• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Waktu yang Tepat Lakukan Vaksin Flu

Ketahui Waktu yang Tepat Lakukan Vaksin Flu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Flu adalah penyakit yang sangat mudah menyebar. Di masa pandemi, pemberian vaksin flu jadi semakin penting. Meski tidak bisa mencegah COVID-19, penyakit flu berpotensi memicu gejala yang parah ketika terinfeksi virus corona. Pemberian vaksin flu penting untuk mencegah penyakit flu. Sebab, flu ternyata dapat berakibat fatal pada beberapa orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, angka kejadian flu yang berkomplikasi mencapai 5 juta kasus per tahun, dan angka kematiannya mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia. Komplikasi serius tersebut lebih berisiko terjadi pada lansia, ibu hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, pekerja medis, dan pengidap penyakit kronis.

Baca juga: Inilah Alasan Flu Biasa Bisa Sebabkan Pneumonia

Kapan Waktu yang Tepat untuk Lakukan Vaksin Flu?

Vaksin flu adalah vaksin yang bisa memberi perlindungan terhadap penyakit flu. Vaksin ini sebaiknya diberikan setiap satu tahun sekali. Meskipun termasuk penyakit ringan, flu bisa menimbulkan masalah besar bagi beberapa orang.

Vaksin flu bekerja dengan cara membangun antibodi di dalam tubuh, yang berguna untuk melawan virus influenza yang masuk ke tubuh di kemudian hari. Untuk bisa bekerja menciptakan antibodi dalam tubuh, vaksin flu membutuhkan waktu sekitar 2 minggu.

Di negara yang memiliki iklim dingin, musim flu biasanya terjadi antara bulan Desember–Februari, sehingga vaksin flu dianjurkan untuk diberikan sebelum bulan Desember. Adapun waktu yang paling pas untuk mendapatkan vaksin flu adalah pada bulan November atau Oktober.

Baca juga: Masih Masa Pertumbuhan, Mengapa Anak Sering Flu dan Batuk?

Namun, seperti diketahui, di negara beriklim tropis seperti Indonesia, penyakit flu bisa terjadi kapan saja. Sebenarnya tidak ada waktu khusus yang ditentukan untuk orang dewasa mendapatkan vaksin flu. Sementara itu, khusus untuk anak-anak, vaksin flu bisa diberikan setelah berusia 6 bulan. 

Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk meminta vaksin flu dan berkonsultasi lebih lanjut.

Pada beberapa kondisi, vaksin flu mungkin tidak dianjurkan untuk diberikan. Misalnya, pada orang yang sedang sakit berat, pernah mengalami reaksi alergi terhadap vaksin flu sebelumnya, atau pernah mengalami sindrom Guillain-Barre setelah menerima vaksin flu.

Adakah Efek Samping dari Pemberian Vaksin Flu?

Secara umum, ada berbagai efek samping yang bisa timbul terkait pemberian vaksin flu, seperti:

  • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik.
  • Demam.
  • Mual.
  • Sulit bernapas.
  • Suara serak.
  • Bengkak di sekitar mata atau bibir.
  • Lelah, pusing, dan wajah pucat.
  • Jantung berdebar.
  • Perubahan perilaku.
  • Pingsan.
  • Hidung meler.
  • Sakit otot.
  • Muntah.
  • Sakit tenggorokan.

Baca juga: Sakit Flu Tak Kunjung Sembuh, Perlukah ke Dokter Spesialis?

Jika kamu mengalami salah satu reaksi tersebut setelah menerima vaksin flu, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan. Namun, efek samping serius terbilang jarang terjadi karena vaksin flu relatif aman diberikan. 

Selain pemberian vaksin, penyakit flu dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti mengurangi kontak dengan orang sakit, istirahat di rumah saat sedang sakit, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum yang cukup.

Untuk menghindari penyebaran virus ketika batuk atau bersin, gunakanlah masker. Selain itu, biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan atau menyentuh wajah.

Referensi:
U.S. Department of Health and Human Services. Diakses pada 2020. Vaccines. Flu (Influenza)
World Health Organization. Diakses pada 2020. Coronavirus disease (COVID-19) Advice for The Public: Myth Busters.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Influenza (Seasonal).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Key Facts About Flu Vaccines.
WebMD. Diakses pada 2020. Flu Shot: The Vaccine and Its Side Effects.