halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Advertisement

Pectin

REVIEWED_BY  dr. Fauzan Azhari SpPD  
undefinedundefined

DAFTAR ISI

  • Apa Itu Pectin?
  • Merek Dagang Pectin
  • Studi Terkait Pectin
  • Peringatan Sebelum Menggunakan Pectin
  • Dosis Pectin
  • Cara Menggunakan Pectin
  • Efek Samping Pectin
  • Interaksi Pectin
  • Kontraindikasi Pectin

Apa Itu Pectin?

Pectin (pektin) dalam dunia medis adalah serat alami yang larut dalam air, biasanya diekstrak dari buah-buahan seperti apel dan jeruk, yang digunakan untuk mendukung kesehatan pencernaan dan sebagai bahan tambahan dalam sediaan obat.

Pektin bekerja dengan cara menyerap air dan membentuk gel di saluran cerna. Karena sifat ini, pektin bermanfaat untuk membantu mengatur konsistensi tinja dan melindungi saluran pencernaan.

Hal lain yang perlu diketahui dari pectin di antaranya: 

  • Golongan: Obat bebas. 
  • Kategori: Suplemen.
  • Manfaat: Membantu mengatasi diare dan menurunkan kadar kolesterol. 
  • Digunakan oleh: Dewasa dan anak usia >6 tahun. 
  • Pectin untuk ibu hamil: Dapat digunakan untuk ibu hamil, namun sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter. 
  • Pectin untuk ibu menyusui: Aman dikonsumsi pada ibu menyusui. 
  • Bentuk obat: Kapsul, suspensi, tablet, dan serbuk. 

Merek Dagang Pectin

Pectin tersedia dalam beberapa merek dagang yang bisa menjadi pilihan untuk kamu, berikut pilihannya: 

  • Diagit 10 Tablet. Digunakan untuk pengobatan simtomatik pada diare non-spesifik. Bekerja dengan cara memberikan efek pelindung tambahan pada dinding usus dan membantu memadatkan feses. 
  • Entrostop 20 Tablet. Dengan kandungan pectin, obat ini dapat digunakan sebagai pengobatan simtomatik pada diare non-spesifik. 
  • Guanistrep Suspensi 60 ml. Adalah obat antidiare dalam bentuk sirup yang bekerja untuk pengobatan simtomatik pada diare non-spesifik. 
  • Opidiar Suspensi 120 ml. Adalah obat antidiare yang diformulasikan untuk meredakan gejala diare non-spesifik. 
  • Neo Kaolana Suspensi 120 ml. Merupakan obat yang mengandung pectin dan dikombinasikan dengan kaolin untuk mengatasi diare tidak spesifik dan bekerja pada saluran pencernaan. 

Selain rekomendasi di atas, Ini 7 Rekomendasi Obat Diare yang Ampuh dan Aman untuk Anak. 

Studi Terkait Pectin

Sebuah studi diterbitkan pada Journal of Molecules MDPI meneliti efektivitas dan kerja kandungan pectin, hasil penelitian menunjukkan: 

  • Pektin, sebagai serat alami dan senyawa bioaktif yang berasal dari dinding sel tanaman, menunjukkan potensi besar dalam membantu pencegahan dan pengelolaan berbagai penyakit tidak menular.  
  • Dengan berbagai manfaat biologis dan farmakologis yang dimilikinya, pektin berpeluang besar untuk terus dikembangkan sebagai bahan pendukung terapi penyakit kronis.

Peringatan Sebelum Menggunakan Pectin

Meskipun pektin berasal dari bahan alami dan dikenal sebagai serat yang aman, penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar manfaat yang diperoleh optimal.

  • Pektin bukan obat utama untuk penyakit tertentu, melainkan terapi pendukung.
  • Gunakan pektin sesuai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan.
  • Konsumsi pektin sebaiknya disertai asupan cairan yang cukup.
  • Hati-hati pada penderita gangguan pencernaan tertentu, seperti penyempitan usus.
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakan pektin.

Dosis Pectin

Dosis pektin dapat berbeda-beda tergantung tujuan penggunaan, usia, dan kondisi kesehatan seseorang.

Dosis umumnya adalah: 

  • Dewasa: 150–450 mg, dikonsumsi setiap setelah buang air besar, dengan durasi pengobatan maksimal 2 hari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 100–200 mg, dikonsumsi setiap setelah buang air besar, dengan durasi pengobatan maksimal 2 hari.

Diare datang tiba-tiba? Ini Obat Diare Alami yang Aman dan Bisa Dicoba di Rumah. 

Cara Menggunakan Pectin

Cara penggunaan yang tepat akan membantu pektin bekerja optimal di saluran pencernaan.

  • Konsumsi pektin setelah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di lambung.
  • Jika berbentuk serbuk, dilarutkan dalam air sesuai petunjuk.
  • Minum air putih yang cukup setelah konsumsi pektin.
  • Jangan mengonsumsi pektin bersamaan dengan obat lain tanpa jeda waktu.
  • Gunakan secara rutin dan konsisten sesuai kebutuhan.

Untuk orang dewasa, Ini 7 Pilihan Obat Diare yang Ampuh untuk Orang Dewasa. 

Efek Samping Pectin

Sebagian besar orang dapat mengonsumsi pektin dengan aman, namun efek samping ringan dapat terjadi terutama bila dikonsumsi berlebihan.

  • Perut kembung.
  • Rasa penuh atau begah.
  • Gas berlebih.
  • Kram perut ringan.
  • Perubahan frekuensi buang air besar

Efek samping umumnya bersifat sementara dan akan berkurang seiring adaptasi tubuh.

Interaksi Pectin

Sebagai serat larut, pektin dapat memengaruhi penyerapan zat lain di dalam tubuh. Interaksi yang perlu diperhatikan:

  • Obat jantung.
  • Antibiotik tertentu.
  • Suplemen mineral (zat besi, kalsium).

Kontraindikasi Pectin

Tidak semua orang dianjurkan menggunakan pektin, terutama bila memiliki kondisi medis tertentu. Pektin sebaiknya tidak digunakan pada:

  • Pasien dengan obstruksi atau penyempitan usus.
  • Riwayat alergi terhadap pektin atau produk turunannya.
  • Gangguan pencernaan berat yang belum terdiagnosis.
  • Kondisi medis tertentu tanpa pengawasan dokter.

Untuk penggunaan jangka panjang atau bila memiliki penyakit tertentu, disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam agar penggunaan pektin aman dan sesuai kebutuhan medis.

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
Journal of Molecules MDPI. Diakses pada 2025. Therapeutic Potential of Pectin and Its Derivatives in Chronic Diseases. 
Healthline. Diakses pada 2025. Pectin: Nutrition, Types, Uses, and Benefits. 
WebMD. Diakses pada 2025. Uses, Side Effects, and More. 

TRENDING_TOPICS

VIEW_ALL
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp