• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hamil Anggur

Hamil Anggur

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
hamil anggur

Pengertian Hamil Anggur

Hamil anggur atau yang dikenal juga sebagai mola hidatidosa adalah kelainan kehamilan yang jarang terjadi. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi dan plasenta tidak berkembang secara normal. Akibatnya, sel-sel abnormal tersebut membentuk sekumpulan kista yang bentuknya menyerupai anggur putih.

Hamil anggur dibagi menjadi dua jenis, yaitu hamil anggur parsial dan hamil anggur lengkap. Pada hamil anggur lengkap, jaringan plasenta tidak normal dan membengkak, serta tampak membentuk kista berisi cairan. Selain itu, tidak ada juga pembentukan jaringan janin. 

Sedangkan hamil anggur parsial, kemungkinan ada jaringan plasenta normal bersama dengan jaringan plasenta tidak normal. Mungkin juga ada janin yang terbentuk, tapi janin tidak mampu bertahan hidup. Gangguan kehamilan tersebut biasanya gugur di awal kehamilan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah hamil anggur dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk terbentuknya jaringan abnormal yang berujung pada kanker. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini memerlukan langkah perawatan sesegera mungkin, sehingga komplikasi dapat dicegah.

Penyebab Hamil Anggur

Penyebab hamil anggur adalah ketidakseimbangan kromosom. Sel manusia mengandung 23 pasang kromosom yang masing-masing terdiri satu kromosom dari ayah dan lainnya dari ibu. Pada hamil anggur lengkap, sel telur kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma, dan semua materi genetik berasal dari ayah. 

Dalam kondisi tersebut, kromosom dari sel telur ibu hilang atau tidak aktif, sehingga kromosom ayah digandakan. Pada hamil anggur parsial atau tidak lengkap, kromosom ibu dalam jumlah tetap, tetapi ayah menyediakan dua set kromosom. Akibatnya, embrio memiliki 69 kromosom, bukan 46.

Faktor Risiko Hamil Anggur

Ada sekitar 1 dari 1000 kehamilan yang didiagnosis sebagai hamil anggur. Berikut beberapa faktor terkait dengan hamil anggur:

  • Usia ibu. Wanita yang hamil di usia di atas 40 tahun atau di bawah 20 tahun berisiko tinggi mengalami hamil anggur.
  • Memiliki riwayat sebelumnya. Seseorang yang sudah pernah mengalami hamil anggur, kemungkinan besar akan mengalaminya lagi di kemudian hari.
  • Mengalami keguguran. Seorang wanita yang mengalami lebih dari dua kali keguguran memiliki risiko tinggi.
  • Tempat tinggal. Risiko hamil anggur lebih tinggi ketika bertempat tinggal di lokasi geografis tertentu, termasuk Filipina, Asia Tenggara, dan Meksiko.

Gejala Hamil Anggur

Hamil anggur pada awalnya terasa mirip seperti kehamilan normal. Namun, setelah beberapa waktu, hamil anggur akan menimbulkan gejala-gejala berikut:

  • Pendarahan vagina dalam tiga bulan pertama kehamilan.
  • Mual dan muntah yang parah.
  • Preeklamsia akibat tingginya tekanan darah saat hamil.
  • Peningkatan ukuran perut yang lebih cepat.
  • Tidak ada detak jantung atau gerakan janin.
  • Ditemukan kista seperti anggur keluar dari vagina.
  • Anemia yang terjadi selama masa kehamilan.
  • Mengalami nyeri parah pada tulang panggul.

Diagnosis Hamil Anggur

Apabila dokter kandungan mencurigai terjadinya hamil anggur, ia akan melakukan sejumlah prosedur, termasuk tes darah dan tes kehamilan untuk mengukur tingkat Human Chorionic Gonadotropin (HCG), yaitu hormon kehamilan dalam darah. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan USG. 

USG dilakukan dengan mengarahkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke jaringan di daerah perut dan panggul. Jika terjadi hamil anggur lengkap, maka USG akan menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Tidak ada embrio atau janin.
  • Tidak ada cairan ketuban.
  • Plasenta kistik tebal sampai memenuhi rahim.
  • Terdapat kista ovarium.

Pengobatan Hamil Anggur

Metode penanganan utama hamil anggur adalah dengan melakukan operasi pengangkatan jaringan abnormal tersebut. Langkah ini dapat dilakukan melalui beberapa prosedur yang meliputi:

  • Kuret. Prosedur ini dilakukan dengan melebarkan serviks agar dokter dapat mengangkat jaringan abnormal dengan alat khusus. Kuret menjadi pilihan terbaik jika pengidap berencana untuk hamil kembali.
  • Histerektomi atau pengangkatan rahim. Prosedur ini hanya dilakukan jika pengidap tidak berencana untuk hamil kembali atau berisiko tinggi mengalami penyakit berbahaya seperti gestational trophoblastic neoplasia (GTN).
  • Pemantauan HCG. Setelah jaringan abnormal diangkat, dokter akan memeriksa kadar HCG pengidap selama 6-12 bulan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada sel-sel abnormal yang kembali tumbuh. Pengidap dianjurkan untuk menunda kehamilan selama  pengobatan berlangsung.

Komplikasi Hamil Anggur

Ketika pengidap tidak segera melakukan langkah perawatan saat menemukan gejalanya, berikut ini sejumlah komplikasi yang bisa saja terjadi:

  • Gestational trophoblastic neoplasia persistent. Jaringan molar yang masih tetap ada dan terus tumbuh setelah prosedur pengangkatan disebut dengan gestational trophoblastic neoplasia (GTN) persistent. Komplikasi ini terjadi pada sekitar 15-20 persen pengidap hamil anggur lengkap dan 5 persen dari pengidap hamil anggur parsial.
  • Choriocarcinoma. Choriocarcinoma adalah GTN yang sudah berkembang menjadi kanker. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada pengidap hamil anggur lengkap.
  • Hamil anggur berulang. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, wanita yang pernah mengalami hamil anggur berisiko tinggi mengalaminya kembali pada kehamilan berikutnya.

Pencegahan Hamil Anggur

Sejauh ini tidak ada cara efektif untuk mencegah terjadinya hamil anggur. Namun, jika pernah mengalami kehamilan ini sebelumnya, kamu dapat menurunkan risikonya dengan menghindari kehamilan selama satu tahun. Lakukan pemeriksaan rutin agar dokter memantau kadar HCG dalam tubuh.

Tujuan prosedur tersebut adalah membantu memastikan tidak ada jejak kehamilan anggur yang tersisa di dalam rahim. Khusus bagi wanita sedang dalam masa kehamilan, disarankan untuk memeriksakan kandungan secara rutin, agar dapat mengetahui tanda awal kelainan yang dialami.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika sedang hamil dan mengalami pendarahan dari vagina, mual dan muntah yang parah, atau keluarnya kista seperti anggur dari vagina, segera tanyakan pada dokter untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Pasalnnya, evaluasi dan pengobatan diperlukan segera untuk mencegah komplikasi.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silahkan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Molar pregnancy – Symptoms and causes.
National Health Service UK. Diakses pada 2022. Molar pregnancy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Molar Pregnancy.