• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hepatomegali

Hepatomegali

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hepatomegali

Hati adalah salah satu organ yang ada dalam tubuh manusia yang terletak pada bagian perut kanan atas. Umumnya, pada orang dewasa ukuran hati sekitar 14 sentimeter dari atas ke bawah. Namun, setiap hati memiliki ukuran berbeda yang disesuaikan dengan jenis kelamin dan ukuran tubuh.

Hati memiliki fungsi yang cukup penting dan jika tidak dijaga dengan baik, hati dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan, salah satunya hepatomegali. Penyakit ini diakibatkan pembesaran ukuran organ hati yang melebihi ukuran normalnya. Hepatomegali bukan hanya sebuah penyakit yang perlu diwaspadai, kondisi ini juga bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan kesehatan lainnya dalam tubuh.

Penyebab Hepatomegali

Ada berbagai hal yang bisa memicu seseorang mengalami hepatomegali, seperti:

  • Peradangan atau Perlemakan Hati

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa pemicu, seperti mengalami obesitas, infeksi hepatitis B dan C, alkohol, penggunaan obat tertentu, penyakit autoimun, sindrom metabolik, peningkatan kolesterol dan gula darah, dan kelainan genetik yang menyebabkan lemak, protein, serta zat lain yang menumpuk. 

  • Adanya Pertumbuhan yang Tidak Biasa

Pembesaran hati bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak biasa, seperti adanya penyakit kanker hati, kista pada hati, dan tumor ganas (sel kanker) yang menyebar ke bagian hati. 

  • Gangguan pada Aliran Darah

Gangguan pada aliran darah bisa terjadi akibat gagal jantung, adanya penyumbatan pembuluh darah, dan penyakit vena oklusif.

Faktor Risiko Hepatomegali

Selain penyebab, hepatomegali bisa disebabkan akibat beberapa faktor pemicu, seperti:

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Mengalami infeksi yang tidak membaik yang disebabkan oleh bakteri, parasit, atau virus.
  • Mengonsumsi obat-obatan tidak sesuai dengan anjuran dan saran dokter.
  • Mengonsumsi suplemen herbal.
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak atau gula tambahan.

Gejala Hepatomegali

Ada beberapa gejala yang perlu kamu waspadai sebagai tanda dari hepatomegali, seperti:

  • Mengalami penyakit kuning.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan terus menerus.
  • Kulit terasa gatal.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri perut.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Pembengkakan pada bagian kaki.
  • Lebih mudah mengalami memar.
  • Penurunan berat badan.

Diagnosis Hepatomegali

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mulai dari kondisi perut. Hal ini dilakukan untuk menentukan ukuran, bentuk, hingga tekstur hati. Setelah pemeriksaan fisik, pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan kamu, seperti:

  1. Pemeriksaan Darah. Tes ini dilakukan untuk menentukan kadar enzim hati dan memastikan virus yang menyebabkan pembesaran hati.
  2. Tes Pencitraan. CT Scan, MRI, dan USG dilakukan untuk mendapatkan gambaran hati yang sebenarnya.
  3. Elastografi Resonansi Magnetik. Tes ini dilakukan menggunakan gelombang suara untuk membuat gambaran mengenai hati dan jaringannya.
  4. Biopsi. Biopsi dilakukan untuk mengambil jaringan sampel yang akan diperiksan dalam laboratorium.

Pengobatan Hepatomegali

Pengobatan hepatomegali akan disesuaikan dengan penyebab yang memicu pembesaran hati. Namun, kamu bisa melakukan perawatan di rumah untuk mengontrol hati agar tetap dalam kondisi sehat. 

Berikut ini perawatan yang bisa dilakukan di rumah bagi pengidap hepatomegali:

  • Melakukan pola makan sehat dengan memperbanyak buah dan sayuran.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Perhatikan dosis saat mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Kontrol berat badan.
  • Rutin berolahraga.
  • Berhenti merokok.

Komplikasi Hepatomegali

Jika hepatomegali disebabkan oleh kanker hati, kondisi ini bisa menyebabkan penyebaran ke beberapa bagian tubuh lain. Untuk itu, pastikan kamu melakukan pengobatan dan perawatan sesuai dengan saran dokter. 

Pencegahan Hepatomegali

Kamu bisa mencegah hepatomegali dengan rutin mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Pastikan makanan yang dikonsumsi penuh serat dan gizi. Kamu  juga harus memerhatikan instruksi saat mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen dari dokter.

Jangan lupa untuk mempertahankan berat badan ideal dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memulai rangkaian usaha pencegahan. Selain itu, batasi penggunaan obat anti serangga yang berbahan kimia secara berlebihan, seperti insektisida, khususnya pada ruangan yang tidak memiliki sistem ventilasi yang proporsional. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera kunjungi rumah sakit terdekat ketika gejala hepatomegali kamu rasakan semakin memburuk. Ada beberapa gejala perburukan yang perlu diwaspadai, seperti demam dan penyakit kuning dialami dalam satu waktu, muntah darah, nyeri perut yang semakin memburuk, hingga feses bercampur darah.

Kamu juga bisa bertanya langsung pada dokter untuk menangani gejala di rumah agar tidak semakin memburuk. Caranya download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi: 
Web MD. Diakses pada 2022. Hepatomegaly.
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About an Enlarged Liver.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What Causes Hepatomegaly?
Very Well Health. Diakses pada 2022. What is Hepatomegaly?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hepatomegaly.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Enlarged Liver.

Diperbarui pada 5 Mei 2022.