Syok Kardiogenik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Syok Kardiogenik 

Syok kardiogenik merupakan kondisi gangguan jantung yang cukup parah dan terjadi secara mendadak. Kondisi ini bisa menyebabkan jantung tak mampu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Kondisi tersebut umumnya komplikasi dari serangan jantung dan membutuhkan pertolongan segera.

Syok kardiogenik sebenarnya kondisi yang cukup jarang terjadi. Dalam sebagian besar kasusnya, wanita cenderung lebih rentan mengalami syok kardiogenik ketimbang pria. Di sampng itu, rata-rata orang yang mengalami syok ini berkisar di atas 65 tahun.

 

Faktor Risiko Syok Kardiogenik

Terdapat beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya syok kardiogenik. Misalnya:

  • Masalah kardiovaskular, penyakit jantung, dan pembuluh darah seperti gagal jantung, serangan jantung, hingga kerusakan katup jantung, bisa memicu terjadi syok kardiogenik.

  • Usia, usia 65 atau 75 tahun ke atas lebih rentan terserang syok kardiogenik.

  • Mengidap kondisi medis tertentu seperti obesitas, diabetes, atau sepsis.

  • Riwayat menjalani prosuder medis seperti operasi bypass jantung.

  • Wanita, sebagian besar kasus syok kardiogenik lebih sering terjadi pada wanita.

Baca juga: Waspada, Tamponade Jantung Sebabkan Syok Kardiogenik

 

Penyebab Syok Kardiogenik

Kurangnya pasokan darah yang mengandug oksigen ke dalam jantung, merupakan hal yang bisa menyebabkan syok kardiogenik. Kondisi ini bisa menyebabkan rusaknya ventrikel bagian kiri yang memompa jantung. Pemicu lainnya terjadi karena gangguan detak jantung yang meninggi atau menurun, penekanan pada rongga jantung akibat penumpukan cairan dan gangguan pada katup jantung.

 

Gejala Syok Kardiogenik

Seseorang yang mengalami syok kardiogenik, umumnya mengalami berbagai keluhan. Gejalanya kira-kira mirip dengan gagal jantung, tapi kondisinya lebih serius. Berikut beberapa gejala yang umumnya timbul:

  • Volume denyut nadi melemah.

  • Tangan dan kaki dingin.

  • Hilangnya kesadaran.

  • Tidak dapat membuang air kecil.

  • Napas menjadi pendek dan cepat.

  • Rasa linglung.

Segera bawa ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala tersebut. Khususnya untuk yang berusia lanjut yang pernah mengalami serangan jantung, gagal jantung, dan mengidap tekanan darah tinggi serta diabetes.

Baca juga: Pernah Alami Serangan Jantung Rentan Terkena Syok Kardiogenik

 

Diangnosis Syok Kardiogenik

Dokter akan mendiagnosis syok kardiogenik dengan melihat gejala-gejala yang dialami pasien dan pemeriksaan fisik. Di samping itu, untuk memastikan diagnosisnya, dokter juga akan melakukan berbagai pemeriksaan penunjang. Misalnya, pemeriksaan tekanan darah, tes darah, elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi, angiografi koroner atau kateterisasi jantung, serta rontgen dada.

 

Komplikasi Syok Kardiogenik

Syok kardiogentik yang tidak segera ditangani bisa berakibat fatal. Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan pada hati, ginjal, atau organ lainnya karena kekurangan oksigen. Komplikasi akibat penyakit ini juga dampaknya bisa bersifat permanen.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Syok Kardiogenik Bisa Sebabkan Koma

 

Pengobatan Syok Kardiogenik

Pengobatan utnuk pengidap syok kardiogenik, yaitu:

  • Pengidap membutuhkan pasokan oksigen yang cukup untukmembantu pernapasan dan minimalisir kerusakan jantung dan organ lainnya.

  • Membutuhkan alat bantu bernapas.

  • Memerlukan obat-obatan dan cairan yang diperlukan tubuh untuk disalurkan menggunakan infus.

  • Prosuder medis terakhir adalah operasi yang terbagi pada 4 jenis operasi, yaitu bedah bypass arteri jantung, operasi perbaikan cedera pada jantung, pemasangan pompa jantung, dan transplantasi jantung.

 

Pencegahan Syok Kardiogenik

Cara utama menghindari syok kardiogenik adalah mencegah terjadinya serangan jantung. Selain itu, ada pula upaya lainnya yang bisa dilakukan antara lain:

  • Berhenti merokok.

  • Mengaplikasikan pola gaya hidup sehat.

  • Menangani penyakit yang bisa menimbulkan tingginya risiko serangan jantung.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berbicara dengan dokter jika mengalami tanda dan gejala di atas agar mendapat penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Cardiogenic Shock.
NIH. MedlinePlus. Diakses pada 2019. Cardiogenic Shock.

Diperbarui pada 23 September 2019