Ketahui 6 Gejala Munculnya Mastoiditis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ketahui 6 Gejala Munculnya Mastoiditis

Halodoc, Jakarta - Sedang mengalami infeksi telinga dan masih menunda-nunda untuk mengobatinya? Hmm, rasanya kamu perlu khawatir, sebab kondisi ini bisa membuat bakteri di tengah telinga menyebar ke tulang mastoid. Nah, kondisi inilah yang ujung-ujungnya bakal menyebabkan mastoiditis

Masih asing dengan penyakit mastoiditis? Mastoiditis merupakan infeksi pada tonjolan tulang di belakang telinga yang dikenal dengan istilah tulang mastoid. Tulang mastoid merupakan tulang di belakang telinga. Di dalamnya terdapat rongga, seperti sarang lebah yang berisikan udara. 

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Tentang Mastoiditis

Sakit Kepala hingga Hilangnya Pendengaran

Berbicara gejala mastoiditis, berarti kita membicarakan berbagai tanda. Pasalnya, mastoiditis bisa menimbulkan berbagai gejala pada pengidapnya. Nah, berikut beberapa gejala yang dialami oleh pengidap mastoiditis. 

  1. Sakit kepala;

  2. Keluarnya cairan dari telinga atau telinga bernanah;

  3. Telinga terasa nyeri;

  4. Demam;

  5. Pembengkakan dan kemerahan pada telinga; dan

  6. Menurunnya atau bahkan hilangnya pendengaran.

Hal yang perlu digarisbawahi, mungkin saja pengidap mastoiditis mengalami gejala-gejala lain yang tak disebutkan di atas. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila mengalami gejala di atas. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Ingat, jangan main-main dengan penyakit ini. Sebab, mastoiditis yang dibiarkan berlarut-larut bisa memicu berbagai komplikasi. Contohnya,  nyeri kepala, lumpuhnya saraf wajah, rasa pusing berputar (vertigo), dan kehilangan pendengaran. 

Di samping itu, dalam beberapa kasus mastoiditis juga bisa berujung pada  peradangan pada selaput otak dan/atau jaringan otak, dan perubahan penglihatan. Tuh, seram kan? 

Nah, gejalanya sudah, bagaimana  dengan penyebabnya?

Umumnya pada Anak-Anak, Gegara Infeksi Bakteri

Mastoiditis tak pandang bulu, penyakit ini bisa dialami oleh pria dan wanita di segala usia. Akan tetapi, dalam kebanyakan kasus mastoiditis memang lebih sering terjadi pada bayi berusia 6–13 bulan, atau mereka yang memiliki sistem imun yang lemah.

Baca juga: Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mengobati Mastoiditis

Mastoiditis ini merupakan peradangan telinga tengah yang terjadi secara kronis. Karena telinga terhubung dengan nasofaring melalui tuba Eustachius, maka penyebab peradangan ini umumnya disebabkan oleh organisme saluran napas. Misalnya, Staphylococcus, Haemophilus, Pseudomonas, Proteus, Aspergillus, Streptococcus, dan lain-lain.

Selain hal di atas, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya mastoiditis. Misalnya, mengalami otitis atau peradangan telinga yang tak segera diobati dengan tepat sampai tuntas. Di samping itu, hal-hal yang bisa memicu otitis media supuratif kronis juga perlu diwaspadai. 

Contohnya, kurangnya kurangnya menjaga kebersihan telinga saat mandi atau berenang. Kondisi ini bisa menyebabkan air yang tidak steril masuk ke dalam telinga.

Tak cuma itu saja, mastoiditis juga bisa dipicu oleh beberapa faktor risiko di bawah ini:

  • Sistem imun yang kurang baik;

  • Gangguan fungsi tuba Eustachius;

  • Terjadinya perubahan yang menetap pada telinga tengah, seperti perubahan jaringan (metaplasia); dan

  • Perforasi gendang telinga yang menetap.

Untungnya mastoiditis bisa diobati dengan mudah. Misalnya, dengan menggunakan  antibiotik, obat tetes telinga, dan pembersihan telinga rutin oleh dokter. Namun, ada kemungkinan pengobatan tersebut tidak berhasil. Nah, kalau sudah begini biasanya dokter akan mengambil  tindakan operasi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Memiliki masalah pada telinga atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Mastoiditis
U.S. National Library of Medicine (Diakses pada 2019). Mastoiditis