27 February 2019

Ketahui Cara Pencegahan Terserang Penyakit Limfoma

Ketahui Cara Pencegahan Terserang Penyakit Limfoma

Halodoc, Jakarta - Sebagai salah satu jenis kanker, limfoma adalah gangguan pada sistem limfatik yang menghubungan kelenjar limfa atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik ini merupakan salah satu bagian yang cukup penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sel-sel darah putih limfosit dalam sistem limfatik akan membantu pembentukan antibodi tubuh untuk memerangi infeksi. Namun, jika sel-sel limfosit B dalam sistem limfatik diserang kanker, sistem kekebalan tubuh akan menurun sehingga rentan mengalami infeksi.

Limfoma dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit yang diserang kanker dan dapat diketahui melalui pemeriksaan di bawah mikroskop. Limfoma digolongkan dalam jenis Hodgkin apabila terdeteksi adanya sel abnormal Reed-Sternberg dalam pemeriksaan. Sementara limfoma tanpa sel abnormal tersebut termasuk dalam kategori limfoma non-Hodgkin.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Kelenjar Getah Bening

Gejala yang Mengganggu

Gejala utama yang dialami pengidap limfoma adalah tumbuhnya benjolan. Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan. Selain benjolan, ada beberapa gejala lain yang juga umum  dirasakan oleh pengidap limfoma, yaitu:

  • Selalu merasa lelah.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Demam dan menggigil.
  • Lebih sering mengalami infeksi.
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh atau terengah-engah.
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Tidak nafsu makan.
  • Perdarahan yang parah, misalnya haid dengan volume darah berlebihan atau mimisan.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Sakit perut.
  • Batuk atau gangguan pernapasan.
  • Sakit dada.

Baca juga: Kelenjar Getah Bening di Ketiak, Apakah Berbahaya?

Adakah Faktor yang Meningkatkan Risiko?

Limfoma terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit, sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali. Penyebab di balik mutasi tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena limfoma Hodgkin, yaitu:

  • Usia. Sebagian besar limfoma Hodgkin terjadi pada pengidap yang berusia 15-30 tahun dan lansia di atas 55 tahun. Sementara risiko limfoma non-Hodgkin akan meningkat seiring usia, khususnya lansia berusia di atas 60 tahun.
  • Pernah terpapar virus Epstein-Barr atau EBV. Virus ini menyebabkan demam kelenjar. Orang yang pernah mengalami demam kelenjar lebih berisiko mengalami limfoma Hodgkin.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV/AIDS atau menggunakan obat imunosupresan.
  • Faktor keturunan. Risiko seseorang untuk terkena limfoma akan meningkat jika memiliki anggota keluarga inti (ayah, ibu, atau saudara kandung) yang mengidap jenis kanker yang sama.
  • Mengalami obesitas. Faktor kelebihan berat badan lebih berpengaruh pada wanita dibandingkan pada pria, dalam meningkatkan risiko limfoma.

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Bagaimana Pencegahan yang Dapat Dilakukan?

Tidak ada hal yang secara pasti dapat mencegah seseorang mengalami limfoma. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko untuk terserang limfoma. Seperti HIV/ AIDS misalnya, yang merupakan salah satu penyakit yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami limfoma. Oleh karena itu, dengan mencegah diri mengalami HIV/AIDS (menghindari hubungan intim bebas dan menghindari penggunaan narkoba jarum suntik), risiko mengalami limfoma juga akan lebih rendah.

Itulah sedikit penjelasan tentang limfoma. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!