Night Terror

Pengertian Night Terror

Night terror adalah keadaan menakutkan yang muncul selama tidur, disertai dengan teriakan, keluarnya keringat, gerakan memukul-mukul, menangis, atau bahkan halusinasi.

Saat seseorang tidur dan mengalami mimpi buruk, biasanya dia akan terbangun dan dapat mengingat pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut. Namun, pada kasus night terror, hal itu tidak terjadi. Pengidap night terror jarang bisa tersadar secara spontan. Bahkan ketika setengah sadar pun, ia tidak mengenal keadaan di sekitarnya dan tidak dapat ditenangkan selama serangan itu masih berlangsung. Serangan night terror biasanya hanya terjadi selama beberapa menit, dan pengidap akan tertidur kembali setelahnya.

 

Gejala Night Terror

Night terror memiliki gejala sebagai berikut :

  • Gejala utamanya yaitu satu atau lebih episode terbangun dari tidur dengan berteriak karena panik, dan disertai kecemasan yang hebat, seluruh tubuh bergetar dan hiperaktivitas otonomik seperti jantung berdebar-debar, napas cepat, pupil melebar dan berkeringat.

  • Episode ini dapat berulang dengan durasi setiap episode sekitar 1-10 menit, dan biasanya terjadi pada sepertiga awal fase tidur malam.

  • Pengidap relatif tidak bereaksi terhadap berbagai upaya orang lain untuk mempengaruhi keadaan teror malamnya. Kemudian dalam beberapa menit setelah terbangun biasanya penderita akan mengalami disorientasi dan gerakan-gerakan berulang.

  • Ingatan terhadap kejadian, kalaupun ada sangat minimal (biasanya terbatas pada satu atau dua bayangan yang terpilah-pilah).

 

Faktor Risiko Night Terror

Berikut ini merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya night terror :

  • Kurang tidur

  • Kelelahan

  • Stress

  • Gangguan pernapasan

  • Demam

  • Migren

  • Cedera kepala

  • Perubahan lingkungan seperti suara dan cahaya

  • Pengaruh obat-obatan tertentu dapat meningkatkan frekuensi kejadian teror malam pada anak-anak yang rentan mengalami kondisi tersebut.

 

Penyebab Night Terror

Sampai saat ini penyebab night terror masih belum diketahui secara pasti, tapi fenomena ini dikelompokkan sebagai gangguan tidur atau dalam bahasa medis disebut parasomnia. Parasomnia dikaitkan dengan belum matangnya sistem saraf pusat, dan lebih sering dijumpai pada anak-anak. Night terror cenderung menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Night terror biasanya terjadi pada anak usia prasekolah dan sekolah. Namun pada kasus langka, bisa juga terjadi pada orang dewasa. Night terror umumnya terjadi selama 2 jam pertama tidur.

 

Diagnosis Night Terror

Untuk memastikan diagnosis night terror, cara yang paling utama adalah dengan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan oleh pengidap. Pemeriksaan lainnya dilakukan hanya untuk menyingkirkan penyebab lainnya.

 

Pengobatan Night Terror dan Efek Sampingnya

Jika Si Kecil mengalami night terror, kamu harus berusaha tetap tenang dan jangan mencoba membangunkannya sebab mereka sebenarnya sedang tidur. Kamu bisa coba memeluk anak jika ia mengizinkannya. Tunggu lah beberapa saat dan mereka akan kembali tertidur setelahnya. Selain itu, pastikan tidak ada barang di sekitar yang dapat melukai tubuhnya.

Perlu diketahui bahwa sangat penting untuk menyimpan catatan harian tidur, makan dan aktivitas Si Kecil. Informasi tersebut dapat membantu kamu mengetahui penyebab anak terkena teror malam.

 

Pencegahan Night Terror

Rutinitas tidur yang menenangkan dapat membantu anak-anak untuk rileks dan mencegah mereka dari night terror. Berikut ini beberapa pencegahan yang dapat membantu mengatasi masalah tidur anak:

  • Jangan biarkan anak terlalu lelah. Tetapkan waktu tidur rutin (jam tidur dan bangun) dan tetaplah berpatokan dengan itu, bahkan di akhir pekan. Pastikan Si Kecil mendapatkan jumlah tidur yang dia butuhkan. Anak-anak dapat tidur dengan sangat nyenyak jika jam tidurnya teratur.

  • Lakukan rutinitas menenangkan kira-kira satu jam sebelum tidur. Rutinitasnya harus mencakup kegiatan santai, seperti mendengarkan musik lembut, membaca atau memandikan Si Kecil dengan air hangat. Hindari membiarkan anak menggunakan perangkat elektronik saat mendekati jam tidur. Bila perlu, singkirkan perangkat elektronik dari kamar tidur anak untuk menghindari godaan.

  • Jaga agar kamar tidur tetap sejuk dan nyaman.

  • Jangan ajak anak beraktivitas setelah kamu menyelesaikan rutinitas tidurnya. Saat sudah jam tidur, beri mereka ciuman dan tinggalkan mereka.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Si Kecil mengalami night terror yang mengkhawatirkan dan kamu tidak dapat menemukan penyebab utamanya, atau jika teror malam menyebabkan anak berperilaku berbahaya atau kondisi ini terus bertahan sampai anak berusia remaja dan seterusnya, segera bicarakan dengan dokter. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kamu dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu di sini.