• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Furosemide
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Furosemide

Furosemide

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
FurosemideFurosemide

Deskripsi Furosemide

Furosemide adalah obat diuretik yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal. Tak hanya itu, obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan gejala seperti sesak napas serta bengkak pada lengan, kaki, dan perut. Furosemide bekerja dengan cara meningkatkan produksi dan aliran urine, sehingga air dan garam berlebih dalam tubuh dapat dikeluarkan.

  • Golongan obat: Diuretik
  • Kategori: Obat resep.
  • Indikasi: Untuk menurunkan tekanan darah tinggi, dan mencegah stroke, serangan jantung, serta gangguan ginjal.
  • Kategori kehamilan dan menyusui: 

Kategori C

Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil.

  • Bentuk obat: Tablet, suntik, dan sirup.

Manfaat Furosemide

Obat ini dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi, dan mencegah stroke, serangan jantung, serta gangguan ginjal. Selain itu, furosemid diberikan untuk mengobati retensi cairan (edema) dan pembengkakan yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif, penyakit hati, atau kondisi medis lainnya. Obat ini bekerja pada ginjal untuk meningkatkan aliran urin.

Furosemide juga dapat digunakan sendiri atau disertai dengan obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah tinggi dapat menambah beban kerja jantung dan arteri. Jika kondisi tersebut berlanjut dalam waktu lama, jantung dan arteri mungkin tidak berfungsi dengan baik. Hal tersebut dapat merusak pembuluh darah otak, jantung, dan ginjal. Semua kondisi tersebut dapat mengakibatkan stroke, gagal jantung, atau gagal ginjal.

Dosis Furosemide

Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena dosis Furosemide pasti berbeda-beda pada setiap orang. Perbedaan dosis itu akan tergantung pada kondisi yang dialami. Untuk anak-anak, dosis perlu dikonsultasikan pada dokter. Namun, dosis umum untuk orang dewasa berdasarkan kondisinya adalah sebagai berikut: 

  • Untuk mengobati edema karena gagal jantung: Dosis awal adalah 40 mg/hari. Dosis dapat diturunkan menjadi 20 mg/hari secara berkala, atau ditingkatkan menjadi 80 mg/hari, jika diperlukan. 
  • Untuk mengobati hipertensi: Dosis awalnya adalah 40-80 mg/hari. Dosis dapat diberikan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat antihipertensi lainnya.

Cara Penggunaan Furosemide

Secara umum, Furosemide harus digunakan sesuai petunjuk dokter dan informasi yang tertera pada kemasan. Dalam penggunaan oral, Furosemide dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Namun, sebaiknya minumlah obat setelah makan, agar penyerapan obat bisa lebih baik. Untuk Furosemide bentuk suspensi, pastikan untuk menggunakan sendok takar yang disediakan pada kemasan obat, agar dosis dapat terukur dengan tepat.

Perhatian Penggunaan Furosemide

Sebelum menggunakan Furosemide, pastikan untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu tentang kondisi medis yang dimiliki, terutama jika memiliki kondisi berikut:

  • Alergi obat furosemide atau obat lainnya.
  • Prediabetes atau diabetes mellitus (DM).
  • Sirosis hati.
  • Gout.
  • Gangguan berkemih.
  • Risiko terjadinya penurunan tekanan darah.
  • Risiko ototoksisitas dengan injeksi yang cepat.
  • Gangguan ginjal dan hati.
  • Kehamilan, laktasi, usia lanjut, dan anak-anak.

Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil.

Efek Samping Furosemide

Furosemide dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Kram otot.
  • Pusing, sakit kepala.
  • Hipotensi.
  • Lemah dan lesu.
  • Gelisah.
  • Gangguan gastrointestinal/perdarahan saluran pencernaan.
  • Gangguan pendengaran dan penglihatan.
  • Mulut kering.
  • Dehidrasi.
  • Aritmia jantung yang serius.
  • Hiponatremia, hipokalemia, hiperurisemia, serta peningkatan kadar enzim hati, kolesterol, dan trigliserida.
  • Reaksi anafilaksis.

Interaksi Furosemide

Penggunaan Furosemid secara bersamaan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan interaksi obat. Berikut beberapa interaksi yang terjadi:

  • Meningkatkan nefrotoksisitas sefalosporin seperti cefalotin, jika digunakan bersamaan dengan OAINS.
  • Meningkatkan ototoksisitas aminoglikosida, jika dikonsumsi bersamaan dengan asam ethacrynic, obat ototoxic lainnya.
  • Peningkatan risiko kardiotoksisitas dengan glikosida jantung, jika digunakan bersamaan dengan antihistamin.
  • Mengurangi kadar serum lithium.
  • Menimbulkan efek hipoglikemia obat antidiabetik.
  • Meningkatkan efek hipotensi, jika digunakan bersamaan dengan MAOIs.
  • Meningkatkan efek hipotensi, jika digunakan bersamaan dengan ACE inhibitor dan angiotensin II receptor antagonist.
  • Meningkatkan efek hiponatremia, jika digunakan bersamaan dengan karbamazepin.
  • Mengurangi efek natriuretik dan hipotensi, jika digunakan bersamaan dengan indometasin.
  • Mengurangi efek diuretik, jika digunakan bersamaan dengan salisilat.

Kontraindikasi Furosemide

Jangan mengonsumsi Furosemide jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap furosemid dan sulfonamide.
  • Anuria.
  • Gagal ginjal.
  • Penyakit Addison.
  • Hipovolemia.
  • Dehidrasi.

Itulah yang perlu diketahui tentang obat furosemide. Jika mendapatkan resep obat dari dokter, kamu bisa cek kebutuhan medis di toko kesehatan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Furosemide (Oral Route)
Medline Plus. Diakses pada 2022. Furosemide
WebMD. Diakses pada 2022. Furosemide – Uses, Side Effects, and More
Drugs. Diakses pada 2022. Furosemide 
NHS. Diakses pada 2022. Furosemide