Sindrom Cushing

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Sindrom Cushing

Sindrom Cushing adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh. Kondisi ini juga umum dikenal sebagai hiperkortisolemia dan lebih sering terjadi pada perempuan.

 

Faktor Risiko Sindrom Cushing

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang alami sindrom Cushing. Faktor risiko tersebut, antara lain:

  • Obesitas.

  • Diabetes tipe 2.

  • Kurangnya kontrol kadar gula darah.

  • Tekanan darah tinggi.

Baca juga: 5 Makanan yang Aman untuk Pengidap Sindrom Cushing

 

Penyebab Sindrom Cushing

Kortisol merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, suatu organ yang terletak di atas ginjal. Kortisol merupakan stress hormone. Peningkatan hormon ini dapat disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal yang menyebabkan meningkatnya hormon ini paling sering adalah penggunaan obat kortikosteroid dalam dosis tinggi dan jangka panjang.

Peningkatan kortisol yang disebabkan oleh faktor internal biasanya diawali dengan meningkatnya hormon adrenokortikotropik (ACTH) dalam tubuh, seperti pada tumor hipofisis atau tumor penghasil ACTH. Kondisi ini disebut sebagai penyakit Cushing dan merupakan kondisi medis yang spesifik dan menjadi penyebab Sindrom Cushing.

 

Gejala Sindrom Cushing

Mereka yang mengidap sindrom Cushing dapat terlihat dari gejala-gejala yang muncul, di antaranya sebagai berikut:

  • Wajah terlihat bulat (moon face).

  • Wajah terlihat kemerahan.

  • Naiknya berat badan atau obesitas.

  • Deposit lemak pada tengkuk (buffalo neck).

  • Penipisan kulit yang rentan memar.

  • Jerawat.

  • Kelelahan.

  • Lemah otot.

  • Hipertensi.

  • Meningkatnya gula darah.

  • Depresi dan cemas

  • Osteoporosis.

  • Batu ginjal.

  • Gangguan tidur.

  • Tumbuhnya rambut pada tubuh dan wajah.

  • Pada perempuan, menstruasi yang tidak teratur.

  • Turunnya libido.

  • Gangguan ereksi pada pria.

Baca juga: Pengidap Lupus Lebih Mudah Terkena Sindrom Cushing?

 

Diagnosis Sindrom Cushing

Selain wawancara dan pemeriksaan fisik, dapat dilakukan pemeriksaan penunjang seperti:

  • Tes kortisol bebas dalam 24 jam dengan urine pasien ditampung selama 24 jam, lalu dilakukan pengukuran kadar kortisol dalam urine.

  • Tes supresi deksametason. Pengidap akan diminta untuk minum deksametason dosis rendah pada malam hari, lalu pada pagi hari dilakukan tes darah untuk mengukur kadar kortisol.

  • Kortisol dapat diukur dari sampel air liur yang diambil pada malam hari ketika kadar kortisol seharusnya rendah.

  • CT scan atau MRI dapat dilakukan jika dicurigai adanya tumor pada kelenjar adrenal maupun hipofisis.

  • Pengukuran ACTH. Dokter akan mengambil sampel darah dari sinus petrosus, yakni pembuluh darah di sekitar kelenjar hipofisis.

 

Pengobatan Sindrom Cushing

Sindrom Cushing yang disebabkan oleh penggunaan kortikosteroid yang berlebih tidak membutuhkan penanganan khusus selain penghentian konsumsi kortikosteroid. Namun, jika penyebab medis sindrom Cushing seperti Penyakit Cushing sudah terbukti, maka diperlukan tindakan sesuai penyebab yang mendasarinya.

Misalnya, pada sindrom Cushing yang disebabkan oleh tumor, tindakan pengobatan yang harus dilakukan adalah pembedahan, baik di kelenjar hipofisis maupun adrenal. Usai pembedahan, pasien membutuhkan obat untuk mensubstitusi hormon kortisol secara sementara. Pada beberapa kasus tumor, radioterapi juga bisa dilakukan. Jika bedah dan radioterapi tidak berhasil, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengontrol kadar kortisol.

 

Pencegahan Sindrom Cushing

Untuk mencegah sindrom Cushing yang disebabkan oleh pemakaian obat golongan kortikosteroid adalah dengan menghindari konsumsi obat tersebut dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama. Pemakaian kortikosteroid juga harus sesuai petunjuk dokter dan berada dalam pengawasan dokter.

Baca juga: Orang dengan Faktor Risiko Ini Bisa Kena Sindrom Cushing

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala di atas agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cushing Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2019. Cushing Syndome: Causes and Symptomps.
Web MD. Diakses pada 2019. Cushing’s Syndrome.
Diperbarui pada 22 November 2019.