Ketahui Penanganan Pertama Ketika Terkena Tortikolis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Penanganan Pertama Ketika Terkena Tortikolis

Halodoc, Jakarta – Tortikolis adalah kondisi yang menyerang otot leher manusia. Gangguan ini menyebabkan posisi kepala pengidapnya menjadi miring. Pada pengidap tortikolis, kepala bagian atas biasanya akan terlihat miring ke salah satu sisi, sedangkan dagu miring ke sisi lainnya.

Dalam beberapa kondisi, gangguan ini bisa menimbulkan rasa nyeri yang menyiksa dan membuat pengidapnya kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pada dasarnya, tortikolis merupakan gangguan yang terjadi sejak lahir yang disebut dengan tortikolis otot kongenital. Namun pada beberapa kasus, gangguan ini bisa terjadi setelah lahir atau karena masalah medis tertentu, misalnya gangguan di otot leher.

Tortikolis merupakan gangguan yang harus segera ditangani dan diobati. Penanganan yang dilakukan sedini mungkin bisa membantu meningkatkan keberhasilan penyembuhan serta mencegah munculnya komplikasi jangka panjang. Sayangnya, gejala dari penyakit ini terkadangan bisa hilang tanpa diobati, tetapi memiliki kemungkinan kambuh kembali. Hal itu yang sering mengecoh pengidapnya dan membuat kondisi ini terlambat tertangani.

Langkah Penanganan Tortikolis yang Harus Diketahui

Saat seorang anak terdiagnosis tortikolis, langkah penanganan perlu dilakukan secepat mungkin. Hal itu penting untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang dari gangguan ini. Jika tortikolosis terjadi sejak lahir alias tortikolis kongenital, biasanya akan dilakukan peregangan otot leher sebagai penanganan utama. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat penyangga untuk mempertahankan posisi tubuh tertentu.

Jika penanganan ini segera dilakukan, terutama jika diawali sejak usia 3 bulan, biasanya efektif untuk mengatasi gangguan. Hanya saja, jika cara tersebut ternyata tidak membawa banyak dampak baik, mungkin dibutuhkan prosedur operasi untuk memperbaiki posisi otot leher. Hanya saja, cara penanganan dengan operasi baru bisa dilakukan setelah pengidap tortikolis mencapai usia prasekolah.

Sementara pada pengidap tortikolis yang terjadi karena gangguan kesehatan, biasanya harus ditangani sesuai penyebabnya. Entah karena kerusakan sistem saraf, tulang belakang, ataupun gangguan pada otot. Ada beberapa cara penanganan yang bisa dilakukan, mulai dari memijat leher untuk meredakan nyeri, menggunakan alat pemanas khusus, latihan peregangan, menggunakan alat penyangga leher, hingga menjalani fisioterapi.

Pemberian obat-obatan khusus juga dilakukan untuk meredakan gejala dari penyakit ini. Biasanya, dokter akan memberikan obat pelemas otot, obat pereda nyeri, hingga suntikan sesuai kebutuhan pengidap penyakit. Jika cara-cara tersebut masih belum dapat mengatasi masalah ini, biasanya akan dilakukan prosedur operasi untuk memperbaiki tulang belakang yang tidak normal. Selain itu, operasi juga bertujuan untuk memotong otot atau saraf leher, memperpanjang otot leher, dan lainnya.

Komplikasi Tortikolis yang Harus Diwaspadai

Tortikolis yang terjadi karena adanya gangguan pada sistem saraf, sebenarnya merupakan cedera ringan, dan dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat. Sebaliknya, jika gangguan ini muncul sebagai bawaan lahir, maka tortikolis bisa menjadi gangguan jangka panjang.

Kabar buruknya, jika tortikolis bawaan lahir tidak segera ditangani dan diobati, maka bisa memberi dampak yang berbahaya. Tortikolis kongenital yang tidak segera ditangani bisa meningkatkan risiko komplikasi, mulai dari pembengkakan otot leher, gangguan saraf karena ada tekanan, nyeri kronis, hingga kesulitan dalam melakukan aktivitas harian.

Cari tahu lebih lanjut seputar tortikolis dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: