• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cystitis

Cystitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cystitis

Pengertian Cystitis 

Cystitis adalah kondisi ketika kandung kemih mengalami peradangan atau inflamasi. Penyebab umum dari kondisi ini adalah infeksi bakteri. Meski dapat terjadi pada siapa saya, cystitis paling sering terjadi pada wanita.

Hal ini karena ukuran uretra (saluran utama untuk pembuangan urine ke luar tubuh) pada wanita yang lebih pendek dibandingkan dengan pria dan letaknya lebih dekat dengan anus. Hal ini membuat bakteri dari anus lebih mudah berpindah dan masuk ke dalam saluran kemih.

Gejala Cystitis 

Gejala umum cystitis yang perlu diwaspadai adalah:

  • Sensasi terbakar, menyengat, atau sakit saat buang air kecil.
  • Keinginan untuk buang air kecil terus-menerus.
  • Kelelahan dan nyeri otot.
  • Sering buang air kecil, tetapi hanya sedikit yang keluar.
  • Ada rasa sakit atau tekanan di perut bagian bawah.
  • Urine berwarna gelap, keruh, atau berbau menyengat.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Mengalami kram di punggung atau perut.

Pada beberapa kasus, cystitis juga dapat mempengaruhi kondisi mental. Beberapa orang yang berurusan dengan cystitis juga dapat merasa tertekan atau cemas.

Pada anak-anak, mengompol di siang hari (jika biasanya tidak) juga bisa menjadi gejala cystitis. Anak-anak dengan cystitis juga mungkin merasa lemah dan lesu.

Komplikasi Cystitis

Cystitis terkadang dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, terutama ketika bakteri masuk ke ginjal. Ini dapat menyebabkan jenis infeksi yang serius. 

Kondisi lain yang terkait dengan cystitis adalah sindrom iritasi usus besar (IBS), vulvodynia, fibromyalgia, sindrom kelelahan kronis, lupus, serangan panik, dan disfungsi dasar panggul. Ini juga bisa membuat darah muncul di urine.

Penyebab  

Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab cystitis, yaitu:

  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Obat-obatan, misalnya dalam kemoterapi.
  • Efek samping radioterapi.
  • Komplikasi penyakit atau kondisi lain, seperti diabetes, menopause, batu ginjal, atau pembengkakan prostat.
  • Sedang hamil.
  • Iritasi akibat bahan kimia, misalnya sabun yang mengandung parfum.
  • Penggunaan kateter yang berkelanjutan.

Beberapa orang memiliki kondisi yang disebut cystitis interstisial, di mana kandung kemih terus membengkak tetapi tidak ada infeksi yang terdeteksi. Penyebab kondisi ini sulit diketahui dan pengobatannya juga lebih sulit daripada cystitis biasa.

Faktor Risiko Cystitis 

Ada beberapa hal yang dapat membuat risiko cystitis meningkat, yaitu:

  • Mengidap infeksi saluran kemih (ISK) baru-baru ini.
  • Sedang menjalani pengobatan dengan radiasi atau kemoterapi.
  • Sedang menggunakan kateter.
  • Sedang mengidap diabetes, batu ginjal, atau HIV.
  • Mengalami cedera pada tulang belakang.
  • Mengidap kondisi yang mempengaruhi aliran kencing.
  • Menjadi aktif secara seksual (bagi wanita).
  • Sedang hamil.
  • Pembesaran prostat (para pria).

Diagnosis 

Diagnosis penyakit cystitis dilakukan melalui pemeriksaan fisik, termasuk menanyakan gejala dan riwayat penyakit yang dialami. Diagnosis cystitis baru dapat ditetapkan jika pemeriksaan tersebut dilengkapi dengan pemeriksaan lanjutan.

Misalnya analisis sampel urin untuk mendeteksi keberadaan bakteri dalam urine, dan foto Rontgen atau USG guna mencari penyebab lain dari peradangan saluran kemih. Dari sampel urine, juga dapat dilihat biakan atau kultur untuk melihat bakteri penyebab dan menentukan antibiotik yang sesuai.

Pemeriksaan lanjutan lainnya yang memberikan hasil lebih mendetail adalah dengan sistoskopi. Selain untuk melihat kondisi saluran kemih, pemeriksaan dengan memasukkan selang kecil yang dipasang kamera pada ujungnya ini dapat juga dilakukan untuk keperluan biopsi atau pengambilan sampel jaringan saluran kemih guna diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan 

Pengobatan untuk cystitis akan tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Cystitis biasanya mulai membaik dalam 1-2 hari.

Namun, pastikan untuk meminum semua obat sesuai petunjuk. Berapa lama kamu perlu meminumnya tergantung pada kondisi yang dialami, seberapa sering terkena infeksi, dan jenis bakteri penyebab infeksi.

Pada kasus cystitis interstitial, karena penyebabnya tidak diketahui, dokter mungkin merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup seperti:

  • Menghindari makanan pedas dan makanan tinggi kalium.
  • Menghindari rokok dan minum alkohol.
  • Mengikuti pelatihan kandung kemih, untuk mengubah kebiasaan buang air kecil. Bicarakan pada dokter mengenai hal ini.

Jika obat-obatan atau cara lainnya tidak membantu, dokter mungkin merekomendasikan operasi atau pembedahan. Biasanya pada kondisi kronis, untuk memperbaiki masalah struktural. 

Pencegahan  

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cystitis adalah:

  • Jangan menahan keinginan untuk buang air kecil.
  • Menghindari penggunaan sabun mandi atau sabun pembersih organ intim yang mengandung parfum.
  • Mengonsumsi banyak air putih untuk mencegah perkembangbiakkan bakteri dalam kandung kemih.
  • Mengenakan celana dalam berbahan katun yang lembut.
  • Saat membersihkan organ intim, lalukan dengan menyeka dari depan ke belakang (dari Miss V menuju anus).

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala umum infeksi ginjal, yaitu:

  • Nyeri punggung.
  • Demam dan menggigil.
  • Mual dan muntah-muntah.

Segera periksakan diri jika mengalami gejala cystitis. Jika mendapatkan diagnosis cystitis dan diresepkan obat oleh dokter, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. Cystitis: Symptoms, Causes, And Treatments.
Healthline. Diakses pada 2022. What Is Cystitis?
WebMD. Diakses pada 2022. Cystitis.

Diperbarui pada 4 Maret 2022