• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Skrining Sifilis / TPHA

Skrining Sifilis / TPHA

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Skrining Sipilis / TPHA?

Skrining sipilis adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri yang menyebabkan sifilis. Sifilis sendiri merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Pemeriksaan sifilis ini mendeteksi keberadaan antibodi yang dihasilkan untuk melawan infeksi sifilis. 

Tes antibodi atau serologi ini terbagi menjadi dua macam, yaitu tes nontreponema dan tes treponema. Pelaksanaan salah satu tes harus diikuti tes yang lain untuk menguatkan hasil pemeriksaan.

Salah satu jenis tes treponema adalah treponemal pallidum hemagglutination assay (TPHA). Tes treponema ini secara spesifik terkait dengan bakteri penyebab sifilis. Namun, meski TPHA lebih spesifik, tes treponema seperti TPHA harus diikuti dengan tes nontreponema.

Hal tersebut bertujuan untuk membedakan apakah infeksi pada tubuh merupakan infeksi aktif atau infeksi yang terjadi di masa lalu, tetapi sudah berhasil disembuhkan. 

Baca juga: Sifilis Hanya Menular Lewat Kontak Seksual, Yakin? 

 

Kenapa Melakukan Skrining Sipilis / TPHA?

Skrining sipilis / TPHA bertujuan untuk mendiagnosis bakteri penyebab sifilis dalam tubuh. Ingat, siapa pun berisiko mengidap penyakit menular seksual seperti sifilis. Diagnosis yang dini bisa mengoptimalkan proses penyembuhan pasien. Sipilis sebenarnya bisa diatasi dengan antibiotik, tetapi efeknya bisa berdampak serius bila tak segera ditangani. 

 

Kapan Harus Melakukan Skrining Sipilis / TPHA?

Skrining sifilis umumnya dilakukan sebelum gejala sipilis tampak kentara pada seseorang. Namun, skrining treponemal pallidum hemagglutination assay juga disarankan pada mereka yang memiliki gejala-gejala infeksi sipilis. Selain itu, mereka yang berisiko terserang sipilis juga direkomendasikan untuk melakukan skrining TPHA. Berikut ini beberapa kelompok yang rentan terhadap sifilis:

  • Mengidap infeksi penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV atau lainnya.
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria.
  • Memiliki pasangan seksual yang didiagnosis mengidap sifilis.
  • Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi.
  • Wanita hamil.
  • Bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Sifilis yang Ditularkan dari Hubungan Intim

 

Bagaimana Melakukan Skrining Sipilis / TPHA?

Skrining membutuhkan darah pasien sebagai sampel untuk diteliti. Darah ini dapat mengonfirmasi keberadaan antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi. Di dalam tubuh, antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis tetap berada di dalam tubuh selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, skrining sipilis ini bisa menentukan infeksi di saat ini atau masa lalu. 

Skrining sipilis berupa tes serologi terbagi menjadi dua, yaitu tes nontreponema dan treponema. Kedua tes ini harus dikombinasikan untuk meningkatkan hasil pemeriksaan. 

 

  • Tes Nontreponema

 

Tes nontreponema tidak secara spesifik terkaitan dengan bakteri penyebab sipilis. Sebab antibodi yang dideteksi bisa dihasilkan oleh tubuh saat terinfeksi bakteri Treponema pallidum, atau juga bisa dihasilkan pada kondisi lain.

Namun, tes ini cukup sensitif untuk melihat ada-tidaknya infeksi sipilis dalam tubuh. Hal yang perlu digarisbawahi, meski hasilnya positif belum tentu artinya seseorang sedang mengidap sifilis. Oleh sebab itu, tes ini perlu dikombinasikan dengan tes treponema.

Baca juga: Ini 4 Gejala Kamu Terkena Sifilis

 

  • Tes Treponema

 

Skrining sifilis berupa tes treponema bisa mendeteksi antibodi secara spesifik terkait bakteri Treponema pallidum. Terdapat beberapa macam tes treponema, salah satunya treponemal pallidum hemagglutination assay (TPHA). 

Tes trepenoma ini mesti dikombinasikan dengan tes nontreponema. Tujuannya untuk membedakan apakah infeksi pada tubuh merupakan infeksi aktif atau infeksi yang terjadi di masa lalu dan sudah berhasil disembuhkan

Kedua tes serologi di atas, sangat dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis sipilis pada pasien. Hasil tes treponema ini bisa memastikan bahwa pasien pernah terinfeksi sipilis. Sementara itu, tes nontreponema menunjukkan aktivitas penyakit tersebut.

 

Di mana Melakukan Skrining Sipilis / TPHA?

Cek Skrining Sipilis/TPHA bisa dilakukan di rumah sakit maupun di laboratorium. Pemeriksaan sipilis ini dilakukan oleh dokter atau tenaga medis yang sudah berpengalaman. 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. How Do I Know If I Have Syphilis?
Lab Tests Online. Diakses pada 2020. Syphilis Tests.