• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Glossophobia
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Glossophobia

Glossophobia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
glossophobiaglossophobia

Pengertian Glossophobia

Glossophobia bukanlah penyakit berbahaya atau kondisi kronis. Istilah medis ini merujuk pada kondisi rasa takut berbicara di depan umum. Bagi mereka yang mengidap kondisi ini, berbicara di depan kelompok dapat memicu perasaan tidak nyaman dan cemas. Akibatnya, pengidap glossophobia bisa merasakan gemetar tak terkendali, berkeringat, dan detak jantung yang berpacu. Selain itu, pengidapnya juga mungkin memiliki dorongan yang sangat kuat untuk keluar dari ruangan atau menjauh dari situasi yang menyebabkan dirinya stres.

Glossophobia adalah fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial. Gangguan kecemasan melampaui kekhawatiran atau kegugupan sesekali. Kondisi ini menyebabkan ketakutan kuat yang tidak sebanding dengan apa yang dialami atau pikirkan.

Gangguan kecemasan sering memburuk dari waktu ke waktu. Selain itu, kondisi ini juga dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Penyebab Glossophobia

Banyak orang yang sangat takut berbicara di depan umum takut dihakimi, dipermalukan, atau ditolak. Mereka mungkin pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Contohnya seperti memberikan laporan di kelas yang tidak berjalan dengan baik. Selain itu, diminta tampil di tempat tanpa persiapan juga dapat menjadi pengalaman tidak menyenangkan bagi sebagian orang.

Meskipun fobia sosial sering terjadi dalam keluarga, penyebab utama di baliknya hingga saat ini masih belum dapat dipahami. Studi tahun 2002 berjudul The biology of fear- and anxiety-related behaviors melaporkan bahwa pembiakan tikus yang menunjukkan lebih sedikit rasa takut dan kecemasan, menghasilkan keturunan dengan lebih sedikit kecemasan. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk menilai apakah fobia sosial bersifat turun-temurun.

Faktor Risiko Glossophobia

Ada beberapa faktor yang juga diduga kuat dapat meningkatkan risiko terjadinya glossophobia, antara lain: 

  • Sifat bawaan dan riwayat keluarga. Seseorang lebih cenderung memiliki glossophobia ketika anggota keluarga dekat memiliki gangguan kecemasan.
  • Fisiologi otak. Bagian otak yang disebut amigdala mengelola respons rasa takut seseorang, jadi ketika struktur ini terlalu aktif, stres, kecemasan, dan kekhawatiran akan meningkat.
  • Pengalaman hidup. Jika seseorang memiliki serangkaian pengalaman berbicara di depan umum yang negatif, mereka dapat mulai mengembangkan kondisi tersebut.
  • Pengaruh orang tua. Memiliki orang tua yang menunjukkan kecemasan tinggi saat berbicara atau terlalu protektif meningkatkan risiko ini.

Selain itu, pemicu spesifik glossophobia dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun,  pemicu universal adalah gagasan untuk tampil di depan audiens. Sementara itu, pemicu gangguan kecemasan sosial lainnya meliputi: 

  • Pergi ke tempat-tempat di mana mereka diharapkan untuk berbicara secara terbuka atau berinteraksi dengan orang lain, seperti pesta. 
  • Menghadiri hari pertama sekolah. 
  • Memulai pekerjaan baru. 

Gejala Glossophobia

Saat dihadapkan pada keharusan untuk memberikan presentasi, banyak orang mengalami respons kecemasan karena merasa terancam. Hal ini adalah cara tubuh bersiap untuk mempertahankan diri dari ancaman yang dirasakan.

Saat terancam, otak akan memicu pelepasan adrenalin dan steroid. Hal ini menyebabkan kadar gula darah, atau tingkat energi meningkat. Selain itu, pelepasan hormon tersebut juga akan menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Alhasil, tubuh akan mengirimkan lebih banyak aliran darah ke otot. 

Jika dijabarkan, gejala glossophobia dapat meliputi: 

  • Stres, kecemasan, dan kepanikan yang tinggi ketika orang diminta untuk berbicara di depan kelompok besar atau kecil. 
  • Merasa takut penampilan diri sendiri saat di depan orang banyak akan menimbulkan penilaian atau evaluasi negatif dari penonton.
  • Situasi berbicara hampir selalu memancing respons cemas. Respons pada anak-anak dapat berupa tangisan, kedinginan, atau tantrum. 

Diagnosis Glossophobia

Ketakutan berbicara di depan umum adalah fobia sosial. Nah, glossophobia biasanya didiagnosis sebagai jenis gangguan kecemasan sosial yang tidak umum. Studi terbaru menunjukkan bahwa rasa takut berbicara di depan umum adalah ciri umum dari gangguan kecemasan sosial, tetapi juga dapat muncul tanpa tanda-tanda kecemasan sosial lainnya. 

Untuk seseorang yang didiagnosis dengan gangguan kecemasan sosial, profesional kesehatan mental akan melakukan evaluasi psikologis. Evaluasi ini dilakukan menggunakan kriteria dalam edisi kelima Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5) dari American Psychiatric Association.

Selain itu, pengidap glossophobia juga mungkin dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan fisik atau tes laboratorium untuk mencari ketidakberesan dalam kesehatan fisik, yang seringkali akan memeriksa kadar hormon, vitamin, dan darah seseorang.

Pengobatan Glossophobia

Ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan guna mengatasi glossophobia, berikut di antaranya: 

1. Psikoterapi 

Banyak orang dapat mengatasi glossophobia mereka dengan terapi perilaku kognitif. Karena itu, penting untuk melakukan sesi konseling bersama terapis untuk membantu mengidentifikasi akar penyebab kecemasan. Misalnya, seseorang mungkin menemukan kalau dirinya takut diejek daripada berbicara. 

Hal ini dapat dipicu oleh trauma masa kecil ketika diejek sebagai seorang anak. Bersama-sama, pengidap glossophobia dan terapis dapat menjelajahi ketakutan dirinya dan pikiran negatif yang menyertainya. Terapis juga dapat mengajari cara untuk membentuk kembali pikiran negatif apa pun. 

2. Penggunaan obat-obatan

Jika terapi tidak meredakan gejala glossophobia, dokter juga mungkin akan meresepkan salah satu obat yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan. Selain itu, obat beta-blocker juga dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan beberapa gangguan jantung pengidap glossophobia. 

Obat ini juga dapat membantu dalam mengendalikan gejala fisik glossophobia. Penggunaan antidepresan yang digunakan untuk mengobati depresi, juga dapat dipergunakan untuk mengendalikan kecemasan sosial.

Komplikasi Glossophobia

Ketakutan berbicara di depan umum dapat mempengaruhi dan menyebar ke seluruh dimensi kehidupan seseorang. Tanpa penanganan yang tepat, glossophobia dapat menimbulkan komplikasi. Berikut adalah komplikasi tersebut:

  • Tingkat percaya diri yang rendah. 
  • Masalah yang tegas dan jelas dalam komunikasi. 
  • Pesimisme. 
  • Menjadi terlalu sensitif terhadap kritik. 
  • Kurang keterampilan sosial. 
  • Isolasi sosial dan agorafobia yang berpotensi berkembang. 
  • Prestasi buruk di tempat kerja dan sekolah. 
  • Kecanduan dan penggunaan zat. 
  • Ide atau upaya bunuh diri. 

Pencegahan Glossophobia

Dengan persiapan dan ketekunan, seseorang dapat mencegah sekaligus mengatasi rasa takut untuk berbicara di depan umum. Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan: 

  • Ketahui topik yang dibicarakan dengan baik. Sebab, semakin baik kamu memahami apa yang dibicarakan, semakin kecil kemungkinan membuat kesalahan. 
  • Berlatih dengan tekun. Berbicara depan umum memang bukan hal yang mudah, karena itu, penting untuk tekun berlatih. Latih presentasi lengkap beberapa kali. Lakukan di depan beberapa orang yang dianggap nyaman dan mintalah umpan balik mereka. 
  • Tantang kekhawatiran tertentu. Saat kamu takut akan sesuatu, kamu mungkin melebih-lebihkan kemungkinan terjadinya hal buruk. Karena itu, buatlah daftar kekhawatiran spesifik. Kemudian hadapi daftar tersebut secara langsung dengan mengidentifikasi kemungkinan dan hasil alternatif dari setiap kekhawatiran di pikiran. 
  • Bernapas dalam-dalam. Sebelum berbicara depan orang banyak, pastikan untuk bernapas secara dalam. Sebab, hal ini bisa sangat menenangkan. Tarik napas dalam-dalam sebanyak dua kali atau lebih sebelum naik ke podium dan selama pidato. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami beberapa gejala glossophobia setelah berbicara di depan umum, dan gejala tersebut kembali muncul di pidato selanjutnya, segeralah memeriksakan diri ke psikolog.  Tujuannya agar rasa takut dan kekhawatiran yang memicu rasa gugup saat berbicara di depan orang banyak dapat terdeteksi. Nantinya, psikolog akan merekomendasikan jenis pengobatan yang sesuai, tergantung dari tingkat keparahan glossophobia yang dimiliki. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit untuk memeriksakan kondisimu dengan psikolog pilihan. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022. Glossophobia: What It Is and How to Treat It. 
Psycom.net. Diakses pada 2022. Glossophobia (Fear of Public Speaking): Are You Glossophobic?
Choosing Therapy. Diakses pada 2022. Glossophobia (Fear of Public Speaking): Signs, Symptoms, & Treatments. 
Verywell Health. Diakses pada 2022. What Is Glossophobia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Fear of public speaking: How can I overcome it?