• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kesehatan Balita

Kesehatan Balita

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
kesehatan-balita-halodoc

Bayi di bawah usia lima tahun atau balita sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Memberikan perawatan kesehatan dan pola makan yang tepat untuk balita bisa membantu Si Kecil untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal. 


Cara Menjaga Kesehatan Balita

Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan balita:

  • Menerapkan Pola Makan yang Sehat

Balita memiliki pola makan yang kecil, sehingga mereka perlu diberi makan beberapa porsi dalam sehari. Ibu perlu menambahkan variasi makanan pada Si Kecil dan pastikan bahwa ia mendapatkan nutrisi yang lengkap setiap harinya. Kelompok makanan utama yang memberikan kombinasi nutrisi yang tepat untuk balita, yaitu: 

  • Buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Makanan bertepung, berbahan dasar sereal, seperti roti, bubur, dan pasta.
  • Produksi susu, seperti susu, keju, dan yogurt.
  • Protein, seperti daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.


Selain itu, berikan balita banyak minum air dan cobalah untuk membatasi makanan dengan kalori kosong dan makanan manis. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak, ibu juga bisa beli suplemen melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Panduan Pemenuhan Gizi Balita Usia 1–3 Tahun


  • Berikan Imunisasi sesuai Jadwal

Imunisasi penting untuk memberikan perlindungan pada balita dari berbagai penyakit menular yang serius, yang beberapa di antaranya bisa mengancam nyawa. Jadi, pastikan ibu memberikan imunisasi pada balita sesuai jadwal.  


  • Pastikan Balita Memiliki Waktu Tidur yang Cukup

Tidur juga merupakan salah satu kebutuhan balita yang wajib untuk dipenuhi. Selain bisa mendukung pertumbuhannya, baik fisik maupun mental, tidur yang cukup juga membantu balita untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, sehingga ia tidak mudah jatuh sakit. Balita disarankan untuk tidur selama 10-13 jam setiap harinya.

Baca juga: Ibu, Waspadai Bahaya Anak yang Kurang Tidur


  • Dorong Si Kecil Tetap Aktif

Kurangnya aktivitas fisik adalah penyebab utama obesitas dan penyakit pada masa kanak-kanak. Jadi, pastikan balita ibu aktif secara fisik setidaknya selama tiga jam setiap hari. 


Ibu bisa mengajak Si Kecil untuk melakukan permainan yang bisa melatih perkembangan fisiknya, seperti permainan yang melibatkan berjalan, berlari dan menari. Sebaiknya batasi waktu balita menonton televisi dan melihat layar lainnya, tidak lebih dari dua jam dalam sehari.


  • Ajarkan Balita Mempraktikkan Kebersihan

Sejak usia dini, orangtua sudah bisa mengajari anak untuk mempraktikkan kebersihan, seperti mencuci tangan secara rutin. Bicarakan pada Si Kecil mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah menyentuh atau bermain dengan hewan peliharaan, dan setelah batuk, bersin atau membuang ingus.


Tentu saja Si Kecil perlu sering diingatkan, namun semua dorongan lembut ke wastafel yang ibu lakukan akan sepadan dengan hasilnya. Mencuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran kuman sehingga dapat menjaga kesehatan balita.


  • Menjaga Kebersihan Gigi Balita

Pertumbuhan gigi tiap anak berbeda-beda, tapi gigi pertama biasanya muncul di usia antara 6-10 bulan, dan saat anak berusia tiga tahun, ke-20 gigi susunya biasanya sudah tumbuh. Penting bagi orangtua untuk mulai menjaga kebersihan gigi balita segera setelah giginya tumbuh.


Sama seperti orang dewasa, balita perlu membersihkan giginya dua kali dalam sehari, yaitu setiap pagi dan sebelum tidur. Ibu bisa mulai mengajarkan anak untuk menyikat giginya sendiri pada usia sekitar dua tahun, namun ibu tetap perlu membantunya dan mengawasi saat Si Kecil membersihkan gigi sampai ia berusia sekitar 8 tahun.

Baca juga: Inilah Tahapan Pertumbuhan Gigi Balita


  • Bantu Balita Memahami Perasaannya

Menurut American Academy of Family Physicians, kesehatan emosional yang buruk bisa melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan kerentanannya terhadap pilek dan penyakit lainnya. Jadi, tingkatkan kesehatan balita dengan membantu ia untuk mengenali dan menghargai perasaannya. 


Banyak orangtua yang seringkali mencoba menenangkan balita mereka dengan berkata, “Tidak apa-apa, jangan takut. Ayo kita pikirkan hal yang lain,” ketika mereka sedang takut atau sedih. Namun, Katja Rowell, M.D., seorang dokter keluarga, menyarankan agar orangtua sebaiknya mulai memberi ruang bagi anak-anak untuk merasakan emosi mereka dan terhubung dengan perasaan mereka. 


Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Jika balita mengalami gangguan kesehatan atau ibu ingin melakukan vaksinasi untuk balita, bisa langsung hubungi dokter atau kunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc.


Referensi:
Parents. Diakses pada 2021. 10 Things Mommy Docs Do to Keep Their Kids Healthy.
Baby Centre. Diakses pada 2021. 10 steps for healthy toddlers.
Raising Children. Diakses pada 2021. Dental care for toddlers.