13 November 2018

Kerap Dialami Atlet, Ini Cara Menangani Dislokasi Jari Kaki

Kerap Dialami Atlet, Ini Cara Menangani Dislokasi Jari Kaki

Halodoc, Jakarta – Dislokasi adalah cedera sendi akibat tulang bergeser dan keluar dari posisi normalnya. Hampir semua bagian tubuh bisa terkena dislokasi. Namun, terdapat area tubuh yang lebih rentan mengalami dislokasi, yaitu area sendi bahu, jari, lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. Kebanyakan kasus ini disebabkan oleh cedera akibat olahraga berlebih dan kecelakaan.

Gejala dislokasi umumnya berupa sendi bengkak, memar, nyeri saat bergerak dan sendi terasa mati rasa saat digerakkan. Dibanding yang lain, orang berusia lanjut, orang yang lahir dengan kondisi ligamen lemah, dan anak-anak yang memiliki aktivitas fisik tinggi berisiko lebih besar untuk terkena dislokasi.

Bagaimana Cara Mengatasi Dislokasi Jari Kaki?

Penanganan dislokasi disesuaikan dengan area tubuh yang terkena dan tingkat keparahan penyakit. Berikut ini pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi dislokasi jari kaki:

  • Mengistirahatkan jari kaki yang terkena dislokasi. Jangan terlalu banyak menggerakkan jari kaki yang cedera dan hindari gerakan yang memicu rasa sakit.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri (seperti ibuprofen) jika dibutuhkan.

  • Mengompres jari kaki dengan air hangat dan es untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri. Gunakan kompres dingin selama 1 - 2 hari pertama terjadinya dislokasi. Setelah rasa sakit dan peradangan membaik, kamu bisa mengompres jari kaki dengan air hangat untuk melemaskan otot-otot yang kencang dan sakit.

  • Melakukan latihan fisik ringan untuk jari kaki. Tujuannya untuk mencegah kekakuan sendi di sekitar jari kaki yang bisa memperparah dislokasi. Pastikan untuk berbicara pada dokter terlebih dulu sebelum melakukan latihan fisik ini.

Selain cara di atas, berikut bentuk pengobatan yang mungkin dilakukan dokter:

  • Reduksi untuk mengembalikan tulang jari kaki ke posisi semula.

  • Imobilisasi. Setelah tulang jari kaki kembali ke posisi semula, dokter akan menghambat pergerakan sendi menggunakan penyangga selama beberapa waktu.

  • Operasi. Tindakan ini dilakukan jika dokter belum mampu mengembalikan tulang jari kaki ke posisi semula. Atau jika pembuluh darah, saraf atau ligamen yang berdekatan dengan jari kaki mengalami kerusakan.

  • Rehabilitasi. Setelah penyangga dilepas, kamu akan menjalani program rehabilitasi untuk memulihkan jangkauan gerak dan kekuatan sendi.

Apakah Dislokasi Bisa Dicegah?

Dislokasi kaki bisa dicegah, yaitu dengan meminimalkan risiko dengan cara berikut ini:

  • Berhati-hati dan waspada saat beraktivitas.

  • Melakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga.

  • Menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas fisik yang rentan membahayakan keselamatan diri, serta saat berolahraga.

  • Berolahraga rutin untuk meningkatkan kebugaran, keseimbangan, dan memperkuat otot-otot tubuh.

  • Memeriksa kesehatan mata secara teratur untuk meminimalkan risiko terjatuh atau terpeleset karena penglihatan buram.

  • Pastikan rumah aman bagi anak untuk bermain, serta ajari Si Kecil tentang perilaku yang aman saat bermain atau beraktivitas.

Komplikasi dislokasi yang perlu diwaspadai adalah kerusakan saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi, otot robek, ligamen dan jaringan penghubung otot dan tulang pada sendi yang cedera, peradangan pada sendi yang cedera, dan meningkatnya risiko cedera kembali pada sendi yang mengalami dislokasi.

Itulah cara menangani dislokasi jari kaki yang kerap dialami atlet. Jika cara di atas belum berhasil mengatasi dislokasi yang kamu alami, segera tanya dokter Halodoc untuk mendapat rekomendasi penanganan yang tepat.  Ibu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: