Ketahui Diagnosis Sporotrichosis dengan Tepat

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Diagnosis Sporotrichosis dengan Tepat

Halodoc, Jakarta - Jangan pernah menyepelekan perkembangan jamur, karena kontaminasinya di dalam tubuh bisa memicu terjadinya berbagai penyakit serius. Termasuk pula sporotrichosis, infeksi yang terjadi karena jamur jenis Sporothrix schenckii. Tidak hanya pada manusia, infeksi penyakit ini pun bisa terjadi pada hewan. Jamur bisa didapat pada tanaman tertentu atau tanah di sekitarnya. 

Inilah mengapa, sporotrichosis sangat rentan menyerang orang-orang yang bekerja sebagai tukang kebun, petani, toko bunga, pekerja di bidang pembibitan tanaman, tukang kayu, dan pekerja yang menangani bal jerami. Meski sifatnya jarang terjadi dan tidak mengancam jiwa, infeksi jamur jenis ini bisa menyebabkan komplikasi serius. Jadi, kamu tetap harus waspada akan kontaminasinya. 

Lalu, Bagaimana Diagnosis Penyakit Sporotrichosis?

Gejala dari sporotrichosis bersifat ringan dalam beberapa minggu setelah paparan terjadi. Kamu akan mengalami adanya benjolan kecil yang bisa berwarna merah, merah muda, atau bahkan keunguan. Benjolan ini muncul di area tubuh yang terinfeksi, biasanya pada tangan, dan tidak akan terasa sakit jika disentuh. 

Baca juga: Infeksi Jamur Dapat Sebabkan Mulut Kering, Ini Alasannya

Ketika infeksi berlanjut, benjolan tadi akan berubah menjadi seperti bisul. Di sekitar area yang terinfeksi, mungkin juga akan muncul ruam yang parah, diikuti dengan munculnya benjolan baru. Terkadang, ruam ini bisa memengaruhi mata, bahkan menyebabkan terjadinya konjungtivitis. Jadi, jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut, segera buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat dengan lokasimu. Pasalnya, diperlukan penanganan segera untuk mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi. 

Cara untuk mendiagnosis sporotrichosis dengan benar dan akurat, dokter akan mengambil sampel kulit atau melakukan biopsi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Jika dicurigai adanya sporotrichosis paru, tes darah perlu dilakukan. Terkadang, pemeriksaan darah membantu mendiagnosis bentuk akut atau lanjut dari sporotrichosis yang terjadi pada kulit. 

Baca juga: Infeksi Jamur di Mulut, Ini Faktor Risiko Candidiasis Oral

Apa yang Menyebabkan Seseorang Terserang Sporotrichosis?

Infeksi jamur jenis Sporothrix schenckii adalah penyebab utamanya dan bisa ditemukan di mana saja. Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan bahwa populasinya terbanyak ada di tanaman mawar, jerami, dan lumut. Risiko tertinggi infeksi kelainan akibat infeksi jamur ini terdapat pada orang-orang yang berinteraksi dengan tanaman atau lingkungan dengan populasi jamur tertinggi. Meski begitu, paparan tidak secara otomatis menyebabkan infeksi. 

Ada dua jenis sporotrichosis yang terjadi, yaitu yang menginfeksi kulit dan paru-paru. Sporotrichosis yang menyerang kulit disebabkan dari luka terbuka, karena jamur sangat mudah masuk dari luka tersebut. Biasanya, kontaminasi dan infeksi terjadi setelah seseorang menebang tanaman yang terdapat pertumbuhan jamur. Seperti misalnya, duri pada tanaman mawar adalah penyebab paling utama dari penyakit sporotrichosis. 

Jika terjadi pada paru, artinya kamu mengidap sporotrichosis paru. Ini bisa terjadi karena kontaminasi spora dari udara. Meski jarang terjadi, kamu tetap perlu hati-hati, karena infeksi pada paru ini bisa membuat kamu sulit bernapas, sakit pada dada, demam, kelelahan, dan penurunan berat badan yang tidak disadari. 

Baca juga: Terkena Infeksi pada Kaki karena Jamur? Mungkin Itu Tanda Tinea Pedis

Sporotrichosis juga bisa menyebar ke manusia melalui perantara hewan, terutama kucing, melalui cakaran dan gigitannya. Tingkat infeksi tertinggi kerap terjadi pada orang-orang yang berusia antara 16 hingga 30 tahun. Artinya, remaja dan dewasa muda adalah orang-orang yang paling berisiko mengalami infeksi jamur ini.

Referensi: 
Centers for Disease Control and Prevention. (Diakses pada 2019). Sporotrichosis. 
Healthline. (Diakses pada 2019). Sporotrichosis. 
DermNet NZ. (Diakses pada 2019). Sporotrichosis.