29 January 2019

Kenapa Kehujanan Bisa Bikin Pilek?

Kenapa Kehujanan Bisa Bikin Pilek?

Penyebab utama pilek sebenarnya bukan karena kehujanan. Pilek adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada hidung dan tenggorokan, seperti human rhinovirus (HRV)adenovirus, human parainfluenza, dan respiratory syncytial.

Pilek Bisa Sembuh Tanpa Penanganan Medis

Pilek bisa sembuh dengan sendirinya (sekitar 7-10 hari) tanpa harus mengonsumsi obat-obatan khusus atau perawatan tertentu. Obat-obatan hanya berfungsi mengurangi gejala yang muncul dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat pilek. Namun jika gejala yang dialami memburuk, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Lantas, apa saja gejala yang timbul saat terserang pilek?

  • Hidung meler.

  • Sakit tenggorokan.

  • Batuk.

  • Tubuh terasa pegal.

  • Sakit kepala ringan.

  • Bersin.

  • Demam ringan.

  • Badan terasa tidak enak (malaise).

  • Kotoran hidung menebal dan berwarna kuning atau kehijauan.

Alasan Kehujanan Bisa Sebabkan Pilek

Pilek setelah kehujanan terjadi akibat suhu yang dingin. Perubahan suhu mendadak saat hujan memaksa tubuh beradaptasi, sehingga energi yang dikeluarkan cukup besar. Perubahan suhu yang ekstrem ini menurunkan daya tahan tubuh dan membuat kamu rentan terserang penyakit.

Virus pilek masuk ke tubuh melalui mulut, mata, atau hidung. Virus ini menyebar melalui droplet di udara saat pengidap batuk, bersin, atau berbicara. Virus pilek juga dapat menyebar saat menyentuh wajah (terutama hidung dan mulut) setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi virus pilek, seperti gagang pintu, handuk, dan mainan.

Baca Juga: Musim Hujan, Ketahui Penyebab Hidung Meler

Berikut faktor yang meningkatkan risiko terjadinya pilek:

  • Usia. Anak berusia kurang dari enam tahun berisiko lebih besar tertular pilek, terutama jika ia menghabiskan waktu di sekolah, tempat bermain, atau tempat penitipan anak.

  • Sistem kekebalan tubuh rendah. Seseorang yang memiliki penyakit kronis dan sistem kekebalan tubuh rendah berisiko lebih besar tertular pilek.

  • Musim hujan. Di Indonesia, anak-anak maupun orang dewasa lebih rentan terkena virus pilek pada musim hujan.

  • Merokok. Perokok lebih berisiko terserang flu dan pilek dibandingkan orang yang tidak pernah merokok.

  • Lingkungan. Jika berada dekat dengan pengidap pilek, kamu berisiko lebih besar tertular virus pilek. Risiko ini meningkat jika kamu jarang mencuci tangan dan tidak menggunakan masker.

Baca Juga: Sering Tertukar, Inilah Bedanya Pilek dan Flu

Penularan pilek bisa dicegah dengan rajin mencuci tangan dan memakai masker ketika berada di tempat yang banyak kerumunan orang. Kamu juga dapat mengonsumsi vitamin secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus pilek. Kamu bisa membeli vitamin menggunakan fitur Apotik Antar yang ada di Halodoc. Kamu hanya perlu memesan vitamin atau obat yang dibutuhkan, lalu tunggu hingga pesanan datang. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!