Night Terror

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Night Terror

Night terror adalah gangguan tidur yang ditandai dengan teriakan, ketakutan yang sangat intens, keluarnya keringat, gerakan memukul-mukul, menangis, atau bahkan halusinasi. Saat seseorang tidur dan mengalami mimpi buruk, biasanya ia dapat terbangun dan mengingat pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut.

Hal tersebut tidak terjadi pada kasus night terror. Pengidap night terror sering kali tidak bisa tersadar dengan sendirinya. Ketika setengah sadar pun, bahkan ia tidak dapat mengenali keadaan di sekitarnya dan tidak dapat ditenangkan selama serangan itu masih berlangsung. Serangan night terror biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, tapi episodenya mungkin bisa berlangsung lebih lama.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk

 

Faktor Risiko Night Terror

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya night terror:

  • Kurang tidur.

  • Kelelahan.

  • Stres.

  • Gangguan pernapasan.

  • Demam.

  • Migren.

  • Cedera kepala.

  • Perubahan lingkungan seperti suara dan cahaya.

  • Pengaruh obat-obatan tertentu dapat meningkatkan frekuensi kejadian teror malam pada anak-anak yang rentan mengalami kondisi tersebut.

 

Penyebab Night Terror

Sampai saat ini, penyebab night terror masih belum diketahui secara pasti, tapi fenomena ini dikelompokkan sebagai gangguan tidur atau dalam bahasa medis disebut parasomnia. Kondisi tersebut dikaitkan dengan belum matangnya sistem saraf pusat, dan lebih sering dijumpai pada anak-anak.

Night terror bisa menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Hampir 40 pengidap night terror adalah anak-anak. Namun, pada kasus langka, gangguan tidur ini bisa juga terjadi pada orang dewasa. Night terror umumnya muncul selama 2 jam pertama tidur.

Baca juga: Begini Cara Kerja Otak saat Mengalami Night Terror

 

Gejala Night Terror

Gejala utama night terror adalah satu atau lebih episode terbangun dari tidur dengan berteriak karena panik, dan disertai kecemasan yang hebat, seluruh tubuh bergetar dan hiperaktivitas otonomik seperti jantung berdebar-debar, napas cepat, pupil melebar, dan berkeringat. Episode ini dapat terulang kembali dengan durasi setiap episode sekitar 1-10 menit, dan biasanya terjadi pada sepertiga awal fase tidur malam.

Pengidap relatif tidak bereaksi terhadap berbagai upaya orang lain untuk memengaruhi keadaan teror malamnya. Kemudian, dalam beberapa menit setelah terbangun biasanya pengidap akan mengalami disorientasi dan gerakan-gerakan berulang.

Anak-anak biasanya tidak bisa mengingat apa-apa tentang night terror yang mereka alami di pagi harinya. Namun, orang dewasa mungkin bisa mengingat fragmen mimpi yang mereka alami selama night terror.

 

Diagnosis Night Terror

Untuk memastikan diagnosis night terror, cara yang paling utama adalah dengan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan oleh pengidap. Pemeriksaan lainnya dilakukan hanya untuk menyingkirkan penyebab lainnya.

 

Pengobatan Night Terror

Jika Si Kecil mengalami night terror, orangtua sebaiknya tetap tenang dan jangan mencoba membangunkannya, sebab mereka sebenarnya sedang tidur. Ibu bisa coba memeluk anak jika ia mengizinkannya. Tunggulah beberapa saat dan mereka akan kembali tertidur setelahnya. Selain itu, pastikan tidak ada barang di sekitar yang dapat melukai tubuhnya.

Perlu diketahui bahwa sangat penting untuk menyimpan catatan harian tidur, makan, dan aktivitas Si Kecil. Informasi tersebut dapat membantu kamu mengetahui penyebab anak terkena teror malam.

Baca juga: Cara Mengatasi Bayi yang Alami Night Terror

 

Pencegahan Night Terror

Membuat rutinitas tidur yang menenangkan dapat membantu anak-anak untuk lebih rileks dan menghindarkan mereka dari night terror. Berikut ini beberapa pencegahan yang dapat membantu mengatasi masalah tidur anak:

  • Jangan biarkan anak terlalu lelah. Tetapkan waktu tidur rutin (jam tidur dan bangun) dan tetaplah berpatokan dengan itu, bahkan di akhir pekan. Pastikan Si Kecil mendapatkan jumlah tidur yang dia butuhkan. Anak-anak dapat tidur dengan sangat nyenyak jika jam tidurnya teratur.

  • Lakukan rutinitas yang menenangkan kira-kira satu jam sebelum tidur. Rutinitasnya harus mencakup kegiatan santai, seperti mendengarkan musik lembut, membaca, atau memandikan Si Kecil dengan air hangat. Hindari membiarkan anak menggunakan perangkat elektronik saat mendekati jam tidur. Bila perlu, singkirkan perangkat elektronik dari kamar tidur anak untuk menghindari godaan.

  • Jaga agar kamar tidur tetap sejuk dan nyaman.

  • Jangan ajak anak beraktivitas setelah kamu menyelesaikan rutinitas tidurnya. Saat sudah jam tidur, beri mereka ciuman dan tinggalkan mereka.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Si Kecil mengalami night terror yang mengkhawatirkan dan ibu tidak dapat menemukan penyebab utamanya, atau jika teror malam menyebabkan anak berperilaku berbahaya atau kondisi ini terus bertahan sampai anak berusia remaja dan seterusnya, segera bicarakan dengan dokter.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sleep terrors (night terrors).
Healthline. Diakses pada 2019. Adult Night Terrors: Why They Happen and What You Can Do.

Diperbarui pada 16 September 2019