Emboli

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Emboli

Emboli adalah hambatan pada aliran pembuluh darah dapat berupa gelembung udara atau darah yang menggumpal. Emboli yang muncul pada tubuh manusia dapat mengganggu organ tubuh karena kekurangan oksigen. Gejala pada seseorang yang mengidap emboli dapat berbeda-beda, tergantung pada tipe dan lokasi sumbatan pembuluh darah tersebut.

Organ-organ vital seperti otak, jantung, dan paru-paru, tidak bisa berfungsi dengan baik ketika pasokan oksigen terhambat. Pada otak, emboli menyebabkan stroke. Sedangkan pada paru-paru, emboli menyebabkan embolisme paru. Bukan hanya fungsi organ saja yang terganggu, tetapi juga terlalu lama kekurangan oksigen bisa membuat jaringan organ tersebut rusak secara permanen.

Tubuh setiap manusia memiliki tiga tipe pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Apabila salah satu dari pembuluh darah tersebut tersumbat, maka fungsi dari organ akan mengalami gangguan. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, penyumbatan pembuluh darah yang menggangu fungsi organ dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ tersebut.

 

Faktor Risiko Emboli

Inilah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya emboli:

  • Sedang hamil.

  • Mengalami kegemukan atau obesitas.

  • Merokok.

  • Mengidap penyakit jantung.

  • Berusia di atas 60 tahun.

  • Tidak bergerak atau aktif dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Penyakit Emboli

 

Penyebab Emboli

Berikut adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang mengidap emboli:

  • Lemak. Hal yang menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah karena lemak adalah patah tulang.

  • Gumpalan darah. Terjadinya pembekuan darah, sehingga menyebabkan darah menggumpal.

  • Air ketuban. Cairan ketuban mengalami kebocoran, sehingga menyumbat pembuluh darah.

  • Kolesterol. Timbunan kolesterol menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah.

  • Gelembung udara atau gas juga bisa memasuki aliran darah. Kondisi ini merupakan penyebab kematian utama di antara para penyelam.

 

Gejala Emboli

Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat terjadi akibat emboli pada paru- paru:

  • Sesak napas.

  • Sakit pada dada yang lebih parah ketika bernapas dan batuk.

  • Batuk-batuk, bisa mengeluarkan darah.

  • Berkeringat berlebihan

  • Pusing.

  • Detak jantung yang cepat.

Jika emboli menghambat aliran darah ke otak, gejala-gejala stroke akan terjadi. Emboli berpotensi menghambat aliran darah ke suatu organ secara menyeluruh dan dapat berakibat fatal. Untuk itu, segera ke rumah sakit apabila mengalami gejalanya.

Baca juga: Emboli, Penyakit Langka yang Sulit Dideteksi

 

Diagnosis Emboli

 Diagnosis terhadap emboli dilakukan dengan tes-tes berikut:

  • X-ray dada, perfusi ventilasi (V/Q) scan, CT scan atau angiografi paru-paru akan dilakukan untuk melihat adanya objek yang menyumbat aliran darah.

  • Untuk diagnosis vena yang lebih dalam atau scan otak, stroke, angiografi, doppler ultrasound studies atau impedance plethysmography (IPG) dapat dilakukan untuk melihat arteri yang tersumbat.

  • Tes darah.

  • MRI.

  • Tes fungsi paru-paru dan jantung.

 

Pengobatan Emboli

Pengobatan yang dilakukan pada kondisi emboli sangat bergantung kepada penyebab munculnya penyumbatan, ukuran penyumbatan yang muncul, dan lokasi penyumbatan tersebut. Dapat dengan obat-obatan maupun dengan pembedahan. Beberapa obat yang diberikan untuk pengidap emboli adalah:

  • Antikoagulan, yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah.

  • Trombektomi, yang berfungsi untuk mengangkat gumpalan darah yang ada.

  • Trombolitik, yang berfungsi untuk meleburkan darah yang menggumpal

  • IVC Filter, yang berfungsi untuk menyaring zat asing di pembuluh darah dan mencegah menyebarkan ke organ lain.

Baca juga: Rentan Menyerang Ibu Hamil, Hati-hati Risiko Emboli

 

Pencegahan Emboli

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Menurunkan berat badan.

  • Berhenti merokok.

  • Pola makan sehat.

  • Berolahraga.

  • Hindari kurang aktif bergerak.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Embolism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pulmonary Embolism.
Healthline. Diakses pada 2019. What is the Difference between Thrombosis and Embolism?

Diperbarui pada 4 September 2019