27 February 2019

Kista Ovarium Muncul Saat Masa Kehamilan, Apa Saja Risikonya?

Kista Ovarium Muncul Saat Masa Kehamilan, Apa Saja Risikonya?

Halodoc, Jakarta - Kista ovarium terjadi ketika kantung dalam ovarium terisi oleh cairan. Pada kondisi normal, wanita memiliki dua buah ovarium yang berada di setiap sisi rahim. Telur atau ovum yang berkembang dan matang di ovarium akan dilepaskan setiap kali terjadi siklus bulanan hingga terjadi kehamilan.

Sebagian besar jenis kista indung telur tidak berbahaya dan bisa menghilang tanpa perlu adanya perawatan serius. Namun, ada pula jenis yang menyebabkan masalah kesehatan lain atau bahkan mengarah pada masalah kesuburan. Jenis kista pada rahim antara lain:

  • Kista fungsional yang sering menyusut dan menghilang dalam dua atau tiga siklus menstruasi. Kista ini terbentuk selama ovulasi, sehingga jarang terjadi pada wanita lansia yang telah menopause karena sel telur tak lagi diproduksi.

  • Kista dermoid yang terisi oleh berbagai jenis jaringan, termasuk rambut dan kulit.

  • Kista endometrioma yang dikenal dengan kista coklat. Terbentuk ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim menempel pada ovarium.

  • Kista Cystadenoma yang berkembang dari sel di permukaan ovarium.

  • Penyakit ovarium polikistik merujuk pada kista yang terbentuk dari penumpukan folikel. Kista ini membuat ovarium membesar dan penutup luar yang tebal, mencegah terjadinya ovulasi.

Baca juga: Kista Ovarium, Benarkah Bikin Susah Punya Keturunan

Fungsi normal ovarium pada dasarnya menghasilkan sel telur setiap siklus. Selama proses ovulasi, struktur seperti kista yang disebut folikel terbentuk di dalam ovarium. Folikel dewasa akan pecah ketika sel telur dilepas ketika ovulasi. Corpus luteum terbentuk dari folikel kosong, jika kehamilan tidak terjadi, maka corpus luteum ini akan larut.

Namun terkadang, proses ini tidak terjadi dengan tepat, sehingga menyebabkan kista ovarium yang paling umum, kista fungsional. Kista ovarium yang sifatnya abnormal, seperti PCOS dapat terjadi sebagai akibat dari ketidakseimbangan hormon wanita (estrogen dan progesteron).

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Miom atau Kista?

Risiko Kista Ovarium

Kista pada indung telur sering kali tidak menimbulkan masalah khusus. Namun, terkadang juga bisa menyebabkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang terjadi adalah:

  • Kelainan torsi. Batang ovarium menjadi bengkok jika kista tumbuh di bagian atasnya. Ini memblokir suplai darah ke kista dan menyebabkan sakit perut bagian bawah yang teramat parah.

  • Kista pecah. Jika kista pecah, terasa sakit pada perut bagian bawah jika kista mengalami infeksi, rasa sakit yang ditimbulkan menjadi lebih buruk. Kondisi ini memungkinkan terjadinya perdarahan dengan gajal yang mirip seperti apendisitis arau divertikulitis.

  • Kanker. Pada kasus yang jarang terjadi, kista merupakan bentuk awal dari terjadinya kanker ovarium.

Baca juga: Benjolan di Area Bukan Miss V, Gejala Terkena Kista Bartholin?

Itu tadi beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi jika seorang ibu hamil memiliki kista ovarium. Adanya perdarahan terjadi, tetapi tidak berhubungan dengan masalah keguguran. Untuk mencegahnya, ibu perlu rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter, atau sering bertanya pada dokter jika ibu mengalami gejala yang tidak biasa ketika sedang hamil. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc dan memilih layanan Tanya Dokter. Namun, jangan lupa download terlebih dahulu aplikasi Halodoc di ponsel ibu, ya!