Ketahui Lebih Jauh Dampak Penyakit Beri-Beri pada Kehamilan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Lebih Jauh Dampak Penyakit Beri-Beri pada Kehamilan

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan dan menghindari penyakit menyerang adalah hal yang harus dilakukan ibu hamil. Dengan begitu, ibu dan janin bisa terus sehat dan kehamilan berjalan lancar. Salah satu serangan penyakit yang harus diwaspadai ibu hamil adalah beri-beri. Apa itu?

Penyakit beri-beri adalah kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan asupan vitamin B1 atau tiamin pirofosfat. Padahal, vitamin ini memiliki fungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa dan digunakan dalam jalur metabolisme lainnya. Singkatnya, vitamin B1 berperan penting dalam membantu mengubah makanan menjadi sumber energi dan menjaga fungsi jaringan tubuh.

Ibu hamil yang mengalami kurang asupan vitamin B1 berisiko lebih besar mengalami penyakit ini. Kabar buruknya, penyakit beri-beri pada ibu hamil yang tidak ditangani dengan tepat bisa mengancam keselamatan ibu dan janin yang tengah dikandung. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit ini menyerang selama kehamilan adalah dengan memenuhi kebutuhan vitamin B1 tubuh.

Baca juga: 6 Makanan yang Perlu Diperhatikan untuk Ibu Hamil Trimester Ketiga

Asupan vitamin B1 sebenarnya sangat penting bagi ibu hamil dan janin yang tengah dikandungnya. Nutrisi ini berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi energi, membantu perkembangan otak, sistem saraf, otot, serta perkembangan jantung janin. Maka dari itu, kekurangan asupan vitamin ini bisa berdampak buruk, baik pada ibu maupun calon bayi.

Sayangnya, gejala yang muncul saat ibu hamil kekurangan asupan vitamin B1 bersifat umum, sehingga sulit untuk dikenali. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil mengalami mual, sakit kepala, serta mudah kelelahan. Namun dalam tingkat yang lebih parah, biasanya kekurangan asupan vitamin B1 bisa memicu gejala lebih serius.

Ibu hamil yang kekurangan asupan vitamin B1 dalam tingkat yang parah berisiko mengalami beri-beri, dengan gejala kesulitan bicara dan jalan, tangan serta kaki terasa mati rasa, dan tungkai bagian bawah menjadi lumpuh, karena otot tidak berfungsi. Penyakit ini juga menyebabkan ibu hamil mengalami kebingungan, detak jantung meningkat, napas tersengal saat beraktivitas, pembengkakan pada kaki, gangguan memori, serta kelopak mata menurun dan mata bergerak dengan tidak normal.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Vitamin B Bagi Tubuh?

Hindari Beri-beri dengan Memenuhi Asupan Tiamin pada Ibu Hamil

Salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit beri-beri pada ibu hamil adalah dengan memenuhi asupan tiamin atau vitamin B1. Umumnya, ibu hamil dan menyusui membutuhkan setidaknya 1,4 miligram tiamin dalam satu hari. Ibu bisa memperoleh nutrisi ini dari konsumsi makanan tertentu, seperti biji-bijian utuh, pasta, ikan tuna, telur, daging sapi, kacang-kacangan, sayur-sayuran, serta aneka buah.

Kekurangan vitamin B1 yang berujung pada penyakit beri-beri adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, beri-beri pada ibu hamil bisa menyebabkan komplikasi, baik pada ibu maupun bayi yang tengah dikandung. Beri-beri yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan komplikasi, seperti sindrom Wernicke-korsakoff, koma, gagal jantung, psikosis, bahkan kematian.

Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin C saat Hamil

Selain dari makanan yang dikonsumsi, asupan vitamin B1 atau tiamin juga bisa didapat dari suplemen tambahan. Biasanya, ibu mungkin mendapat suplemen kehamilan yang diberikan dokter untuk membantu pemenuhan kebutuhan ini. Kalau sudah punya resep suplemen kehamilan dari dokter, belinya di aplikasi Halodoc saja! Selain lebih mudah, ibu juga bisa sekalian belanja produk kesehatan lain hanya dalam satu aplikasi. Pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam dan gratis ongkos kirim, lho. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!