• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anus Gatal
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anus Gatal

Anus Gatal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
anus-gatal-halodocanus-gatal-halodoc

Pengertian Anus Gatal

Anus gatal atau disebut juga pruritus ani adalah kondisi kulit (dermatologis) yang menyebabkan gatal di daerah anus. Hal ini bisa menjadi gejala umum dari berbagai kondisi.

Rasa gatal yang terletak di dalam atau di sekitar anus sering kali intens dan mungkin disertai dengan sensasi terbakar, kemerahan, atau nyeri. Kondisi tersebut biasanya juga bisa memburuk pada malam hari atau setelah buang air besar. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan perawatan diri, kebanyakan orang bisa sembuh dari anus gatal.

Penyebab Anus Gatal

Terkadang penyebab kondisi ini tidak bisa diidentifikasi. Namun, ada beberapa kemungkinan penyebab yang paling umum, antara lain:

  • Iritasi. Inkontinensia tinja dan diare jangka panjang (kronis) bisa mengiritasi kulit. Selain itu, produk yang digunakan untuk merawat kulit anus juga bisa menjadi penyebab iritasi. Misalnya, sabun mandi atau tisu basah berbahan keras. Mencuci bokong terlalu kasar juga bisa menyebabkan iritasi.
  • Infeksi. Ini termasuk infeksi menular seksual, cacing kremi, dan infeksi jamur.
  • Kondisi kulit. Terkadang anus gatal merupakan akibat dari kondisi kulit tertentu, seperti psoriasis atau dermatitis kontak.
  • Kondisi medis lainnya. Ini termasuk diabetes, penyakit tiroid, wasir, tumor dubur.

Faktor Risiko Anus Gatal

Kondisi anus yang gatal bisa dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang lebih berisiko mengalaminya, yaitu:

  • Berusia antara 40-70 tahun.
  • Laki-laki.

Gejala Anus Gatal

Selain rasa gatal pada anus, masalah kesehatan ini juga bisa menimbulkan gejala berikut:

  • Sensasi terbakar.
  • Rasa nyeri.
  • Kemerahan.
  • Pembengkakan.
  • Borok.
  • Ruam.

Rasa gatal dan iritasi bisa bersifat sementara atau lebih persisten, tergantung pada penyebabnya.

Diagnosis Anus Gatal

Dokter mungkin bisa mendiagnosis penyebab hanya dengan mengajukan pertanyaan tentang gejala, riwayat medis, dan kebiasaan perawatan pribadi pasien. Bila cacing kremi dicurigai, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes cacing kremi. Pasien mungkin juga memerlukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan dubur digital.

Bila penyebab anus gatal tidak jelas atau tidak merespon pengobatan awal, dokter mungkin akan merujuk pasien ke spesialis kulit (dokter kulit). 

Pengobatan Gatal Pada Anus

Pengobatan untuk kondisi ini pertama-tama biasanya berfokus pada kebersihan anus yang baik. Pengidap dianjurkan untuk membersihkan anus secara menyeluruh setelah buang air besar, lalu keringkan area tersebut, dan oleskan bedak tabur tanpa obat. 

Selain itu, pengobatan mungkin juga bisa diresepkan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Berikut obat-obatan untuk mengatasi penyakit ini:

  • Krim dan salep

Hidrokortison yang dijual bebas adalah obat kortikosteroid yang dikombinasikan dengan pereda nyeri anestesi, yang bisa mengatasi kondisi ini secara efektif. Cara menggunakannya yaitu dengan mengoleskan obat pada area yang terkena 2-3 kali setiap hari.

Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa krim topikal capsaicin adalah alternatif yang baik untuk kortikosteroid bila anus gatal bertahan lama (kronis).

  • Obat antibiotik dan antijamur

Dokter mungkin meresepkan obat antibiotik atau antijamur bila ia mencurigai adanya infeksi yang menjadi penyebab gatal pada anus.

  • Injeksi metilen biru

Jika tubuh pasien tidak merespons pengobatan di atas, dokter mungkin akan mengobatinya dengan suntikan metilen biru. Pengobatan ini diberikan dengan cara disuntikkan di bawah kulit di daerah perianal. Metilen biru mampu mengurangi rasa sakit dan gatal dengan mematikan ujung saraf di daerah yang disuntik.

Komplikasi Gatal Pada Anus

Gatal pada anus biasanya menyebabkan dorongan yang kuat untuk menggaruk anus. Hal tersebut bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut dan bisa memperburuk rasa gatal alih-alih meredakannya. Sebab, kulit di area anus sensitif, sedangkan kuku biasanya kuat dan tajam. Menggaruk dengan kuku bisa menyebabkan kerusakan kulit atau infeksi. Jika siklus gatal-garuk berlanjut, hal itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang ekstrem, nyeri, dan sensasi terbakar.

Pencegahan Gatal Pada Anus

Menjalani gaya hidup sehat bisa membantu mencegah gatal pada anus. Berikut gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk mencegah kondisi kulit tersebut:

  • Menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga

Mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan, sehingga terhindar dari diare dan wasir yang bisa menjadi penyebab anus gatal.

  • Mempraktikkan kebiasaan kebersihan yang baik

Hal ini juga bisa membantu mencegah gatal. Praktik kebersihan diri yang baik, termasuk menahan diri dari menggaruk bokong dan menjaga area anus tetap bersih dan kering.

  • Mengenakan pakaian longgar

Mengenakan pakaian longgar berbahan katun yang menyerap keringat bisa meminimalkan iritasi dan kelembapan.

  • Gunakan sabun dan deterjen berbahan ringan

Sebaiknya hindari menggunakan sabun mandi dan deterjen dengan pewarna dan parfum untuk mencegah iritasi kulit yang menyebabkan anus gatal.

Kapan Harus ke Dokter?

Kebanyakan kasus penyakit ini tidak memerlukan perawatan medis. Namun, kamu dianjurkan untuk menemui dokter bila:

  • Gatal pada anus parah atau persisten.
  • Mengalami pendarahan pada anus atau inkontinensia tinja. 
  • Daerah anus tampaknya terinfeksi.
  • Kamu tidak mengetahui apa yang menyebabkan anus gatal terus-menerus.

Gatal pada anus yang tidak kunjung hilang mungkin terkait dengan kondisi kulit atau masalah kesehatan lain yang memerlukan perawatan medis.

Nah, kamu bisa memeriksakan masalah kesehatan yang kamu alami pada dokter dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu di aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa memilih dokter dan waktu kunjungan sesuai kebutuhan. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Anal itching.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Anal Itching (Pruritus Ani).
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Anal Itching