• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Emboli

Emboli

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Emboli

Emboli adalah penyumbatan pada aliran pembuluh darah yang dapat berupa gelembung udara atau darah yang menggumpal. Penyumbatan yang terjadi dapat membatasi bahkan menghentikan aliran darah. Hal ini yang membuat emboli menjadi kondisi yang membahayakan karena dapat memicu kematian. 

Kondisi ini menyebabkan gejala yang berbeda-beda pada pengidapnya. Gejala akan dialami sesuai dengan tipe dan lokasi sumbatan pembuluh yang dialami. Biasanya, emboli dapat memengaruhi beberapa fungsi organ vital, seperti otak, jantung, dan paru-paru.

Emboli yang terjadi pada otak dapat menyebabkan pengidapnya stroke. Penyumbatan pada area paru menyebabkan emboli paru. Selain gangguan fungsi, emboli yang terjadi dalam waktu yang cukup lama membuat organ tersebut mengalami kerusakan secara permanen.

Penyebab Emboli

Berikut ini hal-hal yang menyebabkan seseorang mengidap emboli:

  • Lemak

Fraktur atau keretakan pada tulang panjang, seperti tulang paha, dapat menyebabkan lemak dalam tulang dilepaskan ke dalam aliran darah. Partikel lemak juga dapat muncul setelah seseorang mengalami luka bakar yang parah atau komplikasi dari operasi tulang.

  • Penggumpalan Darah

Darah memiliki kandungan pembekuan alami untuk mencegah perdarahan ketika terjadi luka terbuka. Namun, beberapa gangguan kesehatan, seperti obesitas, kanker, gangguan jantung, hingga kehamilan dapat menyebabkan gumpalan pembekuan darah terbentuk meskipun tidak ada luka yang terbuka. Gumpalan darah yang terbentuk ini dapat mengalir dalam darah dan menyebabkan penyumbatan di bagian tertentu.

  • Kolesterol

Timbunan kolesterol bisa menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah.

  • Udara

Gelembung udara atau gas juga bisa memasuki aliran darah. Kondisi ini merupakan penyebab kematian utama di antara para penyelam. 

  • Cairan Ketuban

Embolisme yang disebabkan cairan ketuban biasa terjadi pada ibu hamil, meskipun kondisi ini sangat jarang terjadi. Hal ini disebabkan oleh masuknya cairan ketuban ke dalam aliran darah ibu ketika menjalani persalinan. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu kesulitan bernapas hingga penurunan tekanan darah.

Faktor Risiko Emboli

Inilah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya emboli:

  • Sedang hamil.
  • Mengalami kegemukan atau obesitas.
  • Merokok.
  • Mengidap penyakit jantung.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Tidak bergerak dalam jangka waktu lama.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
  • Memiliki riwayat operasi atau patah tulang.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes, kanker, hingga stroke. 

Gejala Emboli

Gejala emboli akan disesuaikan dengan terjadinya lokasi penyumbatan. Jika terjadi di sekitar area otak, maka pengidap emboli dapat mengalami stroke. Berikut gejalanya:

  • Lemah pada salah satu sisi tubuh.
  • Wajah yang menjadi lebih turun.
  • Mati rasa pada salah satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara.
  • Kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.

Segera lakukan pemeriksaan dan kunjungi rumah sakit terdekat ketika kerabat atau keluarga mengalami gejala yang berkaitan dengan emboli pada otak atau stroke.

Selain itu, emboli juga dapat terjadi pada bagian paru-paru. Kondisi ini dikenal sebagai emboli paru. Ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap emboli paru, seperti:

  • Napas menjadi lebih pendek secara tiba-tiba.
  • Rasa nyeri yang sangat tajam pada bagian leher, dada, rahang, hingga bagian lengan.
  • Batuk tanpa dahak.
  • Kulit menjadi pucat dan kebiruan.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Keringat berlebihan.
  • Pusing.
  • Napas berbunyi (mengi).

Jangan abaikan keluhan kesehatan yang terkait dengan emboli paru. Segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat. 

Diagnosis Emboli

 Diagnosis terhadap emboli dilakukan dengan beberapa tes, seperti:

  • X-ray dada, perfusi ventilasi (V/Q) scan, CT scan atau angiografi paru-paru akan dilakukan untuk melihat adanya objek yang menyumbat aliran darah.
  • Untuk diagnosis vena yang lebih dalam, maka scan otak, stroke, angiografi, doppler ultrasound studies atau impedance plethysmography (IPG) dapat dilakukan untuk melihat arteri yang tersumbat.
  • Tes darah.
  • MRI.
  • Tes fungsi paru-paru dan jantung.

Pengobatan Emboli

Pengobatan yang dilakukan pada kondisi emboli sangat bergantung kepada penyebab munculnya penyumbatan, ukuran penyumbatan yang muncul, dan lokasi penyumbatan tersebut. Kondisi ini bisa diatasi dengan obat-obatan maupun dengan pembedahan. Beberapa obat yang diberikan untuk pengidap emboli adalah:

  • Obat yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah.
  • Obat yang berfungsi untuk mengangkat gumpalan darah.
  • Obat yang berfungsi untuk meleburkan darah yang menggumpal.
  • Penggunaan IVC Filter, yang berfungsi untuk menyaring zat asing di pembuluh darah dan mencegah menyebarkan ke organ lain.

Tidak hanya menggunakan obat-obatan, emboli juga bisa diatasi dengan tindakan medis tertentu, seperti:

  • Angioplasti. Pembuluh darah yang tersumbat dilebarkan menggunakan gelembung kateter seperti balon di dalam pembuluh darah. Kemudian, tabung yang disebut stent akan diletakkan di dalam pembuluh darah agar tetap terbuka.
  • Embolektomi. Penyebab gumpalan akan diangkat atau diatasi dengan kateter atau operasi terbuka. 

Komplikasi Emboli

Jika tidak diatasi dengan baik, emboli dapat memicu berbagai komplikasi, seperti:

  • Serangan jantung.
  • Hipoksia.
  • Gangguan fungsi organ tubuh.
  • Infeksi.
  • Stroke.
  • Kematian mendadak.

Pencegahan Emboli

Emboli bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Mengonsumsi Makanan Sehat. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dengan lemak tinggi. Sebagai gantinya coba konsumsi makanan yang mengandung serat, dan perbanyak buah dan sayur setiap hari.
  • Batasi Asupan Garam. Cegah emboli dengan membatasi asupan garam setiap hari. Kamu disarankan untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram atau satu sendok teh per harinya.
  • Mengontrol Berat Badan. Obesitas menjadi salah satu faktor pemicu emboli. Sebaiknya kontrol berat badan dengan pola makan yang sehat dan tepat.
  • Olahraga. Dengan rutin berolahraga kamu bisa membuat tubuh tetap sehat. Bahkan kamu juga menurunkan dan mengontrol berat badan untuk cegah emboli.
  • Berhenti Merokok. Jika kamu memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Bukan hanya memicu emboli, merokok dapat memicu penyakit kanker hingga gangguan paru-paru. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What is the Difference between Thrombosis and Embolism?
NHS Choices UK. Diakses pada 2022. Embolism.
Healthgrades. Diakses pada 2022. Embolism.

Diperbarui pada 7 April 2022.