lekukan-lekukan di lidah;

  • Mengeluarkan suara yang mengganggu saat tidur;

  • Kesulitan membuka mulut.

Jika anak mengalami beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, penting untuk segera menemui dokter. Buat janji dengan dokter kini lebih mudah dengan aplikasi Halodoc. Tanpa antre, kamu bisa langsung menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan. 

Bagaimana Cara Mengobati Bruxism?

Sebetulnya bruxism tidak memerlukan penanganan khusus. Pengidapnya yang kemungkinan adalah anak-anak bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus seiring mereka tumbuh. Jika mengalami kondisi yang cukup parah, maka disarankan untuk melakukan serangkaian pengobatan. Jenis pengobatan disesuaikan dengan kondisi pengidapnya dan penyebab munculnya bruxism. Cara pengobatannya bisa meliputi: 

  • Penggunaan pelindung mulut (mouth guard) atau behel (splint) untuk meratakan gigi dan merapikan gigi yang longgar;

  • Menggunakan crown gigi untuk memperbaiki susunan dan permukaan gigi, serta mencegah keausan pada gigi;

  • Melakukan terapi meditasi jika disebabkan oleh stres, terapi perilaku untuk mengurangi kebiasaan bruxism, serta terapi biofeedback untuk mengontrol aktivitas otot rahang;

  • Konsumsi obat relaksan otot atau melakukan suntik botox;

  • Pengobatan mandiri dengan mengompres bagian yang terasa sakit dan melakukan pijatan di otot-otot yang sakit.

Baca Juga: Ini Jenis Perawatan Gigi Anak yang Wajib Dilakukan

Referensi:
Kids Health (Diakses pada 2019). Bruxism. 
NHS Choices UK (Diakses pada 2019). Health A-Z. Teeth Grinding (Bruxism). 
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diseases and Conditions. Bruxism (Teeth Grinding).