Ketahui Penjelasan Tentang Electroencephalography (EEG)

pemeriksaan electroencephalography, EEG

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu familiar dengan pemeriksaan electroencephalography (EEG)?  Pemeriksaan ini merupakan salah satu tes atau pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur aktivitas elektrik di otak, termasuk teknik perekaman EEG dan interpretasinya. Pemeriksaan ini akan merekam aktivitas elektrik dari otak yang kemudian representasikan dalam bentuk garis gelombang.

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan pada otak. Pemeriksaan otak dengan metode ini dilakukan dengan menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang dilekatkan pada kulit kepala. Perlu kamu ketahui bahwa sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan saat sedang tidur sekalipun. Aktivitas ini kemudian ditampilkan sebagai garis bergelombang pada rekaman EEG.

Pemeriksaan EEG pada umumnya dilakukan dengan adanya indikasi penyakit epilepsi, demensia, narkolepsi, abnormalitas sistem saraf, abnormalitas otak atau tulang belakang, dan kelainan mental.

Baca Juga: Hampir Mirip, Apa Perbedaan EKG dan EEG?

Pemeriksaan EEG ini termasuk dalam salah satu tes diagnostik utama untuk epilepsi. Pemeriksaan ini juga berperan dalam mendiagnosis gangguan otak lainnya. Tujuan utama dari pemeriksaan EEG yaitu mendapatkan rekaman yang baik dan benar, sehingga menghasilkan interpretasi yang benar pula.

EEG merupakan alat untuk menunjang tegaknya diagnosis, selama dapat memperoleh rekaman yang baik dan benar. Rekaman yang tidak baik justru akan menyesatkan tegaknya diagnosis.

Sebelum melakukan pemeriksaan Electroencephalography, kamu perlu tahu bahwa terdapat 3 tahapan yang harus dilakukan. Yaitu:

  1. Sebelum Pemeriksaan

Hal yang perlu kamu lakukan sebelum melakukan pemeriksaan EEG adalah memberi tahu dokter mengenai obat apa saja, baik resep maupun yang dijual bebas, serta suplemen yang mungkin selama ini kamu konsumsi. Sehari sebelum pemeriksaan, dokter biasanya akan menyarankan kamu untuk mencuci rambut. Namun, jangan gunakan produk kondisioner atau produk penataan rambut lainnya sesudahnya.

Baca Juga: 4 Faktor yang Memicu Pengidap Epilepsi Mengalami Kejang

  1. Selama Pemeriksaan

Selama pemeriksaan berlangsung, kamu akan diminta untuk berbaring di meja atau tempat tidur yang sudah disediakan. Kemudian, seorang teknisi akan menempatkan 20 sensor kecil pada kulit kepala. Sensor-sensor kecil inilah yang disebut elektroda, dan akan mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang disebut neuron. Kemudian, sensor-sensor tersebut akan mengirimkannya ke mesin, dan akan muncul sebagai serangkaian garis yang direkam pada kertas bergerak atau ditampilkan di layar komputer.

Pada awalnya, kamu akan diminta untuk rileks dengan mata terbuka, lalu tertutup. Teknisi mungkin meminta kamu bernapas dalam dan cepat atau menatap cahaya yang berkedip-kedip, karena keduanya dapat mengubah pola gelombang otak. Kamu biasanya dapat memiliki EEG di malam hari saat tidur. Apabila fungsi tubuh lainnya, seperti pernapasan dan denyut nadi, juga direkam, tes ini disebut polisomnografi.

Baca Juga: Cara Pencegahan Tumor Otak yang Perlu Diketahui

  1. Setelah Pemeriksaan

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, teknisi akan melepas elektroda dan membasuh lem yang menahannya. Kamu dapat menggunakan penghapus cat kuku kecil di rumah untuk menghilangkan sisa-sisa lengket. Kecuali apabila secara aktif mengalami kejang atau dokter menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan, kamu biasanya sudah diperbolehkan pulang.

Perlu kamu ingat bahwa pemeriksaan EEG ini biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai adanya gangguan otak atau saat seseorang mengalami gejala-gejala penyakit yang berhubungan dengan gangguan otak. Maka itu, sebelumnya kamu perlu mengkomunikasikan gejala gangguan yang kamu rasakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc supaya mendapatkan diagnosis yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.