Ketahui 2 Penyebab Seseorang Mengalami Hiperhidrosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketahui 2 Penyebab Seseorang Mengalami Hiperhidrosis

Halodoc, Jakarta - Hiperhidrosis adalah munculnya keringat secara berlebihan yang tidak berhubungan dengan panas atau aktivitas fisik seperti olahraga. Keringat ini bisa membasahi pakaian, menetes dari tangan, atau dahi. Tidak hanya mengganggu kenyamanan beraktivitas, kondisi ini menghadirkan kecemasan dan kurangnya rasa percaya diri seseorang.

Berkeringat adalah mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri sendiri. Sistem saraf secara otomatis memicu kelenjar keringat ketika suhu tubuh naik. Berkeringat biasanya ketika gugup dan selalu menyerang bagian telapak tangan. Namun, hiperhidrosis terjadi bukan karena kamu mengalami hal-hal tersebut.

Penyebab Hiperhidrosis

Pada dasarnya, hiperhidrosis terbagi menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  • Hiperhidrosis Primer

Banyak orang beranggapan kelainan primer terjadi karena keadaan mental dan emosional pengidap, bergantung pada kondisi psikologis, dan memengaruhi individu yang stres, gelisah, atau rasa gugup. Namun, faktanya tidak demikian. Perasaan emosional dan mental yang dialami adalah karena hiperhidrosis itu sendiri.

Baca juga: Ini Gejala Mengidap Hiperhidrosis yang Perlu Diwaspadai

Di sisi lain, gen tertentu dinilai memiliki peran besar dalam hiperhidrosis primer, yang artinya penyakit ini berisiko terjadi pada keluarga yang memiliki riwayat yang sama alias diturunkan. Ini dibuktikan dengan pengidap hiperhidrosis primer yang memiliki keluarga dengan kondisi tersebut.

  • Hiperhidrosis Sekunder

Sementara itu, hiperhidrosis sekunder terjadi karena kondisi medis tertentu, dan jenis ini kurang umum dibandingkan dengan jenis primer. Keringat berlebih tipe ini cenderung menyerang seluruh bagian tubuh. Kondisi medis tersebut meliputi cedera tulang belakang, penyalahgunaan alkohol, kegelisahan, diabetes, penyakit jantung, kegemukan, penyakit parkinson, kehamilan, gagal napas, encok, beberapa jenis obat, kanker jenis tertentu, juga infeksi seperti HIV, malaria, dan TBC.

Baca juga: Alasan Pemeriksaan Darah Penting Bagi Pengidap Hiperhidrosis

Meski tidak membahayakan, hiperhidrosis menimbulkan komplikasi yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, mereka yang mengalami keringat berlebih rentan mengalami infeksi kulit. Belum lagi, efek sosial dan emosional yang ditimbulkan, karena memiliki telapak tangan yang basah, begitu pula dengan atasan adalah hal yang memalukan. Bahkan, kondisi ini bisa berpengaruh pada karier.

Penanganan Rumahan

Beberapa cara berikut ini membantu untuk mengatasi keringat dan bau badan berlebih, yaitu:

  • Penggunaan antiperspirant. Pengobatan ini mengandung senyawa berbasis alumunium yang sementara memblokir pori-pori keringat. Ini membantu mengurangi jumlah keringat yang keluar dari kulit.

  • Gunakan astringen. Produk ini dijual bebas, mengandung asam tannic atau zilactin. Bisa dioleskan pada area yang mengalami keringat berlebih.

  • Mandi secara rutin. Mandi teratur membantu menjaga jumlah bakteri di kulit. Jangan lupa keringkan diri dengan handuk, terutama di antara jari kaki dan di bawah lengan.

  • Pilih sepatu dan kaus kaki yang terbuat dari bahan alami. Ganti kaus kaki sehari atau setiap dua hari atau setiap hari.

  • Pilih pakaian yang nyaman. Kenakan pakaian yang terbuat dari kain katun, wol, atau sutra yang memungkinkan kulit bernapas dengan lebih leluasa.

Baca juga: Faktor Risiko Seseorang Terserang Hiperhidrosis

Itu tadi penyebab hiperhidrosis berdasarkan jenisnya dan bagaimana cara yang bisa kamu lakukan sebagai tindakan pencegahan dan penanganan pertama. Kalau kamu ingin membeli jenis obat keringat berlebih tersebut tetapi belum sempat ke apotek, beli saja melalui aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di ponsel kamu.