halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Advertisement

Hyaluronic Acid

REVIEWED_BY  dr. Caisar Dewi Maulina  
undefinedundefined

DAFTAR ISI

  • Apa Itu Hyaluronic Acid?
  • Studi tentang Hyaluronic Acid
  • Peringatan sebelum Menggunakan Hyaluronic Acid
  • Dosis Hyaluronic Acid
  • Cara Menggunakan Hyaluronic Acid
  • Efek Samping Hyaluronic Acid
  • Interaksi Hyaluronic Acid
  • Kontraindikasi Hyaluronic Acid

Perhatian Penting

1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.

Apa Itu Hyaluronic Acid?

Hyaluronic acid (asam hialuronat) adalah senyawa glikosaminoglikan alami yang ditemukan di berbagai jaringan tubuh, terutama pada kulit, mata, dan jaringan ikat. 

Zat ini bekerja dengan mengikat molekul air (hidrofilik) sehingga mampu menjaga kelembapan jaringan, berfungsi sebagai pelumas dan peredam kejut pada sendi, serta mendukung proses regenerasi sel. 

Dalam penggunaan medis, hyaluronic acid diproduksi melalui ekstraksi jaringan hewan atau fermentasi bakteri untuk digunakan sebagai terapi pengganti cairan sendi, pengobatan mata kering, hingga perawatan luka.

  • Golongan: Suplemen.
  • Kategori: Obat resep dan obat bebas (tergantung sediaan).
  • Manfaat: Menjaga hidrasi jaringan, meredakan nyeri sendi akibat osteoartritis, serta melembapkan kulit. 
  • Digunakan oleh: Dewasa.
  • Hyaluronic Acid untuk ibu hamil: Kategori C. Studi pada hewan menunjukkan efek samping, namun data pada manusia terbatas,  penggunaan hanya jika manfaat medis lebih besar dari risikonya.
  • Hyaluronic Acid untuk ibu menyusui: Belum diketahui apakah zat ini terserap ke dalam ASI, konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan sistemik atau injeksi.
  • Bentuk obat: Cairan tetes mata, suntikan intraartikular, krim/gel topikal, dan suplemen oral.

Studi Tentang Hyaluronic Acid

Studi yang dipublikasikan oleh Gels (2025), menyebut bahwa Asam Hialuronat (Hyaluronic Acid) merupakan komponen utama jaringan kulit yang berfungsi menjaga hidrasi, elastisitas, dan kekencangan kulit. 

Seiring bertambahnya usia, produksi alami HA menurun sehingga memicu kulit kering dan munculnya kerutan, namun zat ini juga berperan aktif dalam mempercepat setiap tahapan proses penyembuhan luka. 

Saat ini, hyaluronic acid telah dikembangkan dalam berbagai inovasi medis dan kecantikan, mulai dari produk anti-penuaan, filler, dan biostimulator kulit, hingga penggunaan perban khusus berbasis hyaluronic acid seperti hidrogel dan membran untuk mengoptimalkan perawatan luka.

Peringatan sebelum Menggunakan Hyaluronic Acid

Sebelum memulai terapi, penting untuk memastikan kondisi fisik pasien mendukung penggunaan zat ini guna menghindari reaksi imun yang tidak diinginkan. 

Berikut adalah beberapa poin peringatan yang perlu diperhatikan:

  • Beritahu dokter jika pasien memiliki riwayat alergi terhadap produk berbahan dasar unggas (terutama untuk sediaan injeksi sendi tertentu).
  • Hindari penggunaan injeksi pada area sendi yang sedang mengalami infeksi kulit atau peradangan hebat.
  • Jangan menggunakan lensa kontak saat meneteskan sediaan mata, kecuali jika label produk menyatakan aman.
  • Waspadai penggunaan pada pasien dengan gangguan sirkulasi darah atau limfatik di area tungkai.

Kamu bisa cari tahu juga mengenai Sodium Hyaluronate – Dosis, Manfaat, dan Efek Samping. 

Dosis Hyaluronic Acid

Penentuan dosis sangat bergantung pada sediaan yang digunakan serta tujuan klinis yang ingin dicapai oleh tenaga kesehatan. 

Dosis maksimal 200 mg per hari dengan durasi penggunaan maksimal 12 bulan. 

Cara Menggunakan Hyaluronic Acid

Penggunaan yang tepat akan memastikan zat aktif terserap secara optimal dan memberikan efek pelumasan yang maksimal pada jaringan target. Berikut adalah instruksi penggunaannya:

  • Untuk tetes mata, pastikan ujung botol tidak menyentuh permukaan mata atau benda lain guna menjaga sterilitas.
  • Untuk sediaan suntik sendi, prosedur hanya boleh dilakukan oleh dokter ahli atau tenaga medis profesional dalam lingkungan yang steril.
  • Pastikan area kulit bersih sebelum mengoleskan sediaan topikal untuk mencegah infeksi sekunder.

Efek Samping Hyaluronic Acid

Walaupun secara umum aman karena identik dengan zat alami tubuh, hyaluronic acid tetap dapat memicu reaksi tertentu pada beberapa pasien.

Efek samping umum antara lain:

  • Memar yang tidak biasa. 
  • Perdarahan spontan (mimisan, gusi berdarah). 

Kamu bisa simak selengkapnya, 7 Manfaat Kandungan Hyaluronic Acid pada Skincare. 

Interaksi Hyaluronic Acid

Penggunaan hyaluronic acid dengan obat lain dapat memicu interaksi dalam tubuh. 

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan hyaluronic acid, terutama jika kamu sedang menjalani terapi pengobatan tertentu. 

Kontraindikasi Hyaluronic Acid

Hyaluronic acid tidak boleh digunakan pada individu dengan kondisi medis tertentu untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih berat.

  • Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap hyaluronic acid atau komponen tambahan dalam produk.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter di Halodoc, jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan lain seputar masalah kesehatan. 

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
Gels. Diakses pada 2025. Hyaluronic Acid and Skin: Its Role in Aging and Wound-Healing Processes
Healthline. Diakses pada 2025. 7 Surprising Benefits of Hyaluronic Acid.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Hyaluronic Acid.
WebMD. Diakses pada 2025. Hyaluronic Acid.

TRENDING_TOPICS

VIEW_ALL
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp