Ketahui 2 Fakta Penting Mengenai Chlamydia

 chlamydia

Halodoc, Jakarta - Chlamydia bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan di bawah usia 25 tahun. Chlamydia lebih umum dialami seseorang dibanding dengan gonore atau kencing nanah. Chlamydia merupakan infeksi menular seksual. Yuk, ketahui fakta penting mengenai chlamydia!

Baca juga: Begini Penularan Infeksi Chlamydia dari Tubuh ke Tubuh

Bakteri Chlamydia Penyebab Terjadinya Infeksi Menular Seksual

Bakteri ini merupakan penyebab terjadinya infeksi menular seksual yang bernama chlamydia atau klamidia. Kondisi ini merupakan penyakit menular seksual yang paling umum terjadi. Karena penyakit ini timbul dan tidak menunjukkan adanya gejala, beberapa orang tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi.

Bakteri ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui hubungan intim, baik vaginal maupun anal. Klamidia juga dapat diturunkan dari ibu ke bayinya saat melahirkan.

Mengidap Chlamydia? Ini Gejala yang Ditimbulkan

Gejala umum dari kondisi ini adalah rasa sakit pada organ genital, dan keluarnya cairan dari Miss V atau Mr P. Gejala akan terlihat beberapa minggu setelah kamu terinfeksi. Gejala yang muncul dapat berupa:

  • Demam ringan.
  • Sakit pada perut bagian bawah.
  • Pembengkakan pada area Miss V dan Mr P.
  • Rasa sakit yang timbul pada Mr P dan Miss V.
  • Adanya perdarahan setelah berhubungan intim.
  • Timbulnya rasa sakit selama berhubungan intim.
  • Keluarnya cairan yang tidak normal pada Miss V.

Chlamydia tidak hanya menginfeksi alat kelamin, tapi bisa juga menjangkiti mata dan menyebabkan terjadinya konjungtivitis jika cairan Miss V atau sperma yang terinfeksi mengenai mata. Mata yang terinfeksi akan terasa perih, bengkak, teriritasi, dan mengeluarkan cairan. Anus juga bisa terinfeksi dan menyebabkan perdarahan, keluar cairan, serta rasa sakit dan tidak nyaman.

Baca juga: 4 Penyakit Menular Seksual pada Pria yang Perlu Diketahui

Ini Penyebab Chlamydia Bisa Terjadi

Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia Trachomatis, dan ditularkan melalui hubungan intim yang tidak aman, seperti:

  • Memiliki pasangan intim lebih dari satu.
  • Aktif secara seksual sebelum usia 18 tahun.
  • Pernah mengidap penyakit menular seksual.
  • Berhubungan intim dengan menggunakan alat bantu yang tidak bersih.

Bakteri ini tidak ditularkan hanya dengan dudukan toilet, pelukan, ciuman, berenang di kolam renang umum, menggunakan peralatan makan yang sama, atau berbagi handuk.

Ketahui Fakta Penting Mengenai Chlamydia

Klamidia dapat menyebar dan menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang dan menyebabkan komplikasi jika gejala yang timbul tidak mendapat penanganan segera. Komplikasi yang bisa disebabkan oleh bakteri ini, antara lain:

  1. Komplikasi yang Terjadi pada Pria

  • Reactive arthritis, yaitu peradangan pada persendian yang kebanyakan dialami oleh pria dibandingkan wanita.
  • Epididimitis, yaitu peradangan dan pembengkakan pada epididimis yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan saluran untuk mengalirkan sperma dari testikel.
  • Uretritis, yaitu peradangan pada saluran pembuangan urine atau uretra. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala seperti terasa sakit atau perih saat buang air kecil, kulup atau ujung Mr P mengalami iritasi dan terasa sakit, ujung Mr P mengeluarkan cairan kental berwarna putih, dan tidak mampu menahan buang air kecil.

 

  1. Komplikasi yang Terjadi pada Wanita

  • Cervicitis, yaitu peradangan pada leher rahim atau serviks. Gejala kondisi ini bisa berupa sakit pada perut bagian bawah, sakit saat berhubungan intim, serta perdarahan saat atau usai berhubungan intim.
  • Penyakit radang panggul, yaitu infeksi pada ovarium, rahim dan tuba fallopi. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik atau pertumbuhan janin di luar rahim dan keguguran.
  • Komplikasi kehamilan terhadap janin yang dikandung ibu, berupa infeksi mata, infeksi paru-paru, meningkatkan risiko bayi lahir prematur, dan dengan berat badan yang rendah saat lahir.
  • Bartholinitis, yaitu peradangan pada kelenjar bartholin. Yaitu kelenjar yang memproduksi cairan pelumas saat wanita berhubungan intim.
  • Salpingitis, yaitu peradangan pada tuba fallopi yang mengakibatkan sel telur dari ovarium sulit untuk menuju rahim. Kondisi ini membuat pengidapnya lebih sulit untuk hamil. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim

Baca juga: 5 Penyakit Kelamin yang Biasa Mengidap Anak Muda

Kamu enggak mau mengidap infeksi menular seksual ini? Kamu bisa mencegah kondisi ini dengan setia pada satu pasangan, dan jangan lupa untuk menggunakan pengaman ketika sedang berhubungan intim. Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call mengenai masalah kesehatan kamu. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!