• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Skoliosis

Skoliosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Pengertian Skoliosis

Skoliosis merupakan kondisi tulang belakang melengkung atau menyamping secara tidak normal. Kebanyakan kasus skoliosis terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas. Kasus ini walaupun tergolong ringan, tetapi tetap harus diwaspadai dan dianjurkan untuk menjalani X-ray agar mengetahui perkembangnya. Gangguan ini dapat terjadi saat mengalami kondisi, seperti cerebral palsy dan distrofi otot, meski secara umum tidak diketahui.

Pengidap skoliosis dewasa jika tulang belakang melengkung semakin parah akan merasakan sulitnya bernapas, timbulnya rasa nyeri, serta kelainan bentuk pada tulang belakang. Jika terus dibiarkan, mungkin saja kelumpuhan dapat terjadi. Maka dari itu, penanganan perlu dilakukan segera saat masalahnya masih dalam tahap ringan untuk mencegah berbagai komplikasi yang dapat membahayakan.

Baca juga: Idap Skoliosis di Masa Kecil Bisa Sampai Dewasa, Benarkah?

 

Gejala Skoliosis

Jika lengkungan dari skoliosis semakin parah, tulang belakang juga dapat mengalami berputar atau melintir, selain melengkung ke satu sisi ke sisi lainnya. Hal ini dapat menyebabkan tulang rusuk di satu sisi tubuh lebih menonjol dibanding sisi lainnya. Gejala skoliosis lainnya yang dapat dilihat dari adanya perubahan penampilan pada bagian dada, pinggul dan bahu, seperti:

  • Condong ke satu sisi.
  • Salah satu bagian bahu akan terlihat lebih tinggi.
  • Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.
  • Adanya tonjolan pada salah satu bagian pinggul.
  • Nyeri punggung bawah
  • Kekakuan punggung
  • Nyeri dan mati rasa di kaki Anda (karena saraf terjepit)
  • Kelelahan karena ketegangan otot

Rasa sakit yang dialami pengidap skoliosis pun beragam, mulai dari rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke bagian kaki, pinggul dan tangan ketika sedang berjalan, hingga mengalami nyeri punggung secara terus menerus dan sulit ketika bernapas. Terdapat beberapa komplikasi pada penyakit skoliosis yang mungkin terjadi, seperti:

  • Nyeri punggung jangka panjang yang biasanya dialami oleh orang dewasa yang saat kecil sudah mengidap kondisi skoliosis.
  • Gangguan pada jantung dan paru-paru. 

Bentuk paling umum dari skoliosis muncul pada masa remaja dan dikenal sebagai skoliosis idiopatik remaja. Hal ini dapat mempengaruhi orang-orang yang berusia antara 10 dan 18 tahun. Maka dari itu, diperlukan diagnosis dini untuk mencegah gangguan ini menimbulkan masalah yang lebih besar.

Baca juga: Haruskah Pengidap Skoliosis Dioperasi?

 

Penyebab Skoliosis

Sebuah penelitian menyebutkan jika sekitar 8 dari 10 kasus, segala penyebab dari skoliosis tidak diketahui, yang disebut juga dengan skoliosis idiopatik. Masalah ini tidak dapat dicegah dan dianggap tidak berhubungan dengan beberapa hal lainnya, seperti postur tubuh yang buruk, dampak dari olahraga serta diet. Namun, faktor keturunan atau gen dapat membuat seseorang lebih rentan untuk mengalaminya. Selain skoliosis idiopatik, berikut ini beberapa penyebab dari masalah tulang ini:

  • Skoliosis degeneratif. Penyebab ini terjadi karena adanya kerusakan bagian tulang belakang dan sering terjadi pada orang dewasa seiring bertambahnya usia.
  • Skoliosis idiopatik. Pada kasus idiopatik kali ini, terjadi karena faktor genetika.
  • Skoliosis kongenital. Penyebab kongenital terjadi karena tulang belakang yang tidak tumbuh dengan normal pada saat bayi didalam kandungan.

 

Pengobatan Skoliosis

Untuk seseorang yang mengidap skoliosis ringan, pengidapnya mungkin tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, dokter tetap akan melakukan pengawasan rutin dan mengambil sinar-X setiap 6 bulan untuk memastikan jika gangguan yang terjadi tidak semakin parah. Jika masalah pada tulang ini terjadi pada anak-anak atau orang dewasa, beberapa perawatan yang umum dilakukan, antara lain:

1. Penyangga Tulang Belakang

Pada anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan ketika mengalaminya, penggunaan penyangga dapat menghentikan lekukan yang terjadi agar tidak lebih buruk. Cara ini umumnya dilakukan apabila sudut lengkungnya lebih dari 20 derajat. Alat ini juga biasanya terbuat dari plastik dan kebanyakan digunakan selama 24 jam sehari. Meski begitu, alat ini tidak terlihat saat menggunakan pakaian dan mampu beraktivitas seperti biasa.

2. Operasi Fusi Tulang Belakang

Operasi ini dilakukan dengan meletakkan potongan tulang atau bahan serupa di antara bagian pada tulang belakang. Dokter menggunakan perangkat keras agar dapat menahan tulang tetap di tempatnya hingga kembali normal. Operasi ini dapat mencegah skoliosis menjadi lebih buruk.

3. Operasi Pertumbuhan Tulang Belakang dan Tulang Rusuk

Metode ini dilakukan dengan memperbaiki skoliosis yang lebih serius pada anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Ahli medis akan menempelkan tongkat ke tulang belakang atau tulang rusuk untuk menjaga agar tulang dapat tumbuh tanpa kelainan. Dokter akan menyesuaikan panjang batang dengan pertumbuhan anak.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat untuk seseorang dengan gangguan skoliosis saat dewasa agar rasa nyeri yang dirasakan dapat mereda. Biasanya juga operasi yang dilakukan saat perawatan dari masalah pada tulang belakang ini tidak kunjung sukses dan lengkungan sudah lebih dari 50 derajat.

Baca juga: Pengaruh Skoliosis Terhadap Perkembangan Janin


Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala yang telah disebutkan, segera berbicara dan periksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan pada tulang. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang bekerja sama dengan Halodoc di sini. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, bukan hanya pemesanan untuk pemeriksaan, interaksi dengan ahli medis dan pembelian obat secara online juga dapat dilakukan. Unduh aplikasinya sekarang juga!


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Scoliosis.
Web MD. Diakses pada 2021. Scoliosis.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Scoliosis.


Diperbarui pada 1 April 2021.