Ketahui 3 Komplikasi Akibat Gendang Telinga Pecah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
komplikasi gendang telinga pecah, infeksi telinga

Halodoc, Jakarta - Gendang telinga memiliki fungsi penting sebagai bagian dari anatomi tubuh. Gendang telinga bertugas untuk merasakan getaran gelombang suara yang masuk. Kemudian, getaran tersebut akan diubah menjadi impuls saraf, untuk dihantarkan ke otak sebagai suara.

Fungsi kedua, gendang telinga juga berperan sebagai pelindung telinga bagian tengah dari bakteri, air, dan benda asing lainnya. Selain itu, gendang telinga juga memiliki peran sebagai pengubah suara menjadi getaran. Kemudian, getaran tersebut diubah menjadi sinyal dan dikirim ke otak.

Sayangnya, bagian penting ini bisa saja mengalami gangguan, dan pada akhirnya bisa pecah (perforasi membran timpani). Kebanyakan kasus pecahnya gendang telinga disebabkan oleh infeksi telinga, terkena benda tajam, hingga cedera pada kepala. Bukan hanya itu, mendengar bunyi yang terlalu keras seperti suara musik atau ledakan, serta perubahan tekanan di dalam dan luar telinga tidak sama  (barotrauma) bisa sebabkan pecahnya gendang telinga. Kondisi ini bisa terjadi saat kamu berada di ketinggian dan kedalaman, seperti ketika naik pesawat dan menyelam di bawah laut.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah Bisakah Kembali Seperti Semula?

Oleh karena itu, jika terjadi kerusakan pada gendang telinga, komplikasi yang dapat terjadi di antaranya:

  1. Otitis media atau infeksi telinga tengah.

  2. Kolesteatoma atau kista di dalam telinga tengah.

  3. Kehilangan pendengaran.

Namun, tidak semua orang langsung bisa menyadari saat gendang telinganya pecah. Biasanya, mereka baru benar-benar mengeluhkan rasa tidak nyaman pada telinga setelah beberapa hari kemudian. Kamu mungkin akan menyadari gejala berupa rasa nyeri, keluar cairan seperti nanah atau darah dari dalam telinga, serta bunyi dengung yang terus-menerus. Ada beberapa orang yang juga mengeluhkan sakit kepala disertai mual dan muntah, hingga kehilangan sebagian atau seluruh pendengarannya.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah Bahaya atau Tidak?

Salah satu gejala awal yang dapat kamu deteksi adalah keluar udara dari telinga ketika membuang napas. Selain itu, ada ciri-ciri gendang telinga pecah lain yang dapat kamu kenali, seperti:

  • Nyeri telinga yang sangat tajam dan terjadinya mendadak.

  • Di saluran telinga berisi nanah atau darah.

  • Penurunan atau kehilangan pendengaran di satu telinga atau di semua bagian yang terkena.

  • Penurunan atau kehilangan pendengaran di satu telinga atau di semua bagian yang terkena.

  • Terasa berdering di telinga (tinitus).

  • Ada sensasi berputar (vertigo).

  • Mulan atau muntah akibat vertigo.

  • Pusing.

Sebenarnya, tidak ada perawatan khusus untuk gendang telinga yang pecah. Pasalnya, gendang telinga akan sembuh dalam hitungan minggu hingga bulan. Jika kerusakan gendang telinga tergolong parah, pembedahan mungkin akan dilakukan sebagai pilihan yang ditempuh untuk mempercepat penyembuhan. Khususnya, bagi gendang telinga pecah yang melibatkan tepi gendang telinga maupun infeksi telinga.

Sambil menunggu gendang telinga sembuh total, kamu sebaiknya tetap menjaga telinga dalam kondisi kering dan tidak terpapar udara dingin. Pastikan pula kamu mematuhi aturan penggunaan obat, serta hindari pemakaian obat telinga di luar saran dokter.

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Menyebabkan Gendang Telinga Pecah

Kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai kondisi kesehatan telingamu. Komunikasi dengan dokter dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, obatmu akan langsung diantar ke tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!