Ketahui 5 Penanganan untuk Atasi Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
mengatasi bronkiektasis, peradangan usus

Halodoc, Jakarta - Penyakit bronkiektasis dapat terjadi ketika adanya penebalan pada saluran pernapasan akibat dari peradangan. Kondisi ini akan menyebabkan penumpukkan lendir pada saluran pernapasan. Meskipun dapat diobati, kerusakan yang diakibatkan oleh bronkiektasis tidak dapat disembuhkan.

Satu-satunya hal yang dapat kamu lakukan adalah melakukan agar gejala yang muncul tidak timbul di kemudian hari. Jika hal ini terjadi, berikut penanganan yang harus dilakukan.

Baca juga: Pneumonia Bisa Sebabkan Bronkiektasis, Ini Alasannya

Ketahui Penanganan untuk Atasi Bronkiektasis 

Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengendalikan infeksi yang terjadi, serta mencegah terjadinya komplikasi akibat adanya penyumbatan pada saluran pernapasan. Pada pengidap bronkiektasis, penanganan yang dilakukan untuk mengatasi gejala yang muncul, antara lain:

1. Pemberian Obat Antiinflamasi

Pemberian obat antiinflamasi pada pengidap bronkiektasis adalah untuk memodifikasi respons sistem imun, sehingga dapat mengurangi kerusakan jaringan yang terkena. 

2. Pemberian Antibiotik

Pemberian antibiotik pada pengidap bronkiektasis adalah untuk mengobati infeksi bakteri yang dapat memperparah kondisinya. Dokter tidak serta merta memberikan obat ini, perlu melakukan analisis terhadap dahak pengidap sebelum memutuskan untuk mengonsumsi antibiotik tertentu.

3. Penggunaan Bronkodilator

Penggunaan bronkodilator diberikan untuk meredakan gejala bronkiektasis yang menyebabkan pengidapnya kesulitan bernapas. Alat ini akan merelaksasi otot paru-paru, sehingga pengidap bronkiektasis dapat bernapas lebih mudah.

Baca juga: Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

4. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT)

ACBT merupakan latihan yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan lendir yang menyumbat saluran pernapasan dengan mengatur ritme napas. Dengan teknik ACBT, saluran napas yang dipenuhi dengan cairan mukosa akan dibersihkan, sehingga pengidap dapat bernapas lebih nyaman. 

5. Prosedur Pembedahan

Prosedur pembedahan biasanya dilakukan dokter ketika bronkiektasi hanya terjadi pada satu lobus paru-paru saja, seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit ini, serta gejala yang tidak kunjung mereda setelah melakukan serangkaian pengobatan. Prosedur pembedahan dilakukan dengan membuah bagian paru-paru yang mengalami bronkiektasis.

Langkah-langkah penanganan diatas dilakukan untuk mengontrol gejala yang muncul pada pengidapnya, sehingga gejala tidak bertambah parah. Sebelum gejala semakin bertambah parah, beberapa langkah yang dapat kamu lakukan, yaitu berhenti merokok, menjalani vaksinasi, terapi oksigen, banyak konsumsi air putih, serta menjaga pola makan dengan gizi seimbang.

Baca juga: Ikuti 8 Hal Ini untuk Meringankan Gejala Bronkiektasis 

Kenali Gejala Bronkiektasis Agar Tidak Terlambat Melakukan Penanganan

Batuk berdahak parah merupakan gejala utama yang terjadi pada pengidap bronkiektasis. Dahak yang ditemukan pada pengidap penyakit ini akan berwarna bening, kuning pucat atau kehijauan. Selain itu, beberapa gejala yang akan muncul pada pengidap bronkiektasis, antara lain:

  • Mengalami penurunan berat badan.

  • Mengalami batuk yang menahun.

  • Dahak berbau busuk.

  • Bau mulut.

  • Warna kulit menjadi pucat dan kebiruan.

  • Batuk berdarah.

  • Batuk akan bertambah parah ketika berbaring.

  • Sesak napas, apalagi jika pengidap melakukan aktivitas.

  • Napas mengi.

Sebaiknya segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc jika kamu menemukan batuk berdahak dengan dahak berwarna kehijauan. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya lebih lanjut tentang hal-hal apa yang harus kamu lakukan selanjutnya guna menangani bronkiektasis yang tengah kamu alami.

Gejala bronkiektasis yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan sejumlah komplikasi berupa batuk yang mengeluarkan banyak darah akibat terbukanya pembuluh darah yang bertugas dalam menyediakan darah untuk paru-paru. Untuk mencegahnya, selalu jaga kesehatan kamu di mana pun kamu berada, ya!

Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Diakses pada 2019). Bronkiektasis.
NHS Choices UK (Diakses pada 2019). Bronchiectasis.