07 October 2017

Ketahui Usia Kehamilanmu dengan Cara Ini

Halodoc, Jakarta Kamu dinyatakan positif hamil? Salah satu hal yang sering menjadi tanda tanya besar, khususnya bagi kamu yang baru akan menjadi ibu adalah usia janin yang dikandung. Hal ini dinilai wajar mengingat hingga kini belum ada metode yang pasti untuk mengetahui kapan tepatnya terjadi pembuahan di dalam rahim. Usia kehamilan (gestational age) pada dasarnya merupakan panjang waktu kehamilan yang dihitung sejak hari pertama periode haid terakhir (HPHT). Biasanya, usia kehamilan ini dinyatakan dalam minggu dan hari karena lebih terperinci dibandingkan bulan. 

Demi mengetahui perkembangan janin dan prediksi hari kelahirannya, tentunya kamu patut mengetahui usia kehamilan ini. Bisa dengan 2 cara paling akurat, yakni secara manual menggunakan kalender atau bantuan dokter. Penasaran seperti apa? Simak cara menghitung usia kehamilan berikut:

[if !supportLists]1.    [endif]Perhitungan Kalender
Cara menghitung usia kehamilan dengan metode kalender cukup sederhana. Penghitungan dengan metode ini mengacu kepada hari pertama menstruasi terakhir (HPHT) untuk menentukan berapa usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL). Dokter sendiri umumya akan berpatokan pada asumsi bahwa pembuahan terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi seseorang biasanya. Jadi ketika seseorang mengalami siklus haid 28 hari, maka kemungkinan dia mengalami masa subur pada hari ke-14. Begini cara menghitung dengan proyeksi kalender sesuai rumus:

(Tanggal HPHT + 7), (Bulan pada saat menstruasi terakhir – 3), (Tahun pada saat haid terakhir +1)

Contoh: Kamu terakhir kali menstruasi pada tanggal 18 Mei 2017, maka perhitungannya adalah (18 + 7), (5 – 3), (2017 + 1) = 25, 2, 2017.

Khusus untuk kamu yang tanggal terakhir kali menstruasi jatuh pada 25-31, hitunglah seperti menghitung tanggalan di kalender sesuai jumlah harinya per bulan. Semisal, jika tanggal terakhir kali menstruasimu itu 25 Agustus, ditambah 7 hari berarti perkiraan lahirnya si kecil adalah di tanggal 1 September.

Jadi, coba ingat-ingat lagi, kapan hari pertama menstruasi terakhirmu?

[if !supportLists]2.    [endif]Bantuan Dokter
Masih belum yakin dengan cara menghitung usia kehamilan secara manual? Coba minta bantuan dokter untuk memastikannya. Dokter akan memeriksa usia kehamilanmu melalui USG yang juga dianggap 95% jauh lebih akurat. Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara, yakni USG transvaginal dan USG transabdominal. USG transvaginal biasanya dilakukan pada awal kehamilan melalui jalan lahir, untuk memastikan keberadaan kantong janin dan lokasi janin. Sementara, USG transabdominal dilakukan melalui dinding perut pada saat kandungan sudah membesar, untuk melihat gambaran maupun pergerakan janin secara lebih jelas.

Kebanyakan dokter menyarankan ibu hamil untuk melakukan USG sesuai pilihannya di usia kehamilan antara minggu ke-8 dan ke-18. Dengan bantuan alat USG, dokter akan menghitung usia kehamilan berdasarkan 3 hal:

[if !supportLists]·       [endif]Diameter kantong kehamilan (usia kehamilan 6-12 minggu)
[if !supportLists]·       [endif]Panjang janin dari kepala sampai bokong (usia kehamilan 7-14 minggu)
[if !supportLists]·       [endif]Lingkar kepala janin (usia kehamilan di atas 12 minggu)


Saat ini pemeriksaan menggunakan alat USG pun semakin canggih, dan tersedia dalam pilihan 2, 3, dan 4 dimensi. Bukan hanya mengetahui usia kehamilan saja, bahkan wajah sang buah hati pun bisa kamu lihat hampir jelas dengan USG 4 dimensi!

Tak perlu bingung lagi menghitung usia kehamilan, karena kamu bisa lakukan 2 cara di atas untuk membuktikannya. Kalau kamu masih punya pertanyaan lain seputar kehamilan, tanyakan langsung dengan dokter spesialis tanpa harus ke rumah sakit melalui aplikasi Halodoc saja. Selain praktis, layanan Contact Doctor lewat aplikasi ini juga gratis. Selain itu, kamu juga dapat membeli obat dengan layanan Pharmacy Delivery secara cepat, aman dan nyaman melalui smartphone. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di Google Play dan App Store!

BACA JUGA: Ketahui Masa Subur Sebagai Penentu Kehamilan