Ketahui 2 Hal yang Sering Diabaikan Orangtua Tentang Kesehatan Mata Anak

Ketahui 2 Hal yang Sering Diabaikan Orangtua Tentang Kesehatan Mata Anak

Halodoc, Jakarta - Kesehatan mata anak adalah salah satu hal yang penting untuk masa depannya. Mata mempunyai peranan penting untuk membantu anak-anak beraktivitas. Walau begitu, orangtua terkadang terlambat untuk menyadari hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan pada mata.

Gangguan yang dapat memengaruhi kesehatan mata anak dapat terjadi secara langsung atau bertahap. Gejala yang perlahan dapat timbul dan anak kerap mengeluhkan tentang matanya, tetapi orangtua tidak peka terhadap hal tersebut. Pada akhirnya, mata anak mengalami masalah sementara hingga permanen. Berikut adalah beberapa hal yang sering diabaikan oleh orangtua terhadap masalah kesehatan anak:

  1. Pemeriksaan Mata Rutin

Salah satu hal yang sering orangtua lupa untuk menjaga kesehatan mata anak adalah melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Hal tersebut dapat mencegah anak dari kemungkinan terserang penyakit mata yang dikarenakan virus atau hal lainnya.

Disebutkan bahwa pemeriksaan mata secara rutin disarankan untuk dilakukan sejak anak berusia enam bulan. Selain itu, pemeriksaan mata dilakukan untuk melihat apakah terdapat potensi mengidap rabun jauh, rabun dekat, atau masalah kesehatan mata lainnya.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

  1. Aktivitas Fisik yang Dapat Menyebabkan Gangguan Mata

Hal lain yang orangtua lalai untuk melakukan adalah aktivitas fisik atau kegiatan yang mungkin dapat menyebabkan mata bermasalah. Gangguan tersebut dapat terjadi karena terbentur sesuatu atau tidak menjaga kebersihan tangan lalu menyentuh mata.

Gejala yang mungkin terlihat adalah anak kerap berkedip tanpa ada sebab apapun. Maka dari itu, peran orangtua untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukannya di sekolah adalah hal yang penting.

Gangguan yang Dapat Memengaruhi Kesehatan Mata Anak

Terdapat beberapa kondisi mata yang dapat memengaruhi anak-anak. Sebagian besar terdeteksi dengan pemeriksaan pada mata dengan menggunakan suatu alat yang dilakukan ketika anak tersebut belum masuk umur untuk bersekolah. Berikut adalah beberapa gangguan mata yang mungkin terjadi pada anak-anak:

  1. Ambliopia atau Mata Malas

Gangguan ini terjadi karena penglihatan yang buruk, dan mata mungkin terlihat normal. Dua penyebab umum adalah mata juling dan kesalahan bias antara kedua mata. Jika tidak diobati, ambliopia dapat menyebabkan kehilangan penglihatan pada mata yang terkena. Ambliopia sebaiknya diobati sedini mungkin, idealnya sebelum seorang anak berusia 8 tahun.

Baca Juga: 4 Cara Jaga Kesehatan Mata Anak

  1. Strabismus

Gangguan lainnya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mata anak adalah strabismus. Gangguan tersebut adalah terjadinya ketidakselarasan mata. Dengan deteksi dini, penglihatan dapat dipulihkan dengan menambal mata yang terserang dengan benar, yang memaksa mata yang baik-baik saja untuk terus digunakan. Bedah atau kacamata yang dirancang khusus juga dapat membantu mata untuk menyelaraskan.

  1. Kesalahan Refraksi

Gangguan lainnya adalah kesalahan refraksi, yaitu ketika bentuk mata tidak membiaskan atau menekuk cahaya dengan benar, sehingga gambar tampak buram. Kesalahan bias juga dapat menyebabkan ambliopia. Rabun dekat adalah kesalahan refraktif paling umum pada anak usia sekolah dan gangguan dari kesalahan refraksi yang dapat terjadi, yaitu:

  • Rabun dekat adalah penglihatan jarak yang buruk atau disebut juga miopia. Kondisi ini biasanya dirawat dengan kacamata atau lensa kontak.
  • Rabun jauh atau hiperopia, yang biasanya dirawat dengan kacamata atau lensa kontak.
  • Astigmatisme adalah kelengkungan yang tidak sempurna pada permukaan depan mata. Kondisi ini biasanya dirawat dengan kacamata jika menyebabkan penglihatan kabur atau tidak nyaman.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Pemeriksaan Mata Anak?

Itulah gangguan kesehatan mata pada anak yang mungkin terjadi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!