Emboli Paru

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Emboli Paru

Emboli paru adalah kondisi saat arteri pulmonalis tersumbat. Arteri pulmonalis adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju paru-paru. Materi penyumbat arteri pulmonalis biasanya adalah gumpalan darah yang berasal dari kaki, atau bagian tubuh lainnya. Ukuran gumpalan darah yang menyumbat kebanyakan cukup kecil, sehingga tidak membahayakan nyawa. Walau sekecil apapun, gumpalan darah itu tetap bisa merusak paru-paru. Pengidap emboli paru membutuhkan perawatan secepatnya untuk mengurangi risiko kerusakan paru-paru yang dapat berdampak fatal.

 

Faktor Risiko Emboli Paru

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko emboli paru karena gumpalan darah, antara lain:

  • Pernah mengalami penggumpalan darah.

  • Berusia 60 tahun atau lebih.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Kehamilan. Risiko mengalami emboli paru akan meningkat hingga enam pekan pasca melahirkan.

  • Merokok.

  • Riwayat keluarga dengan emboli paru.

  • Mengidap penyakit jantung atau kanker.

Baca juga: Ini Beda Pleuritis dan Emboli Paru

 

Penyebab Emboli Paru

Penyebab emboli paru umumnya terjadi akibat gelembung udara atau gumplan darah yang muncul ada lebih dari satu. Beberapa material yang bisa menyumbat arteri pulmonalis selain gumpalan darah adalah:

  • Gelembung udara.

  • Lemak dari sumsum tulang panjang yang patah.

  • Bagian dari tumor.

  • Air ketuban.

Sebagai salah satu penyebab paling umum terjadinya penyumbatan arteri pulmonalis, gumpalan darah bisa muncul akibat beberapa hal berikut:

  • Darah terlalu mudah menggumpal.

  • Tubuh kurang aktif bergerak.

  • Cedera pada pembuluh darah.

 

Gejala Emboli Paru

Gejala awal emboli paru bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari luasnya bagian paru yang terpengaruh, ukuran gumpalan darah, dan kondisi kesehatan keseluruhan seseorang, khususnya kondisi jantung dan paru-parunya. Gejala umum emboli paru adalah:

  • Batuk. Biasanya yang terjadi adalah batuk kering, tetapi bisa juga mengandung dahak atau darah.

  • Sakit di dada atau punggung bagian atas. Rasa sakit yang dirasakan tajam seperti ditusuk. Kondisi ini akan semakin sakit saat berusaha menarik napas lebih dalam, batuk, makan, dan ketika membungkukkan tubuh. Gejalanya mirip seperti serangan jantung.

  • Sesak napas. Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba dan bisa bertambah buruk.

  • Pingsan.

  • Pusing.

  • Kulit ujung-ujung jari dan bibir membiru.

  • Berkeringat secara berlebihan.

  • Jantung berdetak lebih cepat dan berdebar-debar.

  • Gelisah.

  • Demam.

Baca juga: Merokok Terlalu Dini Bisa Sebabkan Emboli Paru

 

Diagnosis Emboli Paru

Diagnosis untuk emboli paru didapatkan dari pemeriksaan dan tes gejala yang termasuk ECG, X-ray pada dada, tes darah, CT Scan pada dada, atau pindaian paru-paru. Tes darah dilakukan untuk memeriksa masalah gumpalan (D-dimer). Jika tes tidak menghasilkan apa-apa dan emboli paru masih terjadi, X-ray khusus yang dikenal dengan angiography akan dilakukan.

 

Pengobatan Emboli Paru

Tujuan utama dari pengobatan emboli paru adalah untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah yang baru dan agar gumpalan darah yang sudah ada tidak membesar. Ada empat cara penanganan emboli paru, yaitu:

  • Pemberian obat.

  • Saringan pembuluh darah.

  • Operasi.

  • Penggabungan prosedur ultrasound dan obat trombolitik.

Penyumbatan arteri pulmonalis yang tidak diobati dengan benar bisa memicu hipertensi pulmonalis. Hipertensi jenis tersebut adalah kondisi ketika tekanan darah dalam paru-paru dan jantung bagian kanan terlalu tinggi. Jantung akan terus-menerus memompa darah melalui tekanan pembuluh yang tinggi, akibatnya bisa melemahkan otot-otot jantung.

Jika tidak segera diobati, jaringan paru-paru yang tersumbat gumpalan akan mati atau disebut infark paru. Hal ini membuat paru-paru makin sulit untuk menyediakan oksigen untuk seluruh tubuh.

Baca juga: Bisa Komodo Bisa Mengobati Emboli Paru, Benarkah?

 

Pencegahan Emboli Paru

Cegah emboli paru dengan mencegah pembentukan gumpalan darah di kaki (trombosis vena dalam). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penggumpalan darah, yaitu:

  • Mengonsumsi obat antikoagulan sesuai resep dokter.

  • Banyak melakukan aktivitas fisik.

  • Mengangkat kaki lebih tinggi, kapan pun ada waktu luang atau ketika malam hari.

  • Konsumsi air putih yang cukup.

  • Tidak merokok.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan berimbang.

  • Olahraga secara teratur, serta menjaga berat badan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Referensi:
British Lung Foundation. Diakses pada 2019. Pulmonary Embolism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pulmonary Embolism.
Web MD. Diakses pada 2019. Pulmonary Embolism.

Diperbarui pada 4 September 2019