Gondongan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gondongan

Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotid (kelenjar yang memproduksi air liur) dan menyebabkan pembengkakan. Kelenjar parotoid terletak tepat di bawah telinga di samping wajah. Itulah mengapa orang yang mengalami gondongan, bagian sisi wajahnya akan terlihat membesar.

 

Faktor Risiko Gondongan

Orang-orang yang berada dalam lingkungan yang terdapat banyak orang, seperti sekolah, kampus atau kantor, berisiko tinggi mengalami gondongan.

 

Penyebab Gondongan

Gondongan merupakan jenis penyakit menular yang umumnya dididap oleh anak-anak. Penyebaran virus gondongan mirip dengan penyebaran virus flu, yaitu melalui air liur yang terkontaminasi. Bila kamu tidak sengaja menghirup percikan air liur dari pengidap gondongan saat ia bersin atau batuk, kamu berisiko tertular gondongan juga.

Penyebaran virus gondongan juga bisa terjadi secara tidak langsung, yaitu melalui media perantara. Misalnya, kamu menggunakan peralatan makan yang sama dengan pengidap gondongan. Di samping itu, apabila pengidap gondongan menyentuh mulut atau hidungnya, lalu tangan mereka yang telah terkontaminasi virus memegang meja makan, kamu pun juga berisiko tertular gondongan bila memegang meja makan tersebut.

Saat terinfeksi, virus gondongan akan masuk ke saluran pernapasan melalui hidung, mulut atau tenggorokan. Kemudian, virus bergerak menuju kelenjar parotid untuk menetap, berkembang biak, dan berinkubasi selama 2-3 minggu.

 

Gejala Gondongan

Selain sisi wajah yang tampak membesar akibat pembengkakan kelenjar parotid, gondongan juga bisa menyebabkan gejala-gejala lainnya, yaitu:

  • Nyeri sendi.

  • Demam tinggi.

  • Mulut kering.

  • Nyeri perut.

  • Hilang nafsu makan.

  • Lelah.

  • Sakit kepala.

Gejala-gejala tersebut sering kali terasa sebelum dan setelah pembengkakan kelenjar parotid terjadi. Biasanya, pengidap juga akan kesulitan menelan dan merasakan nyeri pada sisi wajah.

 

Diagnosis Gondongan

Meskipun bukan tergolong penyakit serius, tapi kamu tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri atau anak ke dokter bila mengalami gejala-gejala gondongan. Pemeriksaan ke dokter ini juga berguna untuk memastikan gejala gondongan yang mirip dengan infeksi lainnya, misalnya radang amandel (tonsillitis). Untuk mendiagnosis gondongan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan suhu tubuh dan mulut untuk melihat kondisi tonsil dan amandel. Selain itu, tes darah juga perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya virus gondongan.

 

Komplikasi Gondongan

Gondongan sangat jarang menyebabkan komplikasi. Namun, bila terjadi, sebagian komplikasi gondongan bisa berakibat serius. Kebanyakan komplikasi gondongan menyebabkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Testis. Gondongan juga bisa menyebabkan pembengkakan pada satu atau kedua testis yang lebih sering dialami oleh remaja laki-laki yang memasukki masa pubertas. Kondisi ini dikenal juga sebagai orkitis. Orkitis terasa menyakitkan, tapi jarang menyebabkan kemandulan.

  • Otak. Infeksi virus seperti gondongan juga bisa menyebabkan radang otak (ensefalitis). Kondisi tersebut bisa menyebabkan masalah neurologis dan mengancam jiwa.

  • Membran dan cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini dikenal juga sebagai meningitis dan bisa terjadi bila virus gondongan menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi sistem saraf pusat.

Baca juga: 6 Penyakit Ini Bisa Terjadi Akibat Komplikasi Gondongan

 

Pengobatan Gondongan

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan gondongan. Pengidap gondongan bisa sembuh jika sistem kekebalan tubuh berhasil melawan infeksi. Sementara sistem kekebalan tubuh melakukan pemulihan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala gondongan, yaitu:

  • Mengompres bagian tubuh yang bengkak dan sakit dengan air hangat.

  • Banyak minum air putih.

  • Istirahat yang cukup.

  • Menghindari minuman yang dapat mengiritasi kelenjar parotid, seperti jus buah.

  • Konsumsi makanan lunak agar terhindar dari rasa sakit akibat mengunyah.

  • Minum obat pereda rasa sakit (seperti parasetamol atau ibuprofen) sesuai dengan resep dokter.

Penyakit gondongan biasa sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Apabila setelah jangka waktu tersebut, gejala gondongan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik atau malah memburuk, segera temui dokter kembali.

Baca juga: Berkumur Air Garam, Efektifkah Obati Gondongan?

 

Pencegahan Gondongan

Gondongan dapat dicegah dengan memberikan imunisasi MMR pada anak. Pemberian vaksin dilakukan saat anak berusia usia 12-18 bulan dan harus diulang sekali lagi ketika dia berusia 6 tahun. Sedangkan bagi orang dewasa yang tidak pernah mendapat vaksin saat kecil, dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan orang lain, dan memakai masker.

Bagi pengidap gondongan, sebaiknya tidak beraktivitas dulu di luar rumah untuk sementara waktu sampai sembuh. Sebab, penyakit ini mudah sekali menular ke orang lain, terutama beberapa hari sebelum kelenjar parotid membengkak hingga beberapa hari setelahnya. Oleh karena itu, biasakan juga untuk menutup mulut dan hidung saat ingin bersin atau batuk, lalu buang tisu tersebut. Setelah itu, cuci tangan sampai bersih. Dengan mencuci tangan, kamu bisa mencegah virus menempel pada media-media lain yang berpotensi tersentuh oleh orang lain yang masih sehat.

Baca juga: Sudah Sembuh, Bisakah Kena Gondongan Lagi?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala gondongan di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Mumps - Symptoms and causes.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Mumps: Symptoms, causes, and treatment.

Diperbarui pada 7 September 2019