
DAFTAR ISI
- Apa Itu Levetiracetam?
- Studi Tentang Levetiracetam
- Peringatan Sebelum Menggunakan Levetiracetam
- Dosis Levetiracetam
- Cara Menggunakan Levetiracetam
- Efek Samping Levetiracetam
- Interaksi Levetiracetam
- Kontraindikasi Levetiracetam
Apa Itu Levetiracetam?
Levetiracetam adalah senyawa antikonvulsan yang digunakan sebagai terapi lini pertama atau tambahan dalam mengendalikan berbagai jenis kejang.
Obat ini bekerja dengan cara berikatan pada protein vesikel sinaptik 2A (SV2A) di otak, yang berfungsi menghambat pelepasan neurotransmiter eksitatori sehingga aktivitas listrik berlebih yang memicu kejang dapat diredam.
- Golongan: Antikonvulsan (Antiepilepsi).
- Kategori: Obat resep.
- Manfaat: Digunakan untuk menangani kejang parsial, kejang mioklonik, serta kejang tonik-klonik umum primer pada pasien epilepsi.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak.
- Levetiracetam untuk ibu hamil: Kategori C. Studi pada hewan menunjukkan efek samping terhadap janin, namun studi pada manusia terbatas. Pastikan hanya digunakan jika manfaatnya melebihi risiko.
- Levetiracetam untuk ibu menyusui: Dapat terserap ke dalam ASI, penggunaan harus dikonsultasikan secara ketat dengan dokter atau dipertimbangkan untuk menghentikan menyusui.
- Bentuk obat: Tablet salut selaput dan Sirup (Larutan oral).
Studi Tentang Levetiracetam
Menurut studi berjudul Efficacy and safety of levetiracetam in preventing postoperative seizures in adult patients with brain tumors: a meta-analysis (2025) penggunaan Levetiracetam (LEV) sebagai langkah pencegahan (profilaksis) efektif dalam menurunkan risiko kejang pasca-operasi pada pasien dewasa dengan tumor otak, terutama untuk mencegah kejang pada fase awal (minggu pertama setelah operasi).
Penelitian ini menunjukkan bahwa, LEV memiliki efektivitas yang lebih unggul serta profil keamanan yang lebih baik dengan efek samping yang lebih minim jika dibandingkan dengan obat anti-kejang tradisional seperti Fenitoin dan Valproat.
Meskipun hasilnya positif, para peneliti menekankan perlunya uji klinis acak (RCT) yang lebih berkualitas dan berskala besar untuk memperkuat bukti penggunaan LEV sebagai standar panduan klinis di masa depan.
Peringatan Sebelum Menggunakan Levetiracetam
Berikut adalah beberapa poin peringatan yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Levtiracetam:
- Informasikan riwayat gangguan ginjal, karena dosis perlu disesuaikan berdasarkan nilai creatinine clearance.
- Waspadai adanya riwayat gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau kecenderungan bunuh diri, karena obat ini dapat memicu perubahan perilaku.
- Jangan menghentikan konsumsi obat secara mendadak karena dapat memicu status epileptikus.
- Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat selama penggunaan karena potensi efek kantuk yang signifikan.
Ini Pertolongan Pertama saat Pengidap Epilepsi Alami Kejang.
Dosis Levetiracetam
Penentuan dosis harus dilakukan secara individual oleh dokter dengan mempertimbangkan berat badan, usia, dan respons klinis pasien terhadap obat.
Cara Menggunakan Levetiracetam
Kepatuhan terhadap instruksi penggunaan sangat menentukan keberhasilan terapi dalam mengontrol frekuensi kejang.
Ikuti langkah-langkah penggunaan berikut ini:
- Levetiracetam sebaiknya diminum kapan? Konsumsi obat pada waktu yang sama setiap hari, untuk menjaga kadar obat yang stabil dalam darah.
- Tablet harus ditelan utuh dengan air putih dan tidak boleh dihancurkan atau dikunyah.
- Obat dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan karena makanan tidak memengaruhi absorpsinya secara signifikan.
Efek Samping Levetiracetam
Seperti obat antiepilepsi lainnya, Levetiracetam dapat menimbulkan efek samping yang bervariasi mulai dari tingkat ringan hingga reaksi sistemik yang serius.
Berikut adalah daftar efek samping yang umum ditemukan pada berbagai merek dagang:
- Efek samping umum: Mengantuk (somnolence), pusing, sakit kepala, kelelahan (asthenia), serta peradangan pada saluran napas atas (nasofaringitis).
- Efek samping psikiatri: Perubahan suasana hati, agresi, kecemasan, iritabilitas, dan depresi.
- Efek samping serius: Reaksi alergi berat (angioedema).
Interaksi Levetiracetam
Levetiracetam dikenal memiliki risiko interaksi obat yang rendah karena tidak dimetabolisme oleh enzim sitokrom P450 di hati, namun beberapa interaksi tetap harus diwaspadai:
- Metotreksat: Penggunaan bersamaan dapat menghambat pembersihan metotreksat, yang berisiko meningkatkan toksisitasnya di dalam tubuh.
- Alkohol: Dapat memperburuk efek samping mengantuk dan pusing pada sistem saraf pusat.
- Obat penenang/sedatif: Meningkatkan risiko depresi sistem saraf pusat dan gangguan koordinasi.
Cari tahu lebih jauh mengenai ICD 10 Kejang Demam: Kode, Gejala, dan Penanganan.
Kontraindikasi Levetiracetam
Terdapat kondisi medis tertentu yang membuat penggunaan Levetiracetam tidak diperbolehkan secara mutlak demi keamanan pasien:
- Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi berat terhadap Levetiracetam atau turunan pirolidon lainnya.
- Ibu hamil dan menyusui, lansia, serta anak-anak tanpa pengawasan medis.
Jangan biarkan gejala kejang mengganggu kualitas hidup. Segera lakukan konsultasi dengan dokter mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat dari spesialis saraf.
Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!



