• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab Keloid di Tubuh Membesar

Ketahui Penyebab Keloid di Tubuh Membesar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Penyebab Keloid di Tubuh Membesar

“Keloid dapat terbentuk di area kulit yang terdapat bekas luka. Meski tidak menyakitkan dan berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu penampilan. Untungnya, ada beberapa pilihan prosedur yang bisa dicoba untuk menghilangkannya.”

Halodoc, Jakarta – Pernah menjumpai jaringan parut yang membesar pada bekas luka di kulit? Dalam medis, kondisi ini disebut dengan istilah keloid. Selain bekas luka, jaringan parut ini juga bisa muncul di kulit yang mengalami infeksi, peradangan, lecet, jerawat, dan bekas tindik.

Munculnya keloid di kulit dapat mengganggu penampilan. Namun, jaringan parut ini umumnya tidak menyakitkan dan tidak berbahaya. Dalam artian, tidak akan berubah menjadi kanker, dan akan berhenti tumbuh dengan sendirinya.

Baca juga: Adakah Cara Efektif untuk Mencegah Keloid?

Penyebab Munculnya Keloid di Tubuh

Sebenarnya, penyebab pasti dari munculnya keloid di tubuh tidak diketahui. Namun, British Association of Dermatologists menyebutkan bahwa jaringan parut ini dapat tumbuh karena tubuh memproduksi terlalu banyak kolagen saat bekas luka terbentuk, sebagai respons terhadap cedera.

Kolagen adalah sejenis protein yang diproduksi tubuh untuk menjaga elastisitas kulit. Ini juga berfungsi untuk memberikan dukungan struktural pada otot, tulang, dan jaringan.

Sebagian besar jenis cedera pada kulit dapat menyebabkan jaringan parut keloid, termasuk:

  • Bekas jerawat.
  • Luka bakar.
  • Bekas luka cacar air.
  • Tindik telinga.
  • Goresan.
  • Luka bekas operasi.
  • Area bekas suntikan vaksin.

Siapa saja bisa mengalami keloid, tanpa pandang jenis kelamin. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan munculnya keloid, yaitu:

  • Usia. Orang berusia 10-30 tahun lebih rentan mengalami jaringan parut ini.
  • Etnis. Keloid lebih sering terjadi pada orang-orang keturunan Asia, Latin, dan Afrika.
  • Lokasi cedera. Jaringan parut ini lebih sering tumbuh di bagian punggung atas, bahu, dada, atau bagian di mana kulit lebih kencang.
  • Genetik. Memiliki anggota keluarga dengan riwayat keloid bisa meningkatkan risiko.
  • Perubahan hormonal. Misalnya pada ibu hamil, atau orang yang memiliki hipertensi atau masalah tiroid.

Baca juga: Prosedur Medis yang Ampuh untuk Mengatasi Keloid

Pengobatan Medis yang Bisa Dilakukan

Ada beberapa pengobatan medis atau perawatan profesional yang bisa dicoba untuk menghilangkan keloid. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Suntikan Steroid

Juga disebut suntikan intralesi, prosedurnya dilakukan dengan menyuntikkan steroid langsung ke bekas luka untuk mengurangi ukurannya. Suntikan steroid merupakan perawatan medis yang paling umum untuk mengatasi keloid.

Penyuntikan steroid bisa diulang setiap bulan. Kamu juga mungkin harus kembali untuk perawatan ini sekitar empat kali hingga jaringan parut ini hilang, atau bisa lebih tergantung keparahan kondisi.

2. Krim Steroid

Dokter spesialis kulit dapat meresepkan krim steroid atau plester yang mengandung steroid untuk digunakan di rumah secara berkala. Namun, keloid masih memiliki kemungkinan untuk kembali tumbuh setelah perawatan ini.

3. Cryotherapy

Cryotherapy adalah prosedur yang dilakukan dengan membekukan jaringan parut ini, untuk kemudian diangkat atau dihilangkan dari kulit. Metode ini biasanya bekerja lebih baik untuk keloid yang berukuran kecil.

4. Terapi Laser dan Cahaya

Terapi laser dan cahaya mungkin sangat efektif jika dikombinasikan dengan suntikan steroid.

5. Operasi

Operasi untuk menghilangkan jaringan parut ini biasanya merupakan pilihan terakhir, karena dapat menyebabkan bekas luka yang lebih besar. Dokter biasanya juga akan menyarankan rencana perawatan lain setelahnya.

Baca juga: Hilangkan Bekas Luka dengan 7 Cara Alami Ini

6. Radioterapi

Radioterapi adalah prosedur yang juga bisa dipilih untuk menghilangkan keloid. Prosedur ini dapat mengurangi ukuran jaringan parut ini, dan biasanya memberikan hasil yang lebih baik jika dilakukan setelah operasi.

7. Kompresi

Menerapkan kompresi atau tekanan setelah operasi dapat mengurangi aliran darah ke area tersebut, yang dapat mencegah jaringan parut ini kembali. Kamu mungkin perlu memakai perangkat kompresi hingga 16 jam sehari selama 6-12 bulan.

Itulah pembahasan mengenai penyebab munculnya keloid dan cara mengatasinya. Dapat diketahui bahwa pertumbuhan jaringan parut ini terjadi karena produksi kolagen berlebih saat bekas luka terbentuk.

Kondisi ini tidaklah berbahaya, tetapi dapat mengganggu penampilan. Bila kamu memiliki keloid dan ingin menghilangkannya, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter kulit di rumah sakit sekarang juga.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
British Association of Dermatologists. Diakses pada 2021. Keloids.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What To Know About Keloid Scars.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Keloid Scars.