Ketahui 5 Kelainan Darah yang Dapat Menyerang Lansia

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ketahui 5 Kelainan Darah yang Dapat Menyerang Lansia

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang berkaitan dengan lansia sebenarnya enggak cuma menyoal osteoporosis, hipertensi, stroke, atau arthritis saja. Dalam beberapa kasus, lansia juga bisa terserang kelainan darah, lho.

Nah, kelainan darah ini merupakan kondisi yang memengaruhi salah satu atau beberapa bagian darah. Kondisi inilah yang bakal menyebabkan darah berfungsi abnormal. 

Lantas, apa saja sih kelainan darah yang bisa menyerang lansia?

1. Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat 

Penambahan usia merupakan faktor risiko seseorang terserang anemia jenis ini. Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat kebanyakan terjadi pada lansia di atas 75 tahun. Proses menuanya seseorang akan diiringi dengan menurunkan kapasitas fungsional, baik di tingkat seluler maupun organ. Nah, kondisi inilah yang bisa memicu anemia.

Sesuai namanya, anemia jenis ini terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin B12 atau folat yang dipenuhi melalui asupan makanan. Kedua vitamin ini punya peran penting, memproduksi sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: 4 Jenis Kelainan Darah yang Memengaruhi Sel Darah Merah

Sumsum tulang pengidap kelainan darah ini akan memproduksi sedikit jumlah sel darah merah. Nah, tanpa pasokan sel darah merah yang sarat oksigen ini, maka fungsi beberapa anggota tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Bagaimana dengan gejalanya?

Beragam, mulai dari sesak napas, pusing kulit pucat atau kekuningan, detak jantung tidak teratur, hingga linglung atau mudah lupa. 

2. Anemia Aplastik 

Anemia aplastik merupakan kelainan darah lainnya yang bisa menyerang lansia. Meski terbilang penyakit langka, tetapi anemia aplastik bisa terjadi pada pria dan wanita di segala usia. Namun, kelainan darah ini lebih sering ditemukan pada mereka yang berusia 20-an dan usia lanjut di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Anemia jenis ini merupakan kelainan darah yang terjadi ketika sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah baru (sel darah merah, putih, ataupun trombosit). Alhasil, pengidap kelainan darah ini sering merasa lemas, kurang bertenaga, bahkan berisiko mengalami infeksi dan peredaran darah secara berlebihan. 

3. Multiple Myeloma

Sebagian besar kasus multiple myeloma didiagnosis pada usia pertengahan. Dengan kata lain, seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terserang kelainan darah ini bisa meningkat. Multiple myeloma sendiri merupakan kelainan darah berjenis kanker, yang menyerang sel plasma. Sel plasma ini merupakan salah satu jenis sel darah putih pada sumsum tulang. 

Hal yang perlu digarisbawahi, multiple myeloma yang dibiarkan bisa memicu berbagai komplikasi. Mulai dari infeksi, nyeri dan kerusakan tulang, anemia, infeksi, dan penurunan fungsi jantung.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Kelainan Darah

4. Limfoma

Limfoma merupakan kanker yang muncul dalam sistem limfatik. Sistem ini menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik juga masuk ke dalam bagian penting dalam sistem imun manusia. 

Limfoma terbagi menjadi dua, yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Nah, risiko limfoma non-Hodgkin ini bisa meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya lansia di atas 60 tahun. 

Kelainan darah ini terjadi karena perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit, sehingga pertumbuhannya jadi tak terkendali. Sayangnya, sampai saat ini penyebab mutasi tersebut masih belum diketahui secara pasti. 

5. Sepsis

Sebenarnya sepsis bisa terjadi pada semua orang. Namun, bertambahnya usia atau usia terlalu tua (lebih dari 75 tahun) amat rentan terserang sepsis. Sepsis atau keracunan darah merupakan komplikasi akibat infeksi atau luka yang berpotensi mengancam nyawa. 

Sepsis ini terjadi karena zat kimia yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk melawan infeksi dan memicu respon peradangan dalam tubuh. Peradangan ini mampu memicu sejumlah perubahan yang dapat merusak berbagai sistem organ, bahkan menyebabkan kegagalan organ tubuh. 

Lantas, kenapa sepsis rentan menyerang lansia? Ingat, lansia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi gegara sistem imun yang melemah. Nah, kondisi inilah yang bakal memicu beragam masalah, termasuk sepsis.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NIH. MedlinePlus (Diakses pada 2019). Blood Disorders
WebMD (Diakses pada 2019). Types of Blood Disorders