• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Emboli Paru

Emboli Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
emboli-paru-halodoc

Pengertian Emboli Paru

Emboli paru adalah kondisi saat arteri pulmonalis tersumbat. Arteri pulmonalis adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju paru-paru. Materi penyumbat arteri pulmonalis biasanya adalah gumpalan darah yang berasal dari kaki, atau bagian tubuh lainnya. 

Ukuran gumpalan darah yang menyumbat kebanyakan cukup kecil, sehingga tidak membahayakan nyawa. Walau sekecil apa pun, gumpalan darah itu tetap bisa menghambat suplai darah ke organ tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi emboli paru sesegera mungkin agar tidak terjadi dampak serius yang bisa membahayakan nyawa.

Emboli paru merupakan kondisi serius yang bisa menyebabkan:

  • Kerusakan permanen pada paru-paru.
  • Kadar oksigen dalam darah menurun.
  • Kerusakan organ lain di tubuh karena tidak mendapatkan cukup oksigen.

Penyebab Emboli Paru

Penyebab emboli paru biasanya karena adanya gumpalan darah di kaki yang disebut deep vein thrombosis (DVT). Setelah bekuan terbentuk di vena di dalam kaki, ada kemungkinan sebagian bekuan itu pecah dan mengalir melalui darah ke area lain di tubuh, seringkali ke paru-paru.  

Selain itu, beberapa penyebab lain emboli paru yang lebih jarang, antara lain:

  • Gelembung udara.
  • Lemak dari sumsum tulang panjang yang patah.
  • Bagian dari tumor.
  • Air ketuban.

Faktor Risiko Emboli Paru

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko emboli paru karena gumpalan darah, antara lain:

  • Pernah mengalami penggumpalan darah.
  • Berusia 60 tahun atau lebih.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kehamilan dan persalinan. Risiko mengalami emboli paru akan meningkat hingga enam pekan pasca melahirkan.
  • Merokok.
  • Riwayat keluarga dengan emboli paru.
  • Mengidap penyakit jantung atau kanker.
  • Tidak bergerak dalam waktu yang lama, misalnya ketika sedang bed rest, memakai gips atau melakukan perjalanan penerbangan dalam waktu yang lama.
  • Mengonsumsi obat-obatan berbasis hormon, seperti pil KB atau terapi pergantian hormon.

Gejala Emboli Paru

Gejala awal emboli paru bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari luasnya bagian paru yang terpengaruh, ukuran gumpalan darah, dan kondisi kesehatan keseluruhan seseorang, khususnya kondisi jantung dan paru-parunya. 

Gejala umum emboli paru antara lain:

  • Batuk. Biasanya yang terjadi adalah batuk kering, tetapi bisa juga mengandung dahak atau darah.
  • Sakit di dada atau punggung bagian atas. Rasa sakit yang dirasakan tajam seperti ditusuk. Kondisi ini akan semakin sakit saat berusaha menarik napas lebih dalam, batuk, makan, dan ketika membungkukkan tubuh. Gejalanya mirip seperti serangan jantung.
  • Sesak napas. Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba dan bisa bertambah buruk.
  • Pingsan.
  • Pusing.
  • Kulit ujung-ujung jari dan bibir membiru.
  • Berkeringat secara berlebihan.
  • Jantung berdetak lebih cepat dan berdebar-debar.
  • Gelisah.
  • Demam.

Diagnosis Emboli Paru

Untuk mendiagnosis emboli paru, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:

  • Mengamati riwayat kesehatan pengidap, termasuk wawancara medis untuk bertanya tentang gejala dan faktor risiko emboli paru yang dimiliki pengidap
  • Pemeriksaan fisik.
  • Menjalani beberapa tes penunjang, seperti ECG, X-ray pada dada, tes darah, CT Scan pada dada, atau pemindaian paru-paru. Tes darah dilakukan untuk memeriksa masalah gumpalan (D-dimer). Jika tes tidak menghasilkan apa-apa dan emboli paru masih terjadi, X-ray khusus yang dikenal dengan angiography akan dilakukan.

Pengobatan Emboli Paru

Tujuan utama dari pengobatan emboli paru adalah untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah yang baru dan agar gumpalan darah yang sudah ada tidak membesar. Ada empat cara penanganan emboli paru, yaitu:

  • Pemberian obat. Pilihan obat yang bisa diberikan, yaitu antikoagulan atau pengencer darah yang berguna untuk mencegah gumpalan darah membesar dan mencegah pembentukan gumpalan darah baru. Selain itu, dokter juga bisa memberikan trombolitik untuk melarutkan bekuan darah. Dokter mungkin akan memberikan obat ini bila pengidap memiliki gumpalan darah yang besar yang menyebabkan gejala parah atau komplikasi serius.
  • Saringan pembuluh darah. Metode ini bisa digunakan pada orang yang tidak bisa mengonsumsi pengencer darah. Saringan pembuluh darah berguna untuk menyaring gumpalan darah untuk mencegah emboli paru.
  • Operasi. Dokter juga bisa melakukan pengangkatan trombus dengan bantuan kateter menggunakan tabung fleksibel untuk mencapai bekuan darah di paru-paru pengidap.
  • Penggabungan prosedur ultrasound dan obat.

Komplikasi Emboli Paru

Penyumbatan arteri pulmonalis yang tidak diobati dengan benar bisa memicu hipertensi pulmonalis. Hipertensi jenis tersebut adalah kondisi ketika tekanan darah dalam paru-paru dan jantung bagian kanan terlalu tinggi. Jantung akan terus-menerus memompa darah melalui tekanan pembuluh yang tinggi, akibatnya bisa melemahkan otot-otot jantung.

Jika tidak segera diobati, jaringan paru-paru yang tersumbat gumpalan akan mati atau disebut infark paru. Hal ini membuat paru-paru makin sulit untuk menyediakan oksigen untuk seluruh tubuh.

Pencegahan Emboli Paru

Cegah emboli paru dengan mencegah pembentukan gumpalan darah di kaki (trombosis vena dalam). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penggumpalan darah, yaitu:

  • Mengonsumsi obat antikoagulan sesuai resep dokter.
  • Banyak melakukan aktivitas fisik.
  • Mengangkat kaki lebih tinggi, kapan pun ada waktu luang atau ketika malam hari.
  • Konsumsi air putih yang cukup.
  • Tidak merokok.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan berimbang.
  • Olahraga secara teratur, serta menjaga berat badan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila merasakan gejala-gejala emboli paru di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan risiko terjadinya komplikasi. Kamu bisa memeriksakan kesehatan kamu dengan buat janji di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Download Halodoc sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
British Lung Foundation. Diakses pada 2022. Pulmonary Embolism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pulmonary Embolism.
WebMD. Diakses pada 2022. Pulmonary Embolism.
Medline Plus. Diakses pada 2022. Pulmonary Embolism.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Pulmonary Embolism.

Diperbarui pada 8 April 2022.