10 April 2019

Ketahui Efek Samping dari Pengobatan Kanker Anus

Ketahui Efek Samping dari Pengobatan Kanker Anus

Halodoc, Jakarta - Kanker bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Kanker dapat muncul akibat gaya hidup yang tidak sehat, atau kondisi medis tertentu. Salah satu kanker yang umumnya jarang terjadi namun bisa menjadi ancaman bagi kesehatan adalah kanker anus. Kanker anus dapat terjadi karena faktor keturunan atau genetik. Beberapa langkah pengobatan kanker anus sebetulnya tersedia, namun ternyata juga memiliki efek samping.

Beberapa gejala yang bisa muncul saat terkena kanker anus adalah perdarahan pada anus, gatal-gatal, dan keluarnya cairan pada anus. Gejala bisa menjadi semakin parah jika pengobatan kanker anus tidak segera dilakukan. Gejala tersebut antara lain:

  • Perubahan pola buang air besar, seperti jadi sering diare, sembelit atau lebih sering buang air besar.

  • Terdapat darah gelap atau merah dalam feses.

  • Keluar lendir tiba-tiba dari anus.

  • Nyeri saat buang air besar.

  • Sakit perut.

  • Tinja berwarna hitam.

  • Mengalami anemia defisiensi besi.

  • Berat badan turun secara drastis.

  • Gampang merasa lemah atau kelelahan.

Baca Juga: Pikir-Pikir Dulu Sebelum Hubungan Intim Lewat Belakang

 

Jika sudah merasakan gejala di atas, maka dokter menyarankan beberapa pengobatan kanker anus. Namun, perhatikan efek samping yang terjadi sehingga tidak memperparah kondisi kesehatan kamu. Berikut adalah jenis pengobatan dan efek samping yang terjadi:

  1. Radioterapi. Pengobatan dilakukan dengan cara menembakkan sinar berkekuatan tinggi seperti sinar X dan proton ke daerah yang mengalami kanker. Pemberian radioterapi juga dapat merusak sel-sel sehat di sekitar kanker, sehingga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping tersebut antara lain:

  • Rasa terbakar pada kulit.

  • Iritasi dan nyeri pada anus.

  • Diare.

  • Mual.

  • Kelelahan.

  • Merasa tidak nyaman pada saat buang air besar.

  • Iritasi Miss V pada wanita yang menyebabkan tidak nyaman dan keluarnya cairan.

  1. Kemoterapi. Metode pengobatan ini ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan obat-obatan kimia dalam bentuk pil atau larutan infus. Kemoterapi membunuh sel yang tumbuh dengan cepat, seperti sel kanker. Oleh karena itu, kemoterapi juga menyebabkan kematian pada sel sehat yang tumbuh dengan cepat seperti rambut dan sel saluran pencernaan sehingga menimbulkan efek samping pada pengidapnya. Beberapa efek samping akibat pengobatan kanker anus satu ini antara lain:

  • Mual dan muntah.

  • Rambut rontok.

  • Sariawan

  • Diare.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Penurunan jumlah sel darah.

Biasanya kemoterapi dilakukan secara sinergis bersama dengan radioterapi agar didapat hasil pengobatan yang lebih efektif.

Baca Juga: 8 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Kanker Anus

3 . Pembedahan Jaringan Kanker. Metode ini dilakukan dengan mengangkat jaringan kanker pada anus. Pembedahan dapat dilakukan pada stadium awal atau pun lanjut. Pembedahan kanker stadium awal biasanya dilakukan dengan cara mengangkat jaringan kanker dan sedikit jaringan sehat di sekitarnya. Pada pembedahan kanker stadium awal, dokter mengusahakan untuk tidak merusak otot sfingter anus karena otot ini berfungsi untuk mengatur buang air besar.

Sedangkan pada pembedahan kanker stadium lanjut, dilakukan pada pengidap kanker yang tidak memberikan respon terhadap kemoterapi dan radioterapi. Pembedahan kanker stadium lanjut ini dilakukan dengan memotong anus, rektum serta sebagian dari usus besar. Sisa rektum dan usus besar disambungkan dengan dinding perut dan dibuat lubang (stoma) agar feses dapat dibuang melalui lubang tersebut. Kemudian feses akan ditampung di kantong (colostomy bag) yang tersambung dengan usus pada bagian stoma, sebelum dibuang.

Baca Juga: Mengapa Pengidap Kanker Serviks Berisiko Terinfeksi Kanker Anus?

Kamu memiliki pertanyaan lain tentang kanker anus atau pengobatan kanker anus yang tergolong aman? Tanya saja dokter Halodoc agar kamu bisa semakin waspada terhadap kanker anus. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to a Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!