Keracunan Timbal

Pengertian Keracunan Timbal

Timbal adalah logam berat beracun yang terdapat di lingkungan. Timbal merupakan unsur yang berlimpah, penting, dan berbahaya. Sifat timbal tidak bisa diuraikan sehingga mudah terakumulasi di lingkungan dan menimbulkan keracunan.

 

Gejala Keracunan Timbal

Keracunan timbal menyebabkan berbagai gejala. Variasi gejala tergantung jenis timbal, kadar timbal, dan faktor lain dalam individu yang belum diketahui. Gejala keracunan timbal antara lain gangguan perilaku, kesulitan dalam berkonsentrasi, gangguan gerak, sakit kepala, anemia, dan nyeri kolik perut. Keracunan kadar timbal yang tinggi menyebabkan tanda-tanda ensefalopati (kondisi ditandai dengan pembengkakan otak), peningkatan tekanan di dalam tengkorak, delirium (gangguan mental yang ditandai oleh halusinasi), koma, kejang, dan sakit kepala.

Tanda dan gejala paparan timbal dalam waktu yang lama termasuk kehilangan memori jangka pendek, depresi, mual, sakit perut, kehilangan koordinasi, mati rasa, kesemutan di kaki dan tangan, kelelahan, masalah tidur, sakit kepala, pingsan, dan bicara cadel. Anak - anak dengan keracunan kronis umumnya menunjukkan perilaku agresif dan menolak untuk bermain. Wanita hamil yang memiliki kadar timbal darah tinggi berisiko melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).  Paparan jangka panjang pada  orang dewasa dapat mengakibatkan penurunan kognitif. Bayi dan anak-anak sangat sensitif terhadap tingkat timbal yang dapat mengakibatkan masalah perilaku, sulit  belajar, dan menurunkan IQ.

 

Penyebab Keracunan Timbal

Paparan terjadi melalui berbagai cara, seperti terhirup lewat udara, makanan atau minuman yang dikonsumsi, atau kontak kulit. Logam berat termasuk timbal menciptakan radikal reaktif yang merusak struktur sel, termasuk DNA dan membran sel. Timbal juga mengganggu enzim yang membantu dalam sintesis vitamin D dan mengganggu enzim yang menjaga keutuhan membran sel. Oleh karena timah mengganggu keutuhan membran, sel darah merah rusak menjadi lebih rapuh sehingga timbul anemia. Pada otak, keracunan timbal juga menyebabkan hilangnya selubung saraf, pengurangan jumlah saraf, mengganggu transmisi dan pertumbuhan saraf. Timbal juga mengganggu pelepasan neurotransmiter, yaitu bahan kimia yang digunakan oleh saraf untuk mengirim sinyal ke sel lain. Gangguan ini menyebabkan gangguan komunikasi antar sel. Timbal biasanya mengganggu neurotransmitter glutamat yang penting untuk banyak fungsi, seperti belajar.

 

Faktor Risiko Keracunan Timbal

Anak - anak berisiko lebih tinggi untuk keracunan timbal karena tubuh mereka sedang dalam fase tumbuh kembang. Orang yang rentan keracunan timbal antara lain orang yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan timbal dengan berbagai sumber, seperti bensin bertimbal, proses industri seperti peleburan timah dan pembakarannya, tembikar, pembangunan kapal, pengecatan berbasis timbal, pipa timbal, daur ulang baterai, pencetakan buku, dan lainnya.

 

Diagnosis Keracunan Timbal

Diagnosis awal  mencakup riwayat medis, riwayat pekerjaan, dan penentuan tanda-tanda klinis. Pemeriksaan penunjang termasuk pemeriksaan darah. Keracunan timbal dapat dideteksi dengan beberapa jenis pemeriksaan komponen dalam sampel darah. Pemeriksaan penunjang lain yang mungkin diperlukan adalah foto Rontgen untuk melihat kemungkinan adanya benda asing yang mengandung timah.

 

Pengobatan dan Efek Samping Keracunan Timbal

Pengobatan awal meliputi tindakan untuk menjauhi paparan. Jenis pengobatan utama untuk keracunan timbal antara lain terapi kelasi, nano-enkapsulasi antioksidan, dan n-acetylcysteine (NAC). Terapi kelasi dilakukan dengan cara memasukkan obat dalam infus, terapi ini bekerja dengan mengikat logam atau mineral dalam darah untuk kemudian dikeluarkan melalui urine. Agen kelasi yang digunakan untuk keracunan timbal antara lain dimercaprol, succimer dan EDTA (ethylene-diamine-tetraacetic acid). Efek samping terapi kelasi antara lain demam, mual, muntah, sakit kepala, dan kurangnya mineral.

 

Pencegahan Keracunan Timbal

Pencegahan dilakukan dengan sering mencuci tangan serta meningkatkan asupan kalsium dan zat besi. Cegah kebiasaan anak-anak meletakkan tangan (yang mungkin terkontaminasi) di mulut. Kurangi  penggunaan dan keberadaan benda yang mengandung timbal. Pipa rumah yang mengandung timbal diganti untuk menghindari kontaminasi timbal melalui air minum. Air panas mungkin mengandung kadar timbal lebih tinggi dibandingkan air dingin, sehingga lebih baik memakai air dingin untuk kebutuhan rumah tangga.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu sering terpapar bahan yang mengandung timbal dan mengalami gejala yang disebutkan di atas segera cari pertolongan dokter. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.