Ketahui Tes SGPT untuk Pengidap Gangguan Fungsi Hati

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Tes SGPT untuk Pengidap Gangguan Fungsi Hati

Halodoc, Jakarta – Hati termasuk organ tubuh yang berfungsi penting untuk tubuh. Hati bekerja membuat empedu yang membantu tubuh mencerna makanan. Selain itu, hati berfungsi untuk mengeluarkan limbah dan racun yang ada di dalam darah. Rusaknya hati dapat menghambat berbagai fungsi tersebut. Untuk mendiagnosis penyakit hati, dokter perlu melakukan berbagai jenis tes, salah satunya adalah tes SGPT.

Baca Juga: Yakin, Hati Masih Sehat? Coba Lakukan Tes Fungsi Hati Ini

 

Tes SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) adalah tes darah yang memeriksa kerusakan hati. Dokter menggunakan tes ini untuk mengetahui apakah suatu penyakit, obat, atau cedera telah merusak hati. Tes SGPT yang punya nama lain tes ALT (alanine aminotransferase). ALT merupakan enzim yang ditemukan di hati, ginjal atau organ tubuh lainnya.

 

Seputar Tes SGPT untuk Mendeteksi Gangguan Fungsi Hati

Tubuh menggunakan ALT untuk memecah makanan menjadi energi. Hati yang mengalami kerusakan akan melepaskan lebih banyak ALT ke dalam darah dan kadarnya otomatis meningkat. Dokter akan merekomendasikan tes SGPT jika seseorang memiliki gejala penyakit hati berikut ini:

  • Sakit perut atau bengkak;
  • Mual dan muntah;
  • Kulit atau mata kuning (jaundice);
  • Tubuh terasa lemah hingga alami kelelahan ekstrem;
  • Urine berwarna gelap;
  • Kotoran berwarna terang;
  • Kulit terasa gatal-gatal.

 

Sejumlah gejala di atas dapat disebabkan karena seseorang telah terpapar virus hepatitis, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, memiliki riwayat keluarga penyakit hati atau mengonsumsi obat yang menyebabkan kerusakan hati. 

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Pemeriksaan SGOT?

Apabila kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Sebelum mengunjungi rumah sakit, jangan lupa untuk membuat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc terlebih dahulu.

 

Begini Prosedur Tes SGPT

Tidak ada persiapan khusus untuk menjalani tes SGPT. Untuk melakukan tes ini, dokter atau petugas lab akan mengambil sampel darah biasanya dari vena di lengan. Darah yang diambil kemudian dianalisis di laboratorium. Tes ini sering dilakukan bersama dengan tes lain (seperti AST, ALP, dan bilirubin) untuk mendiagnosis dan memantau penyakit hati.

 

Apabila jumlah enzim masih berada pada kisaran 4-36 U / L, maka dapat dikatakan normal. Kisaran nilai normal ini mungkin bervariasi di setiap laboratorium rumah sakit. Beberapa laboratorium menggunakan pengukuran yang berbeda atau dapat menguji sampel yang berbeda. 

 

Jika jumlah ALT melebihi kisaran normal, dapat dikatakan orang tersebut mengidap penyakit hati. Penyakit hati bahkan lebih mungkin terjadi ketika kadar zat yang diperiksa oleh tes pemeriksaan hati lainnya juga meningkat. Level ALT yang lebih tinggi mungkin disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Jaringan parut pada hati (sirosis);
  • Kematian jaringan hati;
  • Hati yang bengkak dan meradang (hepatitis);
  • Terlalu banyak zat besi dalam tubuh (hemochromatosis);
  • Terlalu banyak lemak di hati (perlemakan hati);
  • Kurangnya aliran darah ke hati (iskemia hati);
  • Tumor hati atau kanker;
  • Penggunaan obat-obatan yang beracun bagi hati;
  • Mononukleosis;
  • Pankreas yang bengkak dan meradang (pankreatitis).

Baca Juga: Fungsi Hati Perlu Dijaga, Ini 8 Caranya

Sebaiknya ketahui cara untuk mencegah penyakit-penyakit di atas dengan membiasakan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga dan hindari rokok, alkohol atau obat-obatan lain yang dapat merusak fungsi hati. 

 

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2019. What Is an Alanine Aminotransferase (ALT) Test?.
Medline Plus. Diakses pada 2019. Alanine transaminase (ALT) blood test.