Kesepian Bisa Membuat Sering Marah, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kesepian Bisa Membuat Sering Marah, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin kenal dengan seseorang yang sering marah atau emosinya gampang sekali tersulut, atau mungkin justru kamu sendiri yang seperti itu? Sebenarnya, marah merupakan luapan emosi yang normal dan manusiawi. Namun, jika terlalu sering marah, bahkan pada hal-hal remeh sekalipun, tentu tidak baik bagi kesehatan dan hubungan dengan orang lain.

Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu penyebab mengapa kamu sering marah, agar kamu bisa menanganinya segera. Penyebabnya sebenarnya ada banyak, salah satunya adalah kesepian. Ya, perasaan kesepian, diabaikan, atau tidak dipedulikan oleh orang-orang sekitar bisa membuat seseorang jadi lebih mudah marah.

Baca juga: Kesepian Bisa Menurunkan Kesehatan, Kok Bisa?

Sebab pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang secara sadar ataupun tidak, akan berharap dan mencari kepuasan dari hubungan sosial. Jadi, ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, emosi negatif seperti kemarahan dapat timbul. Contohnya, seorang ibu yang gemar marah-marah di rumah. Omelan tersebut kemungkinan besar mencerminkan harapannya agar suami atau anak-anaknya membantu pekerjaan rumahnya.

Namun, karena ia tak bisa mengungkapkan keinginannya itu, ia tak jarang melampiaskannya dengan marah-marah pada hal sepele, sehingga terlihat seperti mengomel tanpa sebab, padahall sebenarnya sebabnya ada. Selain itu, mudah marah juga bisa jadi merupakan luapan emosi yang muncul ke permukaan karena tadinya ingin mengendalikan atau mendapatkan sesuatu di luar kemampuan, tetapi gagal mendapatkannya.

Baca juga: Tanpa Disadari, Pikiran Ini Memicu Rasa Kesepian

Hal-Hal Lain yang Menjadi Penyebab Sering Marah

Selain karena kesepian, sering marah juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti:

1. Kurang Tidur

Salah satu penyebab yang juga cukup umum dari kebiasaan sering marah tanpa sebab adalah kurang tidur atau mungkin juga kelelahan. Hal ini karena kurang tidur dapat menyebabkan otak menjadi “lelah”, sehingga kinerjanya menurun. Akibatnya, kamu akan jadi sulit berkonsentrasi, linglung, sulit berpikir jernih, dan sulit mencerna informasi baru.

Kemudian, tubuh yang lelah ditambah kerja otak yang tidak maksimal dapat membuat produktivitas menurun, dan berbuah menjadi stres. Hal ini kemudian berkembang menjadi luapan emosi yang meledak-ledak seperti bom. Misalnya, ketika pekerjaan yang tenggatnya sudah mepet belum selesai, lalu ada orang yang menanyakan hal-hal terkait pekerjaan, kamu bisa mudah sekali marah. Padahal, seharusnya kamu tidak perlu marah untuk meresponsnya.

2. Depresi

Sering marah tanpa alasan yang jelas juga dapat disebabkan oleh depresi yang mungkin tidak disadari. Ya, selain menimbulkan rasa putus asa, depresi juga bisa membuat pengidapnya mudah sekali marah. Pada beberapa kasus, orang yang depresi juga bisa merespon suatu hal sepele dengan ucapan atau perilaku kasar. 

Baca juga: Perlu Tahu, 4 Dampak Negatif Kesepian Bagi Kesehatan

Tak hanya itu, mudah marah juga dapat disebabkan oleh gangguan kecemasan. Hal ini karena rasa cemas berlebihan yang dirasakan bisa membuat seseorang sulit mengontrol emosinya. Mereka cenderung berpikiran negatif terhadap suatu hal, padahal mungkin hal yang dibayangkan belum terjadi. Akibatnya, ketika mereka terpancing dengan kondisi yang tidak mengenakkan, mereka akan meluapkannya dengan cara marah.

Baik depresi atau gangguan kecemasan tidak boleh disepelekan. Seperti halnya penyakit fisik, kedua masalah psikis tersebut perlu segera ditangani sebelum berdampak buruk bagi diri sendiri. Oleh karena itu, jika kamu mengalami gejala depresi atau gangguan kecemasan, segera cari bantuan medis. Agar lebih mudah, cobalah download aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi dengan psikolog lewat chat atau buat janji dengan psikolog di rumah sakit, untuk melakukan konseling secara langsung.

3. Mengidap Kondisi Medis Tertentu

Selain berbagai hal tadi, kebiasaan sering marah tanpa sebab juga dapat dipicu oleh kondisi medis atau penyakit yang diidap selama ini, seperti misalnya hipertiroidisme. Hal ini karena hormon tiroid memiliki kendali terhadap semua hal yang berkaitan dengan metabolisme. Jika kadar hormon ini berlebihan dalam tubuh, kamu dapat menjadi mudah gelisah dan sulit berkonsentrasi. Hal ini yang juga mungkin menjadi alasan seseorang suka berteriak saat berbicara, sehingga selalu terlihat sedang marah-marah.

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2019. Angry All the Time for No Reason? This Might Be Why.
Medical Daily. Diakses pada 2019. 8 Medical Reasons Why You May be Always Angry.