• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Dampak Jangka Panjang Dispraksia pada Si Kecil

Ketahui Dampak Jangka Panjang Dispraksia pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Dispraksia pada anak merupakan gangguan koordinasi gerakan yang disengaja, sehingga memengaruhi aktivitas otot yang kompleks. Misalnya tulisan tangan, keseimbangan, keterampilan bermain bola, dan menari. Dispraksia merupakan gangguan perkembangan anak. Dengan kata lain, kondisi tersebut dapat memengaruhi bagian-bagian sistem saraf yang mengkoordinasi jenis kegiatan yang berkembang di masa anak-anak.

Dispraksia mengakibatkan tonggak motorik pada anak, seperti usia berjalan pertama yang cenderung tertunda. Anak yang memiliki dispraksia sering memiliki masalah bahasa, dan terkadang kesulitan dengan pemikiran dan persepsi. Dispraksia tidak memengaruhi kecerdasan anak, walau bisa menyebabkan masalah belajar pada anak-anak.

Baca juga: Anak Terlambat Jalan dan Bicara Tanda Alami Dispraksia?

Pengaruh Dispraksia dalam Jangka Panjang

Dispraksia pada anak-anak juga dapat memengaruhi aktivitas lain yang melibatkan koordinasi aktivitas otot dan otak, termasuk berbicara, serta mengatur tugas-tugas rumit. Dispraksia tidak memengaruhu kecerdasan. Hanya saja Si Kecil memiliki rintangan ekstra selama bertahun-tahun menjalani pendidikan. 

Dalam setiap kelompok anak-anak ada berbagai kemampuan, dan anak-anak berkembang pada tingkat yang berbeda. Anak dengan dispraksia bukanlah anak-anak yang abnormal, mereka adalah kelompok anak-anak yang koordinasi motoriknya berkembang paling lambat, sehingga beberapa hal lebih sulit untuk mereka pelajari. 

Hal ini tidak berarti keterampilan yang mereka rasa sulit tidak dapat dipelajari. Hanya saja anak dengan dispraksia akan mengalami kesulitan untuk mempelajarinya  daripada anak-anak lain.

Memengaruhi Otot dan Motorik

Dispraksia cenderung memengaruhi gerakan otot terkoordinasi dari berbagai jenis. Dispraksia dapat menyebabkan keterlambatan dalam pengembangan kedua jenis keterampilan. Meskipun begitu, pola dan tingkat keparahan akan bervariasi di antara anak-anak. 

Baca juga: Ibu Hamil Minum Alkohol Picu Dispraksia pada Si Kecil?

Anak dengan dispraksia berjuang dengan tulisan tangan, menghindari olahraga, tidak teratur, dan sedikit berantakan. Kondisi ini juga akan membuat mereka kesulitan melakukan hal-hal yang mereka inginkan, butuhkan, atau diharapkan untuk dilakukan. 

Dispraksia juga memengaruhi keterampilan motorik kasar, yaitu gerakan yang melibatkan otot besar tubuh atau kelompok otot. Contoh keterampilan motorik kasar adalah berjalan, melompat, berlari, melompat dengan satu kaki, menendang bola, dan melempar benda. 

Anak dengan dispraksia biasanya berjalan lebih lambat dari rata-rata anak. Mereka mungkin memiliki kemampuan bermain bola yang buruk ketika mencoba menendang atau melempar bola dan mungkin butuh waktu lama. Mereka juga mungkin mengalami kesulitan menjaga keseimbangan. Karenanya, beberapa anak dengan dispraksia selalu keliru dianggap ceroboh. 

Bagaimana dengan keterampilan motorik halus? Keterampilan motorik halus berarti masalah dengan melakukan tugas-tugas yang dilakukan oleh otot-otot tubuh yang lebih kecil, termasuk otot tangan, kaki, dan kepala atau wajah (termasuk lidah dan bibir). Mereka lebih sulit dengan gerakan halus. Contohnya termasuk tulisan tangan, menggambar, melukis, membuat puzzle, menggunakan alat pemotong, dan mengucapkan kata-kata. 

Baca juga: Apakah Orang Dewasa juga Bisa Mengalami Dyspraxia?

Oleh karena itu, anak dengan dispraksia cenderung tidak rapi dalam tugas sekolah. Koordinasi ‘tangan-mata’ mereka mungkin terpengaruh, sehingga tugas sehari-hari seperti mengikat tali sepatu dan kancing kemeja menjadi sulit. Ini dapat memengaruhi kinerja sekolah sejak dini.

Jika orangtua mengetahui dispraksia sejak dini, anak dapat diberikan bantuan ekstra dalam mengembangkan keterampilan mereka. Sebaiknya orangtua juga tidak membuat mereka merasa tidak berusaha cukup keras. Sebab, hal ini akan berpengaruh dalam jangka panjang dan seumur hidupnya. 

Orangtua juga dapat bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai gangguan dispraksia dan bagaimana penanganannya. Tanpa perlu keluar rumah, komunikasi dengan dokter dapat dilakukan hanya dengan download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Patient. Diakses pada 2020. Dyspraxia
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is dyspraxia?