Ketahui 2 Pengobatan untuk Atasi Hirschsprung

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketahui 2 Pengobatan untuk Atasi Hirschsprung

Halodoc, Jakarta – Banyak penyebab bayi menjadi rewel, salah satunya karena rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh gangguan kesehatan yang dialami. Sebaiknya, ibu perhatikan kondisi rewel yang dialami oleh bayi. Jika kondisi rewel disertai muntah dengan cairan berwarna coklat atau hijau, sebaiknya segera periksa kondisi kesehatan bayi.

Baca juga: Kenali Hirschsprung, Kondisi yang Sebabkan Bayi Sulit BAB

Inilah Gejala dan Penyebab Penyakit Hirschsprung

Gejala yang dialami oleh bayi bisa menjadi tanda dari penyakit hirschsprung. Penyakit hirschsprung adalah salah satu gangguan kesehatan pada bagian usus besar yang terjadi ketika bayi dilahirkan. 

Umumnya, penyakit hirschsprung disebabkan karena adanya kelainan saraf pada bagian usus besar sehingga menyebabkan bayi sulit atau tidak dapat BAB secara normal. Fungsi saraf dalam usus besar memiliki fungsi untuk mendorong feses keluar dari usus besar. Gangguan pada usus besar ini menyebabkan feses sulit untuk keluar dan terjebak dalam tubuh.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan bayi dengan gangguan saraf pada usus besar, seperti jenis kelami bayi laki-laki. Bayi laki-laki lebih rentan mengalami penyakit hirschsprung dibandingkan bayi berjenis kelamin perempuan. Tidak hanya itu, riwayat keluarga dengan kondisi ini membuat bayi rentan dilahirkan dengan kondisi yang serupa.

Penyakit ini bisa disebabkan karena adanya penyakit bawaan yang dialami oleh bayi ketika lahir seperti sindrom Down atau penyakit jantung bawaan. Bagi ibu hamil, selalu lakukan pengecekan terhadap kandungan secara rutin dan mengonsumsi makanan yang sehat agar pertumbuhan janin dalam kandungan bisa berlangsung secara optimal.

Meskipun umumnya penyakit hirschsprung sudah diketahui sejak bayi dilahirkan, namun gejala yang muncul terlihat ketika bayi mengalami pertumbuhan usia. Umumnya, bayi yang mengalami penyakit ini tidak buang air besar selama 48 jam setelah bayi dilahirkan.

Baca juga: Ketahui 3 Pemeriksaan untuk Deteksi Hirschsprung

Gejala lainnya adalah bayi mengalami kondisi tidak nyaman pada perutnya sehingga ia akan lebih rewel dibandingkan bayi yang lainnya. Selain itu, bayi dengan kondisi hirschsprung mengalami muntah dan keluarnya cairan berwarna coklat atau hijau.

Kondisi ini biasanya disertai dengan perut yang membuncit akibat bayi tidak mengeluarkan feses selama beberapa hari dalam perut. Pada penyakit hirschsprung dengan kondisi yang cukup ringan, biasanya gejala muncul ketika bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Gejala hirschsprung pada anak-anak adalah mudah merasa lelah, perut terlihat buncit, sembelit kronis, kehilangan nafsu makan, dan berat badan tidak bertambah.

Sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan anak ke rumah sakit terdekat jika bayi tidak buang air besar selama beberapa hari setelah dilahirkan atau anak yang mengalami sembelit kronis disertai penurunan berat badan.

Pengobatan Penyakit Hirschsprung

Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan penyebab gejala seperti foto rontgen atau biopsi untuk melihat kondisi usus pada anak. Setelah penyakit hirschsprung dipastikan menjadi penyebab gejala pada anak ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, seperti:

1. Prosedur Penarikan Usus

Dokter membuang bagian usus besar yang tidak memiliki saraf dan menarik usus yang sehat langsung menuju anus.

2. Ostomi

Prosedur ini berjalan sebanyak 2 tahap. Pertama tindakan operasi untuk membuang bagian usus yang tidak bersaraf dan mengarahkan usus yang sehat pada lubang baru di bagian perut untuk mengeluarkan feses. Setelah pasien stabil, biasanya tahap kedua dilakukan dengan menutup lubang di perut dan menyambungnya usus yang sehat langsung menuju anus.

Lakukan pengobatan secara tepat ketika diagnosis hirschsprung pada anak sudah ditentukan menjadi penyebab pada gangguan kesehatan anak.

Baca juga: Kenali 9 Gejala Hirschsprung pada Bayi 

Referensi:
NHS (diakses pada 2019). Hirschsprung Disease
MayoClinic (diakses pada 2019). Hirschsprung Disease
Medscape (diakses pada 2019). Hirschsprung Disease