• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gondongan
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gondongan

Gondongan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
gondongangondongan

Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi biasanya menyerang kelenjar parotis (kelenjar yang memproduksi air liur) sehingga memicu pembengkakan. Gejala umum saat seseorang mengalami gondongan adalah pembengkakan pada pipi dan rahang.

Penyakit ini perlu diatasi dengan baik karena dapat memicu komplikasi pada pengidapnya, seperti penyebaran infeksi virus pada otak hingga kehilangan pendengaran. Untuk itu, penting mengetahui pencegahan atau pengobatan yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko gondongan.

Penyebab Gondongan

Gondongan merupakan jenis penyakit menular yang umumnya diidap oleh anak-anak. Gondongan disebabkan oleh infeksi virus yang dikenal sebagai paramyxoviruses. Penyebaran virus gondongan mirip dengan penyebaran virus flu, yaitu melalui air liur yang terkontaminasi. Bila kamu tidak sengaja menghirup percikan air liur dari pengidap gondongan saat ia bersin atau batuk, maka kamu berisiko tertular gondongan juga.

Penyebaran virus gondongan juga bisa terjadi secara tidak langsung, yaitu melalui media perantara. Misalnya saat kamu menggunakan peralatan makan yang sama dengan pengidap gondongan. Di samping itu, apabila pengidap gondongan menyentuh mulut atau hidungnya, lalu tangan mereka yang telah terkontaminasi virus memegang meja makan, kamu pun juga berisiko tertular gondongan bila memegang meja makan tersebut.

Saat terinfeksi, virus gondongan akan masuk ke saluran pernapasan melalui hidung, mulut atau tenggorokan. Kemudian, virus bergerak menuju kelenjar parotis untuk menetap, berkembang biak, dan berinkubasi selama 2 hingga 3 minggu.

Faktor Risiko Gondongan

Penyebaran virus penyebab gondongan sangatlah mudah sehingga jika kamu tinggal dalam satu rumah pengidap gondongan, maka kamu berisiko mengalami hal yang serupa. Tidak hanya itu, menggunakan berbagai barang pribadi, seperti alat makan hingga sikat gigi dengan pengidap gondongan juga menjadi faktor risiko gondongan.

Pengidap gondongan dapat menyebarkan virus beberapa saat meskipun belum terjadi pembengkakan hingga lima hari setelah pembengkakan. Jika kamu didiagnosis mengidap gondongan, sebaiknya pastikan kamu melakukan isolasi mandiri di rumah untuk menurunkan risiko penularan dan penyebaran virus penyebab gondongan.

Gejala Gondongan

Gejala utama dari gondongan adalah pembengkakan pada area pipi dan rahang. Hal ini disebabkan terjadi karena adanya pembengkakan pada kelenjar air ludah atau kelenjar parotis yang berada di bawah telinga.

Selain pembengkakan yang terjadi, gondongan juga disertai dengan gejala lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, hingga kehilangan nafsu makan. Umumnya, gejala akan dirasakan sekitar 16 sampai 18 hari setelah terpapar oleh virus penyebab gondongan. 

Namun, nyatanya tidak semua pengidap gondongan mengalami gejala yang serupa. Beberapa pengidap gondongan mengalami gejala yang sangat ringan dan sebagian lagi mengalami gejala yang cukup parah. Bahkan, gejala yang cukup parah bisa menyebabkan gangguan pendengaran. 

Diagnosis Gondongan

Meskipun bukan tergolong penyakit serius, tapi kamu tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri atau anak ke dokter bila mengalami gejala-gejala gondongan. Pemeriksaan ke dokter ini juga berguna untuk memastikan gejala gondongan yang mirip dengan infeksi lainnya, misalnya radang amandel (tonsillitis). 

Untuk mendiagnosis gondongan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan suhu tubuh dan mulut untuk melihat kondisi tonsil dan amandel. Selain itu, tes darah juga perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya virus gondongan.

Pengobatan Gondongan

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan gondongan. Pengidap gondongan bisa sembuh jika sistem kekebalan tubuh berhasil melawan infeksi. Sementara sistem kekebalan tubuh melakukan pemulihan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala gondongan, yaitu:

  • Mengompres bagian tubuh yang bengkak dan sakit dengan air hangat.
  • Banyak minum air putih.
  • Istirahat yang cukup.
  • Menghindari minuman yang dapat mengiritasi kelenjar parotid, seperti jus buah.
  • Konsumsi makanan lunak agar terhindar dari rasa sakit akibat mengunyah.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang memiliki rasa asam.
  • Minum obat pereda rasa sakit sesuai resep yang diberikan dokter.

Penyakit gondongan biasa sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Apabila setelah jangka waktu tersebut, gejala gondongan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik atau malah memburuk, segera temui dokter kembali.

Komplikasi Gondongan

Gondongan sangat jarang menyebabkan komplikasi. Namun, bila terjadi, sebagian komplikasi gondongan bisa berakibat serius. Kebanyakan komplikasi gondongan menyebabkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Testis. Gondongan juga bisa menyebabkan pembengkakan pada satu atau kedua testis yang lebih sering dialami oleh remaja laki-laki yang memasuki masa pubertas. Kondisi ini dikenal juga sebagai orkitis. Orkitis terasa menyakitkan, tapi jarang menyebabkan kemandulan.
  • Otak. Infeksi virus seperti gondongan juga bisa menyebabkan radang otak (ensefalitis). Kondisi tersebut bisa menyebabkan masalah neurologis dan mengancam jiwa.
  • Membran dan Cairan di Sekitar Otak dan Sumsum Tulang Belakang. Kondisi ini dikenal juga sebagai meningitis dan bisa terjadi bila virus gondongan menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi sistem saraf pusat.
  • Kehilangan Pendengaran. Kondisi kehilangan pendengaran bisa dialami pada kedua telinga atau salah satu telinga. Meskipun jarang terjadi, kehilangan pendengaran bisa terjadi secara permanen.
  • Gangguan Jantung. Meskipun jarang terjadi, gangguan irama jantung dan otot jantung perlu diwaspadai pengidap gondongan.

Pencegahan Gondongan

Gondongan dapat dicegah dengan memberikan imunisasi MMR pada anak. Pemberian vaksin dilakukan saat anak berusia usia 12-18 bulan dan harus diulang sekali lagi ketika dia berusia 6 tahun. Sedangkan bagi orang dewasa yang tidak pernah mendapat vaksin saat kecil, dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan orang lain, dan memakai masker.

Bagi pengidap gondongan, sebaiknya tidak beraktivitas dulu di luar rumah untuk sementara waktu sampai sembuh. Sebab, penyakit ini mudah sekali menular ke orang lain, terutama beberapa hari sebelum kelenjar parotis membengkak hingga lima hari setelahnya. 

Biasakan juga untuk menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, lalu buang tisu yang telah digunakan. Setelah itu, cuci tangan sampai bersih. Dengan mencuci tangan, kamu bisa mencegah virus menempel pada media-media lain yang berpotensi tersentuh oleh orang lain yang masih sehat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala gondongan, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat. Apalagi jika gejala tidak membaik dalam waktu tujuh hari dan pengidap gondongan mengalami gejala yang memburuk, seperti:

  • Demam lebih dari 40 derajat celcius. 
  • Kesulitan makan dan minum.
  • Nyeri perut.
  • Pada pengidap laki-laki mengalami nyeri serta pembengkakan pada testis.

Itulah hal yang perlu diwaspadai seputar gejala gondongan. Jangan ragu bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2022. Mumps.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Mumps.
NHS. Diakses pada 2022. Mumps.
Healthline. Diakses pada 2022.Mumps: Prevention, Symptoms, and Treatment.

Diperbarui pada 26 April 2022.