03 March 2019

Ketahui Gejala untuk Mendeteksi Virus Molluscum

Ketahui Gejala untuk Mendeteksi Virus Molluscum

Halodoc, Jakarta - Virus molluscum adalah penyebab penyakit Molluscum contagiosum atau moluskum kontagiosum yang merupakan infeksi lapisan kulit luar karena virus. Akibat penyakit ini, papul atau bintil merah atau putih pada kulit muncul di daerah kelamin yang kemudian dapat digolongkan sebagai penyakit menular seksual. Kondisi ini juga bisa terjadi di bagian tubuh lain seperti wajah, kelopak mata, ketiak, dan paha (selangkangan).

Kelompok usia yang mudah terkena molluscum adalah anak-anak dan remaja. Orang dewasa yang aktif secara seksual berisiko terkena kondisi ini. Selain itu, molluscum dapat dialami oleh mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah dan bagi mereka yang memiliki kondisi kulit yang mendasari, seperti dermatitis atopik.

Biasanya, bintik tidak muncul pada tangan, telapak kaki, atau mulut. Bintik-bintik ini memiliki lebar sekitar 2-5 milimeter dan lesung di bagian tengah. Agar tidak menimbulkan peradangan, sebaiknya kamu tidak memencet atau menggaruk luka yang menyebabkan virus mudah menyebar dalam barisan atau kelompok, yang disebut crop.

Baca Juga: Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

Gejala Infeksi Virus Molluscum

Penyakit molluscum contagiosum bisa kita kenali lewat beberapa tanda-tanda berikut ini:

  • Munculnya bintil-bintil pada permukaan kulit.

  • Umumnya bintil tersebut kecil (seukuran biji kacang hijau).

  • Puncak bintil terlihat seperti cekungan, bahkan ada yang seperti memiliki titik.

  • Beberapa bintil ada yang terasa gatal.

  • Bintil mudah menyebar ke area kulit lainnya dan mudah menular pada orang lain.

  • Jika pecah, keluar cairan putih kekuningan. Cairan ini dapat menularkan penyakit molluscum contagiosum.

  • Kadang-kadang ketika akan sembuh, bintil bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan mengalami pembengkakan ringan meskipun tidak terasa menyakitkan.

  • Jumlah bintil yang tumbuh biasanya sekitar 20 hingga 30. Namun pada orang dengan imunitas yang rendah, jumlahnya bisa lebih banyak.

Diagnosis Infeksi Virus Molluscum

Untuk mendiagnosis infeksi virus molluscum, biasanya dokter dapat melakukannya secara kasat mata karena gejalanya sangat mudah dikenali. Hanya dengan melihat bentuk bintil yang tumbuh pada kulit, dokter sudah dapat mendiagnosis penyakit ini, tanpa perlu melakukan pemeriksaan lanjutan. Apabila ternyata ada gejala lain yang dicurigai bahwa bintil tersebut bukan infeksi virus contagiosum, maka perlu dilakukan biopsi.

Pengobatan Infeksi Virus Molluscum

Infeksi virus molluscum biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus karena ia dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jangka waktu proses penyembuhannya terbilang lama, yakni berkisar antara enam bulan hingga satu setengah tahun.

Mungkin orang dewasa yang melakukan pengobatan, sementara anak-anak disarankan untuk tidak melakukan pengobatan karena efek obat bisa membuat mereka rewel dan aktivitas mereka pun tidak terlalu sibuk.

Pada orang dewasa, keberadaan molluscum contagiosum bisa saja mengganggu aktivitas mereka, seperti bekerja, berolahraga, dan bersosialisasi. Tidak sedikit orang dewasa yang merasa kurang percaya diri dengan penampilan mereka akibat tumbuhnya bintil-bintil ini. Oleh karena itu, diperlukan beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Pemberian obat. Beberapa jenis obat yang bisa diresepkan oleh dokter antara lain Benzoyl peroxide (obat jerawat dalam bentuk gel atau krim), Potassium hydroxide, Tretinoin, Imiquimod, dan Podophyllotoxin.

  • Terapi laser. Metode ini memusnahkan virus menggunakan radiasi sinar laser.

  • Cryotherapy. Virus molluscum diangkat kemudian dibekukan menggunakan nitrogen cair.

  • Scraping. Dalam metode ini, molluscum contagiosum dihilangkan dengan menggunakan alat pengikis yang terbuat dari logam.

  • Diathermy. Energi panas digunakan untuk menghilangkan bintil molluscum contagiosum di kulit.

Baca Juga: Cara Mengatasi Cacar Air pada Bayi

Kalau kamu punya pertanyaan lain tentang  virus molluscum, tanyakan pada dokter Halodoc. Untuk berbicara pada dokter, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Video/Voice Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.