14 December 2018

Kompres Air Hangat di Leher Bisa Kurangi Nyeri Tortikolis

kurangi nyeri tortikolis dengan kompres

Halodoc, Jakarta - Tortikolis merupakan gangguan leher dengan kontraksi otot halus. Kontraksi ini memicu kelainan gerakan pada leher dan kepala, sehingga membuat leher condong ke satu sisi. Tortikolis dystonia dengan bentuk yang paling umum sudah terbukti kejang tortikolis.

Gangguan ini dapat berupa idiopatik (penyebab tidak diketahui), atau terjadi karena kepala terluka. Tortikolis tidak membahayakan hidup, tetapi komplikasinya dapat terjadi seperti rasa sakit yang kronis dan pembungkukkan tulang panggung serviks. Di samping itu, perlu diwaspadai juga bahwa gangguan leher ini dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada bayi baru lahir. Tortikolis sering terjadi pada masa paruh baya dan lebih sering pada wanita daripada pria.

Gangguan leher ini ditandai dengan gejala awal berupa sensasi seperti kejang. Kamu juga mungkin akan mengalami kehilangan kendali atas gerakan otot yang  dapat menyebabkan leher, kepala, dan postur leher mengalami kelainan di setiap gerakan selama peregangan.

Gerakan ini dapat mendorong kepala dan leher ke banyak arah. Anterokolis merupakan postur yang bungkuk sebelum ditekuk. Retrokolis merupakan kepala yang miring saat postur leher meregang. Laterokolis merupakan kepala yang miring ke salah satu bahu.

Hal ini menyebabkan kejang otot yang menyakitkan dan membuat kamu merasakan otot leher kamu mengencang. Masalah kesulitan menelan juga dapat terjadi bersamaan dengan rasa sakit pada lengan kamu. Beberapa posisi membuat saraf dari tulang leher seperti terikat. Kamu juga dapat merasakan sakit kepala karena kejangnya otot leher.

Meskipun penyakit ini tidak membahayakan nyawa, kondisi ini dapat membuat pengidapnya rentan mengalami depresi. Pasalnya, ada pandangan sosial atas bentuk dan postur leher yang kaku.

Perlu Pelemasan Otot Leher Untuk Kurangi Nyeri Tortikolis

Penanganan tortikolis perlu dilakukan secepat mungkin untuk mencegah komplikasi dalam jangka panjang. Untuk tortikolis kongenital, penanganan utama yang dapat dilakukan adalah peregangan otot leher. Dapat dilakukan peregangan secara pasif pada pengidap atau memakai alat penyangga untuk mempertahankan posisi tubuh tertentu.

Biasanya, dokter akan mengajarkan beberapa gerakan pada orangtua yang dapat dilakukan bersama pengidap. Gerakan tersebut dapat membantu memanjangkan otot leher yang mengeras atau pendek, serta menguatkan otot leher pada sisi lainnya.

Perawatan ini nyatanya sering kali berhasil. Jika perawatan ternyata belum dapat mengatasi kondisi, prosedur operasi diperlukan untuk memperbaiki posisi otot leher. Prosedur ini baru dapat dilakukan setelah pengidap mencapai usia yang cukup.

Sementara itu, tortikolis yang disebabkan kerusakan sistem saraf, tulang belakang, atau otot, dapat ditangani sesuai penyebabnya. Pilihan penanganan yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan menggunakan pemanas, kompres air hangat, atau memijat leher untuk meredakan rasa nyeri. Penanganan lain juga meliputi latihan peregangan, penggunaan penyangga leher untuk mengatasi otot yang tegang, serta menjalani fisioterapi.

Di samping penanganan di atas, dokter juga dapat memberi obat pada pengidap untuk meredakan gejala. Obat tersebut meliputi pelemas otot (misalnya baclofen), obat pereda nyeri, serta suntikan botulinum toxin atau botox yang diulang tiap beberapa bulan.

Apabila upaya di atas belum mendatangkan hasil, dokter biasanya akan menganjurkan prosedur operasi. Tujuan operasi ini adalah untuk memperbaiki tulang belakang yang tidak normal, memperpanjang otot leher, memotong otot atau saraf leher, serta menggunakan stimulasi otak dalam mengganggu sinyal saraf yang dilakukan pada distonia tengkuk yang sangat parah.

Jika kamu mengalami gejala tortikolis, sebaiknya segera melakukan diskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: