
DAFTAR ISI
- Apa Itu Isoniazid?
- Merek Dagang Isoniazid
- Studi tentang Isoniazid
- Peringatan sebelum Menggunakan Isoniazid
- Dosis Isoniazid
- Cara Menggunakan Isoniazid
- Efek Samping Isoniazid
- Interaksi Isoniazid
- Kontraindikasi Isoniazid
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Isoniazid?
Isoniazid adalah antibiotik antituberkulosis lini pertama dengan kandungan isoniazid yang digunakan untuk terapi tuberkulosis aktif (TB) dan juga pencegahan TBC laten pada kelompok tertentu.
Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis asam mikolat (komponen penting dinding sel Mycobacterium tuberculosis), sehingga pertumbuhan bakteri terhenti dan bakteri dapat mati.
- Golongan: Antituberkulosis.
- Kategori: Obat keras.
- Manfaat: Mengobati TBC atau mencegah TBC berkembang pada infeksi laten sesuai indikasi klinis.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak (dengan penyesuaian dosis berbasis berat badan).
- Isoniazid untuk ibu hamil: Kategori C. Dapat digunakan bila ada indikasi, berdasarkan penilaian dan rekomendasi dokter.
- Isoniazid untuk ibu menyusui: Kandungan obat dapat terserap ke dalam ASI. Obat hanya bisa digunakan berdasarkan rekomendasi dokter.
- Bentuk obat: Tablet.
Merek Dagang Isoniazid
Berikut ini merek dagang Isoniazid:
- Isoniazid 300 mg 10 Tablet. Obat antituberkulosis yang digunakan sebagai bagian dari terapi TBC untuk membunuh kuman Mycobacterium tuberculosis, biasanya diminum sekali sehari sesuai anjuran dokter.
- Isoniazid 100 mg 10 Tablet. Merupakan obat TBC yang mengandung isoniazid dosis lebih rendah, umumnya digunakan pada anak atau sebagai penyesuaian dosis berdasarkan berat badan dan kondisi pasien.
- Pro TB-4 28 Tablett. Obat kombinasi antituberkulosis yang mengandung beberapa zat aktif untuk mengobati TBC tahap awal, sehingga membantu meningkatkan efektivitas terapi dan mencegah resistensi obat.
Studi tentang Isoniazid
Menurut studi yang dipublikasikan oleh Journal of Biomedicine and Translational Research (2025), Isoniazid (INH) adalah salah satu obat utama yang digunakan untuk mengobati TBC, baik TBC aktif maupun TBC laten.
Obat ini bekerja dengan membunuh kuman penyebab TBC dan relatif aman jika digunakan sesuai anjuran dokter.
Namun, bila kuman TBC menjadi kebal terhadap Isoniazid, efektivitas pengobatan bisa menurun sehingga terapi TBC menjadi lebih sulit dan membutuhkan pengobatan lain.
Peringatan sebelum Menggunakan Isoniazid
Perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum menggunakan Isoniazid:
- Hindari mengonsumsi Isoniazid jika seseorang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat.
- Beri tahu dokter jika kamu mengidap penyakit liver, penyakit ginjal, neuropati perifer, diabetes, HIV/AIDS, epilepsi, psikosis, dan kecanduan alkohol.
- Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk suplemen dan obat herbal.
- Beri tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui.
Cari tahu lebih lanjut mengenai TB Paru, Ini Penyebab Gejala, dan Cara Mengatasinya.
Dosis Isoniazid
Tuberkulosis Paru
- Dewasa: Dosis biasa 5 mg/kg (hingga 300 mg), setiap hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
- Anak: Dosis biasa 10-15 mg/kg (hingga 300 mg), setiap hari dalam dosis tunggal atau terbagi.
Cara Menggunakan Isoniazid
Berikut ini cara menggunakan Isoniazid:
- Umumnya dianjurkan diminum saat perut kosong (sekitar 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) agar penyerapan optimal, kecuali ada instruksi berbeda karena toleransi kondisi pasien.
- Gunakan sesuai durasi terapi, kepatuhan sangat penting untuk mencegah kegagalan terapi dan resistensi.
- Hindari menggunakan Isoniazid bersama dengan antasida karena dapat mengurangi proses penyerapan.
- Jika diresepkan vitamin B6, pastikan dikonsumsi sesuai anjuran.
Interaksi Isoniazid
Isoniazid dapat memicu interaksi jika digunakan bersama dengan obat lain, seperti:
- Penurunan proses penyerapan Biodiazepine jika digunakan bersama dengan Isoniazid.
- Dapat menurunkan laju ekskresi Abacavir jika digunakan bersama dengan Isoniazid.
- Alkohol, dapat meningkatkan risiko hepatitis dan neuropati yang disebabkan oleh Isoniazid.
Gejala tuberkulosis bisa beragam, namun terdapat beberapa tanda umum yang perlu kamu waspadai. Simak selengkapnya, ini Gejala Tuberkulosis (TBC).
Kontraindikasi Isoniazid
Isoniazid tidak direkomendasikan untuk orang dengan hepatitis atau penyakit hati yang diinduksi oleh obat, epilepsi, dan gangguan ginjal.
Terapi Isoniazid memerlukan pengawasan dokter untuk memastikan manfaat yang diperoleh seimbang dengan risiko yang mungkin timbul.
Apabila kamu mengalami keluhan atau ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam melalui Halodoc.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


