Hernia Umbilikalis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis adalah suatu kondisi ketika terdapat bagian usus yang menonjol keluar dari pusar. Kondisi ini umumnya dialami oleh bayi dan tidak berbahaya. Meskipun demikian, hernia umbilikalis juga dapat terjadi pada orang dewasa. Hernia umbilikalis umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah bayi berumur satu atau dua tahun, tetapi dapat juga bertahan lebih lama. Jika hernia umbilikalis menetap hingga anak berusia empat tahun, disarankan untuk menjalani prosedur operasi.

 

 

Faktor Risiko Hernia Umbilikalis

Beberapa faktor risiko hernia umbilikalis, antara lain:

  1. Pada bayi:
  • Ras Afrika-Amerika.

  • Bayi prematur.

  • Berat lahir yang rendah.

  1. Pada orang dewasa:
  • Kegemukan atau obesitas.

  • Kehamilan berulang.

  • Kehamilan kembar.

  • Penumpukan cairan dalam rongga perut (asites).

  • Pembedahan pada perut.

  • Batuk kronis.

  • Menjalani cuci darah pada perut (CAPD).

Baca juga: Bayi Alami Hernia Umbilikalis, Apakah Berbahaya?

 

 

Penyebab Hernia Umbilikalis

Penyebab hernia umbilikalis adalah otot perut yang gagal menutup lubang bekas tali pusat dengan sempurna, sesaat setelah bayi lahir. Kegagalan tersebut dapat menyebabkan hernia umbilikalis pada bayi maupun setelah dewasa.

 

 

Gejala Hernia Umbilikalis

Beberapa gejala pada hernia umbilikalis, antara lain:

  • Adanya benjolan pada area pusar.

  • Umumnya tampak saat anak menangis, batuk, tertawa, atau mengejan.

  • Benjolan dapat hilang jika anak tenang atau berbaring

  • Pada anak umumnya tidak menimbulkan nyeri. Namun, pada pengidap dewasa dapat terjadi nyeri perut hebat.

  • Pada keadaan yang serius akibat terjadinya sumbatan usus, anak akan tampak kesakitan, muntah-muntah, benjolan tampak bengkak, dan benjolan berubah warna.

 

 

Diagnosis Hernia Umbilikalis

Dokter akan mendiagnosis hernia umbilikalis dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik untuk melihat apakah hernia dapat masuk kembali ke rongga perut dan menilai adanya sumbatan pada usus yang terdorong keluar, serta melakukan pemeriksaan penunjang seperti sinar X dan USG untuk membantu menilai keadaan hernia.

Baca juga: Cari Tahu 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

 

Pengobatan Hernia Umbilikalis

Pada sebagian besar kasus, hernia umbilikalis akan membaik dengan sendirinya. Jika tidak membaik, pembedahan dapat dilakukan. Beberapa tanda bahwa pembedahan atau tindakan operasi perlu dilakukan, antara lain:

  • Timbul nyeri yang hebat.

  • Hernia berukuran besar.

  • Hernia tidak mengecil setelah anak berusia satu tahun.

  • Hernia tidak menghilang setelah anak berusia 3 atau 4 tahun.

  • Terdapat tanda sumbatan.

 

 

Komplikasi Hernia Umbilikalis

Komplikasi hernia umbilikalis pada bayi dan anak-anak jarang sekali terjadi. Komplikasi yang terjadi umumnya akibat jaringan perut yang keluar terjepit dan tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam rongga perut. Kondisi ini menyebabkan jaringan tersebut rusak dan menimbulkan rasa nyeri. Jika aliran darah ke jaringan tersebut terhenti, dapat terjadi kematian jaringan, yang kemudian akan menyebabkan peradangan dan infeksi di rongga perut (peritonitis).

 

 

Pencegahan Hernia Umbilikalis

Beberapa upaya pencegahan hernia umbilikalis, antara lain:

  • Kurangi berat badan jika mengalami kelebihan berat badan.

  • Hindari untuk memindahkan atau mengangkat benda yang berat.

Baca juga: Selain Obesitas, Ini 6 Faktor Risiko Hernia Umbilikalis

 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Umbilical Hernia.
Healthline. Diakses pada 2019. Umbilical Hernia.
Web MD. Diakses pada 2019. What are Umbilical Hernias?

Diperbarui pada 9 September 2019