
Daftar Isi:
- Apa Itu Ketoprofen?
- Manfaat Ketoprofen
- Dosis Ketoprofen
- Efek Samping Ketoprofen
- Interaksi Obat
- Peringatan dan Perhatian
- Penggunaan Ketoprofen pada Kondisi Khusus
- Tips Penggunaan Ketoprofen
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
Apa Itu Ketoprofen?
Ketoprofen merupakan obat golongan anti-inflamasi non steroid yang digunakan untuk migrain, nyeri menstruasi, sakit gigi ataupun demam pada orang dewasa. Ketoprofen bekerja dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2), yang berperan dalam sintesis prostaglandin, mediator utama nyeri dan peradangan, sehingga menghambat pembengkakan serta nyeri yang dirasakan bisa mereda atau membaik.
Manfaat Ketoprofen
Ketoprofen digunakan untuk meredakan berbagai kondisi nyeri dan peradangan, di antaranya:
- Nyeri ringan hingga sedang: sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot.
- Kondisi peradangan: osteoartritis, rheumatoid arthritis, spondilitis ankilosa.
- Nyeri pasca operasi.
Selain itu, ketoprofen efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pada pasien dengan osteoartritis.
Apa saja obat untuk mengatasi sakit gigi? Baca di sini: Ini Rekomendasi 9 Obat Sakit Gigi yang Paling Ampuh
Dosis Ketoprofen
Dosis ketoprofen bervariasi tergantung pada kondisi yang diobati, tingkat keparahan nyeri, dan bentuk sediaan obat. Dosis umum untuk dewasa adalah:
- Nyeri sendi, peradangan musculoskeletal dan sendi, nyeri pasca operasi ortopedi untuk dewasa : 50 mg, 4 kali sehari, dengan dosis maksimal 300 mg/hari.
- Nyeri ringan, sedang dan dismenorea untuk dewasa : 25-50 mg setiap 6-8 jam, sesuai kebutuhan.
Hal yang perlu diingat, ikutilah petunjuk dokter atau informasi pada kemasan obat. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Apa saja obat untuk mengatasi nyeri sendi? Baca di sini: Ini Rekomendasi Terbaik Obat Pereda Nyeri Sendi dan Tulang
Efek Samping Ketoprofen
Seperti obat-obatan lain, ketoprofen dapat menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum meliputi:
- Gangguan pencernaan: mual, muntah, sakit perut, diare, konstipasi.
- Sakit kepala.
- Pusing.
Jika mengalami efek samping yang serius, segera hentikan penggunaan ketoprofen dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Interaksi Obat
Ketoprofen dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, meningkatkan risiko efek samping atau mengurangi efektivitas obat. Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan ketoprofen meliputi:
- Obat antiplatelet (misalnya, aspirin, clopidogrel).
- Obat antikoagulan (misalnya, warfarin).
- Obat kortikosteroid (misalnya, prednison).
- Obat penghambat ACE (misalnya, enalapril).
- Diuretik (misalnya, furosemide).
- Lithium.
- Metotreksat.
Informasikan kepada dokter tentang semua obat yang sedang kamu konsumsi sebelum memulai pengobatan dengan ketoprofen.
Peringatan dan Perhatian
Ketoprofen tidak boleh digunakan oleh orang-orang dengan kondisi berikut:
- Alergi terhadap ketoprofen atau NSAID lainnya.
- Riwayat ulkus peptikum atau perdarahan saluran cerna.
- Penyakit ginjal atau hati yang parah.
- Gagal jantung.
- Wanita hamil (terutama pada trimester ketiga).
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan ketoprofen jika kamu memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain.
Mau tahu obat untuk mengatasi nyeri haid? Baca di sini: Ini 5 Rekomendasi Obat Pereda Nyeri Haid yang Ampuh
Penggunaan Ketoprofen pada Kondisi Khusus
- Kehamilan: Penggunaan ketoprofen pada trimester pertama dan kedua kehamilan sebaiknya dihindari kecuali jika benar-benar diperlukan dan atas rekomendasi dokter. Penggunaan pada trimester ketiga sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan masalah pada janin dan komplikasi saat persalinan.
- Menyusui: Ketoprofen dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan ketoprofen jika Anda sedang menyusui.
- Anak-anak: Ketoprofen tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak di bawah usia 12 tahun, kecuali atas petunjuk dokter. Dosisnya pun harus disesuaikan dengan berat badan dan usia anak.
- Lansia: Lansia lebih rentan terhadap efek samping ketoprofen, terutama gangguan pencernaan dan masalah ginjal. Oleh karena itu, dokter mungkin akan meresepkan dosis yang lebih rendah untuk lansia.
Tips Penggunaan Ketoprofen
- Minum ketoprofen setelah makan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan.
- Gunakan dosis efektif terendah untuk mengurangi risiko efek samping.
- Hindari penggunaan ketoprofen jangka panjang tanpa pengawasan dokter.
- Jika menggunakan ketoprofen krim atau gel, hindari paparan sinar matahari langsung pada area yang diobati.
- Simpan ketoprofen pada suhu ruangan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut setelah mengonsumsi ketoprofen:
- Nyeri dada.
- Sesak napas.
- Sulit menelan.
- Muntah darah.
- Tinja berwarna hitam atau seperti ter.
- Pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
Kesimpulan
Ketoprofen adalah obat yang efektif untuk meredakan nyeri dan peradangan. Gunakan ketoprofen sesuai petunjuk dokter atau informasi pada kemasan obat. Mau tahu lebih jauh mengenai obat ini atau memiliki masalah kesehatan? Konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.


